Kenapa Harus Periksa HbA1c ?

Pengontrolan gula darah atau lebih dikenal dengan istilah self monitoring of blood glucose/SMBG, dapat dilakukan individu dalam mengendalikan kadar glukosa darah secara optimal juga dapat mencegah terjadinya serangan hipoglikemik dengan atau tanpa gejala peringatan.

Kontrol glikemik pada pasien DM dapat dilihat dari dua hal yaitu glukosa darah sesaat dan glukosa darah jangka panjang. Pemantauan glukosa darah sesaat dilakukanantara lain dengan pemeriksaan glukosa darah sewaktu, puasa dan 2 jam postprandial. Kontrol glikemik jangka panjang dievaluasi dengan kadar hemoglobin terglikasi.Glikosilasi dalam darah terjadi apabila hemoglobin bercampur dengan glukosa dengan kadar yang sangat tinggi serta rantai beta molekul hemoglobin mengikat satu gugus glukosa secara irreversibel. Glikosilasi dapat terjadi secara spontan dalam sirkulasi dan tingkat glikosilasi ini meningkat apabila kadar glukosa dalam darah tinggi.

Pada orang normal, sekitar 4-6% hemoglobin mengalami glikosilasi menjadi hemoglobin glikosilat atau hemoglobin A1c,
Kadar HbA1c merupakan kontrol glukosa jangka panjang, yang menggambarkan kondisi 8-12 minggu sebelumnya, karena paruh waktu eritrosit yang hanya selama 120 hari, ini akan mencerminkan keadaan glikemik selama 2-3 bulan maka pemeriksaan ini sangat dianjurkan sebagai monitoring dari derajat kontrol metabolisme glukosa pada pasien Diabetes Mellitus. Karena itu biasanya Pemeriksaan HbA1C untuk penyandang DM tipe I dilakukan 4 kali setahun, sedangkan untuk penyandang DM tipe 2 dianjurkan 2 kali dalam setahun.

Keuntungan dalam melakukan pemeriksaan HbA1c dalam mendiagosis DM antara lain tidak diperlukan puasa sehingga nyaman untuk pasien, hasil yang stabil untuk memantau kondisi hiperglikemik selama tiga bulan yang lalu tanpa dipengaruhi kondisi stres dan sakit. Selain itu, HbA1c dapat digunakan sebagai tes saring bagi seseorang dengan risiko tinggi terkena DM. Namun ada beberapa Kondisi yang mempengaruhi HbA1c antara lain hemoglobinopati, penyakit hati kronis, penyakit ginjal kronis, methaemoglobin, menjalani splenektomi, splenomegali, arthritis rematoid dan hipertrigliserida.

Kontrol glikemik yang baik akan berakibat pada penurun komplikasi DM. Hasil dari The United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS) menunjukkan setiap penurunan 1% HbA1c akan menurunkan risiko komplikasi sebesar 35%. UKPDS juga menemukan bahwa setiap penurunan HbA1c 1% akan menurunkan insiden kematian yang berhubungan dengan DM sebesar 21%, infark miokard 14%, penyakit pembuluh darah tepi 43% dan komplikasi mikrovaskular 37%.

Jadi, sudah terpantau kah Kadar Glukosa anda hari ini?

Comments

comments

2 tanggapan untuk “Kenapa Harus Periksa HbA1c ?

Tinggalkan Balasan