Kimia Farma Diagnostika – Kita awali pembahasan mengenai rokok dari sebuah artikel yang di muat di laman liputan 6 health. Studi menunjukkan, 87 persen kanker paru-paru fatal disebabkan oleh merokok dan orang-orang yang merokok berkesempatan menderita kanker paru-paru 22 kali lebih banyak dibanding non-perokok. Memang membahas dampak negative dari rokok tidak akan ada habis-nya. Dan perokok akan senantiasa membela diri dan rokok-nya. Namun kali ini kita akan membahas rokok dan momentum tepat untuk berhenti merokok. Menurut ahli kesehatan, berhentinya merokok itu bergantung pada kemauan seseorang. Oleh karena itu, hal yang paling penting untuk berhenti merokok adalah melakukan upaya tulus untuk berhenti merokok.

Memasuki bulan Ramadhan, setidaknya kita sudah memaksa diri kita untuk berhenti merokok selama 13 jam. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi perokok aktif yang biasa merokok dua jam sekali. Di bulan ini, kita memiliki lebih sedikit godaan berupa ajakan untuk merokok, sehingga berkurang lagi pemicu kita untuk merokok. Kini tinggal kemauan kita untuk konsisten berhenti merokok. Kemauan ini mungkin bisa kita dapatkan di bulan ini. Kenapa? Karena puasa memiliki dampak besar pada tubuh dan jiwa sehingga dapat menahan diri dari penyakit dan kecanduan. Oleh karena itu, marilah mulai menyayangi tubuh kita. Lakukan pemeriksaan rontgen paru paru untuk memulai langkah sehat di bulan yang suci ini.

Ramadhan, Momentum Untuk Berhenti Merokok

Comments

comments

Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *