Apa itu Difteri ?

Definisi

Difteri adalah infeksi akut yang menyerang selaput lendir, hidung, dan tenggorokan. Ditularkan melalui droplet saat bersin, batuk, barang-barang yang disentuh, pakaian, dan kulit yang terbuka (luka). Sangat menular dan mematikan!

Apa penyebab difteri?

Difteri disebabkan oleh Corynebacterium, yaitu bakteri yang menyebarkan penyakit melalui partikel di udara, benda pribadi, serta peralatan rumah tangga yang terkontaminasi.

Jika Anda menghirup partikel udara dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi, Anda dapat terkena difteri. Cara ini sangat efektif untuk menyebarkan penyakit, terutama pada tempat yang ramai.

Penyebab lainnya adalah kontak dengan benda-benda pribadi yang terkontaminasi. Anda dapat terkena difteri dengan memegang tisu bekas orang yang terinfeksi, minum dari gelas yang belum dicuci, atau kontak sejenisnya dengan benda-benda yang membawa bakteri. Pada kasus yang langka, difteri menyebar pada peralatan rumah tangga yang digunakan bersama, seperti handuk atau mainan.

Menyentuh luka yang terinfeksi juga dapat membuat Anda terekspos bakteri yang menyebabkan difteri.

Gejala

  • Sulit untuk bernapas
  • Sakit tenggorokan dan nyeri saat makan
  • Suara serak
  • Kelenjar getah bening membesar
  • Tenggorokan dan amandel tertutup membran abu-abu
  • Demam dan mengigil

Pencegahan

  • Imunisasi DPT sebanyak 3x pada anak di bawah usia satu tahun
  • Saat berusia satu sampai lima tahun mendapatkan imunisasi ulang sebanyak 2x
  • Pada siswa sekolah dasar, imunisasi ulang (DT/TD) melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
  • Imunisasi ulang dilakukan setiap tahun, termasuk orang dewasa

Bagaimana dokter mendiagnosis difteri?

Untuk mendiagnosis penyakit, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa adanya pembengkakan pada kelenjar limfa. Apabila dokter melihat lapisan abu-abu pada tenggorokan dan amandel Anda, dokter dapat menduga Anda memiliki difteri. Dokter juga dapat menanyakan sejarah medis serta gejala yang Anda alami.

Namun, metode paling aman untuk mendiagnosis difteri adalah dengan biopsi. Sampel jaringan yang terpengaruh akan diambil dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa, apakah Anda memiliki bakteri difteri atau tidak.

Bagaimana cara mengobati difteri?

Dokter akan segera menangani penyakit ini, karena difteri adalah kondisi yang sangat serius. Pertama, dokter akan memberi suntikan antitoksin, untuk melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri. Jika alergi terhadap antitoksin, Anda perlu memberi tahu dokter agar dokter dapat menyesuaikan pengobatan.

Pada pasien dengan alergi, biasanya dokter akan memberi dosis antitoksin yang rendah dan meningkatkan kadar secara bertahap. Setelah itu, dokter akan memberikan antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi. Setelah diberikan obat-obatan tersebut, dokter dapat merekomendasi dosis pendorong vaksin difteri setelah sehat, untuk membangun pertahanan terhadap bakteri difteri.

Normal apabila dokter meminta pasien untuk tinggal di rumah sakit untuk mengawasi reaksi terhadap pengobatan dan mencegah penyebaran penyakit. Jika Anda atau anak Anda melakukan kontak dengan seseorang dengan penyakit difteri, Anda harus segera mengunjungi dokter untuk melakukan tes dan kemungkinan perawatan.

SELALU konsultasikan kesehatan pada dokter Anda dan lakukan pemeriksaan laboratorium (medical check up) secara berkala di Laboratorium Klinik Kimia Farma.

 

Sumber:

– IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

– Diphtheria. https://www.cdc.gov/diphtheria/about/prevention.html

– Siapa yang harus divaksinasi dengan TDP?  http://infoimunisasi.com/headline/siapa-yang-harus-divaksinasi-dengan-dtp-dan-kapan-vaksin-tersebut-diberikan/

sumber : Google
sumber : Google

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan