Kimia Farma Diagnostika – Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu, hipertensi terjadi saat tekanan darah sistolik berada di atas 140 mmHg. Sedangkan tekanan darah normal, yakni kurang lebih 120 mmHg, semakin rendah tekanan darah semakin baik. Demikian kutipan dari American Heart Association. Namun dalam kondisi tertentu, tekanan darah rendah bisa jadi berbahaya. Gejala seseorang menderita tekanan darah rendah di antaranya pusing, pingsan, dehidrasi, kurang konsentrasi, penglihatan kabur, mual, pernapasan tak normal, kelelahan dan depresi.

Dibulan Ramadhan ini, penderita penyakit hipertensi harus bisa mengelola penyakitnya dengan baik agar bisa tetap menjalankan ibadah puasa tanpa khawatir penyakitnya akan kambuh. Memang hingga saat ini belum ada cara permanen untuk menyembuhkan secara total penyakit hipertensi. Namun gejalanya bisa dicegah agar tak semakin parah. Dilansir dari laman republika.co.id, penderita hipertensi sebaiknya mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar saat sahur dan berbuka puasa untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi. Selain itu, hindarilah makanan mengandung lemak tinggi guna mengatur tekanan darah di titik aman. Selain memperhatikan pola makan saat sahur dan berbuka, penderita hipertensi juga sebaiknya tetap melakukan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuhnya sekaligus mengendalikan tekanan darah mereka. Dan yang terpenting adalah memeriksakan tekanan darah secara rutin untuk memastikan kondisi kita, terlebih bila sudah merasakan gejala hipertensi seperti sakit kepala dan pusing.

Bagaimana Cara Penderita Hipertensi Aman Berpuasa?

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *