Kimia Farma Laboratorium & Klinik

13 Faktor Risiko Serangan Jantung yang Perlu Diketahui

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2023, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Eva Susanti, menjelaskan bahwa serangan jantung menyumbang 14,38% dari total kematian di Indonesia. Data ini menunjukkan betapa seriusnya masalah kesehatan jantung di Indonesia.
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat akibat penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain yang membentuk plak di dinding arteri koroner (aterosklerosis). Ketika plak pecah, terbentuk bekuan darah yang menyumbat aliran darah, sehingga otot jantung kekurangan oksigen dan akhirnya mengalami kerusakan permanen.

Faktor Risiko Serangan Jantung

Proses terbentuknya plak dan sumbatan pada pembuluh darah jantung tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai kondisi dan kebiasaan hidup yang mempercepat kerusakan pembuluh darah serta memicu aterosklerosis. Beberapa faktor yang dapat memicu kerentanan terhadap serangan jantung antara lain:
1. Kurangnya Aktivitas Fisik
Kurangnya gerak tubuh memperlambat metabolisme dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, obesitas, dan resistensi insulin.  
2. Merokok
Nikotin dan karbon monoksida merusak dinding pembuluh darah, mempercepat pembentukan plak, dan meningkatkan risiko serangan jantung serta kematian mendadak.  
3. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Minum alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan tekanan darah dan trigliserida sehingga  terjadi risiko serangan jantung mendadak, hipertensi, stroke, dan kerusakan jantung.  
4. Kolesterol Tinggi (Dislipidemia)
Ketika kadar kolesterol jahat (LDL) dan lemak darah (trigliserida) terlalu tinggi, sementara kolesterol baik (HDL) terlalu rendah. Hal ini dapat memicu terjadinya serangan jantung akibat penumpukan lemak yang mempersempit aliran darah.  
5. Diabetes Tipe 2
Memiliki riwayat diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit jantung 2-4 kali lipat dengan mempercepat pembentukan plak dibandingkan individu tanpa diabetes.  
6. Hipertensi
Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko kerusakan pada pembuluh darah jantung sehingga semakin besar risiko serangan jantung.  
7. Obesitas (BMI Tinggi)
Kelebihan berat badan, terutama lemak perut, meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan resistensi insulin yang pada akhirnya meningkatkan beban kerja jantung dan risiko serangan jantung.  
8. Stres
Stres berkepanjangan meningkatkan hormon adrenalin dan kortisol, yang dapat menaikkan tekanan darah dan mempercepat pembentukan plak pembuluh darah sehingga memengaruhi kesehatan jantung dan memicu serangan jantung.  
9. Asam Urat (Gout)
Peradangan akibat asam urat dapat mempercepat proses aterosklerosis. Kelebihan asam urat dalam darah berperan sebagai faktor risiko tambahan, karena peradangan yang ditimpulkanya mempercepat kerusakan sel pembuluh darah.  
10. Penyakit Gusi
Infeksi gusi kronis dapat berpengaruh pada kesehatan jantung akibat mekanisme peradangan sistemik (luas).  
11. Riwayat Keluarga
Serangan jantung pada orang tua di usia muda dapat meningkatkan risiko pada anak hingga tujuh kali lipat dibanding orang tanpa riwayat keluarga yang tidak terkena serangan jantung.  
12. Usia
Setelah usia 65 tahun, risiko serangan semakin tinggi. Sekitar 80% kematian jantung terjadi pada kelompok usia ini.  
13. Jenis Kelamin
Pria memiliki risiko lebih tinggi sejak muda, sementara wanita mengalami peningkatan risiko setelah menopause karena penurunan hormon estrogen sebagai hormon pelindung.

Gejala Serangan Jantung

Selain memahami faktor risikonya, penting juga mengenali tanda-tanda serangan jantung sejak awal. Berikut tanda-tanda awal serangan jantung yang perlu kita waspadai:
  1. Nyeri dada terasa seperti ditekan atau tertindih beban dan  sesak.
  2. Nyeri yang menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung.
  3. Mual atau muntah.
  4. Keringat dingin dan kulit terasa lembab.
  5. Nyeri ulu hati atau gangguan pencernaan.
  6. Sesak napas tanpa aktivitas berat.
  7. Pusing atau vertigo.
  8. Rasa cemas berlebihan.
  9. Batuk atau mengi, terutama bila ada cairan di paru-paru.

Pertolongan Pertama dengan CPR

Serangan jantung dapat menyebabkan seseorang tiba-tiba kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas. Dalam kondisi darurat, setiap detik sangat berharga. Pertolongan pertama yang paling penting adalah melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau RJP (Resusitasi Jantung Paru) untuk menjaga aliran darah tetap berjalan hingga bantuan medis tiba.
Langkahnya cukup sederhana:
  1. Posisi tangan: letakkan pangkal tangan di tengah dada, lalu kaitkan jari-jari.
  2. Posisi tubuh: posisi bahu tegak lurus di atas tangan, siku lurus.
  3. Teknik kompresi: tekan kuat dan cepat, sekitar 100-120 kali per menit dengan kedalaman 5 cm (2 inci).
  4. Ritme: biarkan dada kembali ke posisi semula setiap kali menekan.
  5. Durasi: lanjutkan hingga penderita bernapas/mulai bergerak, orang lain mengambil alih, atau Anda tidak sanggup lagi.

Mitos dan Fakta

Mitos Fakta
Serangan jantung hanya terjadi pada orang tua. Risiko memang meningkat seiring usia, tapi serangan jantung juga bisa menyerang orang muda, terutama yang merokok, obesitas, stres, atau memiliki riwayat keluarga.
Jika tubuh sehat dan rajin olahraga, pasti aman dari serangan jantung. Olahraga memang menurunkan risiko, tapi faktor lain seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan riwayat keluarga tetap berperan.
Serangan jantung sama dengan henti jantung. Serangan jantung terjadi karena sumbatan aliran darah ke jantung, sedangkan henti jantung karena jantung berhenti berdetak. Keduanya kondisi darurat, tapi berbeda penyebab.
  Mengetahui faktor risiko dan tanda-tanda serangan jantung merupakan langkah awal yang sangat penting. Namun, langkah pencegahan tidak berhenti sampai di situ. Pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya yang berkaitan dengan jantung, menjadi kunci utama dalam mendeteksi masalah sejak dini. Dengan pemeriksaan, kondisi seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, diabetes, atau gangguan metabolisme lain dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya pun lebih efektif. Penerapan gaya hidup sehat seperti: berhenti merokok, aktif bergerak, mengelola stres, dan menjaga pola makan seimbang adalah kunci untuk melindungi jantung seumur hidup. Kimia Farma Laboratorium & Klinik hadir untuk membantu Anda menjaga kesehatan jantung. Dengan tenaga medis berpengalaman, serta berbagai pilihan paket pemeriksaan.  

Cek artikel kesehatan lainnya dan jangan lewatkan promo menarik khusus bulan ini!

                         
  • Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. (2023, September 26). Kemenkes : Penyakit Kardiovaskular Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia – Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Dinkes Aceh. Retrieved September 16, 2025, from https://dinkes.acehprov.go.id/detailpost/kemenkes-penyakit-kardiovaskular-penyebab-kematian-tertinggi-di-indonesia
  • Mayo Clinic. (2023, October 9). Heart attack-Heart attack – Symptoms & causes. Mayo Clinic. Retrieved September, 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106
  • O’Carroll, D. (2025, July 18). Heart attack: Symptoms, treatment, and causes. MedicalNewsToday. Retrieved September 9, 2025, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/151444
  • Rathore, V., Singh, N., & Mahat, R. K. (2018, January 20). Risk Factors for Acute Myocardial Infarction: A Review. Eurasian Journal of Meical Investigation. DOI: 10.14744/ejmi.2018.76486

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group