Terkait-Vaksin-Palsu-Menkes-Sarankan-Imunisasi-Ulang

Kimia Farma Diagnostika – Di Indonesia, sudah menjadi hal yang lumrah jikalau bayi yang baru lahir diberikan beberapa vaksin untuk tubuhnya. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kekebalan tubuh. Namun pemberian vaksin sempat menagalami kendala oleh isu tak sedap yang berkembang di masyarakat. Isu tak sedap ini pun membuat sebagian orangtua merasa cemas dan enggan memberikan vaksin kepada anaknya. Salah satu isu yang beredar dimasyarakat adalah, Vaksinasi bisa menyebabkan autism.

Dilansir dari liputan 6 health, pada tahun 1998 dokter asal Inggris Andrew Wakefield menerbitkan sebuah penelitian di The Lancet yang menunjukkan, vaksin Mumps (campak), Morbili (beguk), dan Rubella (MMR) dapat memicu autisme. Pada tahun-tahun berikutnya, vaksinasi MMR pada anak usia 2 tahun di Inggris turun di bawah 80 persen.
Kebenaran hasil temuan tersebut mulai terungkap pada 2004 setelah wartawan Brian Deer melaporkan konflik kepentingan yang tidak diungkapkan sebelumnya. Wakefield mengajukan permohonan paten atas vaksin campaknya sendiri dan menerima uang dari seorang pengacara yang berusaha menuntut perusahaan pembuat vaksin MMR.

Fakta akhir nya terungkap, General Medical Council Inggris secara resmi menarik lisensi medis Wakefield. Adanya berbagai klaim mendorong banyak penelitian. Tidak ada bukti yang menemukan MMR menyebabkan autisme. Pada tahun 2014, sebuah makalah di Journal of American Medical Association melaporkan, tidak ada perbedaan dalam tingkat autisme antara ribuan anak yang divaksinasi dan yang tidak divaksinasi.

Vaksin Sebabkan Autism?

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *