we kuping
Kimia Farma Diagnostika – Data terbaru WHO pada Februari 2017 ini menunjukan lebih dari 5% populasi dunia, yakni 360 juta orang, menderita gangguan pendengaran. Indikator pendengaran yang normal untuk orang dewasa ialah ketika dapat mendengar bunyi kurang dari 40 desibel. Sementara untuk anak-anak kurang dari 30 desibel. Semakin tinggi angka desibel maka semakin keras bunyi yang terdengar.

Ada beberapa tingkat gangguan pendengaran. Yang pertama, Tuli sebagian (kurang dengar). Ini terjadi ketika fungsi pendengaran telah menurun, namun masih dapat berkomunikasi baik dengan atau tanpa Alat Bantu Dengar. Selanjutnya ada tuli berat dan sangat berat. Tuli ini adalah keadaan dimana seseorang sama sekali tidak dapat mendengar tanpa bantuan Alat Bantu Dengar.

Berbagai faktor dapat menjadi penyebab gangguan pendengaran, diantaranya karena terlalu lama mendengar kebisingan, gangguan sejak lahir, proses penuaan dimana terjadi degenerasi sel-sel sensorik penerima sensasi dengar, dan adanya benda asing yang menghalangi liang telinga. Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2010 lalu, menerbitkan Pedoman Penanggulangan Gangguan Pendengaran, pedoman ini salah satuya menerangkan penyebab utama gangguan pendengaran di Indonesia yang diakibatkan oleh peradangan, umumnya peradangan saluran nafas atas seperti pilek batuk yang tak diobati. Karenanya, perlu dilakukan perawatan yang intensif dengan cara mengobati radang tenggorok dan hidung secara tepat, dan membersihkan telinga yang benar sebagai pencegahan agar pendengaran baik.

Kenalilah Tingkatan Dan Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran

Comments

comments

Tag pada:                    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *