Kimia Farma Laboratorium & Klinik
✨🍴Di sini ada Tongseng, Rawon, Empal dan Gulai yang dijamin SEHAT 🍲🥩😋
Kenali Gejala TB, Cegah Penularan dan Lakukan Pemeriksaan melalui Skrining IGRA
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
- Apa itu TB?
Tuberkolosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, yang paling sering menyerang paru-paru dan dapat menyebar ke organ lain seperti ginjal, tulang, otak, dan kulit. TB juga dapat menyerang lebih dari satu bagian tubuh sekaligus, seperti menyerang paru-paru dan kelenjar getah bening. Setelah masuk ke tubuh, kuman ini dapat berada dalam kondisi laten yang artinya tidak menular dan tanpa gejala. Kondisi ini bisa terjadi pada semua bentuk TB (termasuk TB paru dan TB ekstra paru), Pada kasus TB paru, pada sekitar 5-10% kasus, terutama jika daya tahan tubuh lemah, maka infeksi ini bisa berkembang menjadi TB aktif yang menular dan bergejala seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam.
- Cara Penularan TB
TB menular melalui droplet nuclei berukuran sangat kecil (1 5 µm) yang keluar saat penderita batuk, bersin atau berbicara, kemudian partikel ini bisa mengapung di udara selama berjam-jam dan terhirup oleh orang lain hingga mencapai alveoli paru. Risiko penularan meningkat drastis di ruangan padat penduduk, dengan ventilasi buruk serta bila penderita belum memulai pengobatan. Penting untuk dicatat bahwa TB tidak menular melalui kontak fisik seperti jabat tangan, berbagi alat makan, atau transfusi darah. Oleh karena itu, pencegahan utama meliputi penerapan etika batuk yang benar, menjaga ventilasi ruangan yang baik, serta segera memulai terapi agar jumlah bakteri di dahak cepat menurun dan penularan dapat dicegah.
- Gejala dan Manifestasi Tuberkulosis (TB)
Gejalanya TB mungkin tampak ringan, namun bisa berdampak serius jika tidak ditangani segera. Pada dewasa, gejala utama Tuberkulosis paru meliputi batuk berdahak yang berlangsung selama kurang lebih 2 minggu, kadang disertai batuk berdarah, nyeri pada dada, penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, demam ringan serta keringat malam yang berlebihan. Selain paru, TB juga dapat menyerang organ lain atau yang disebut TB ekstraparu seperti pembengkakan kelenjar di leher, nyeri pada tulang belakang, meningtis tuberkulosis, atau penumpukan cairan di selaput paru. Meskipun demikian, TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dan dapat dicegah. Sebagian besar penderita TB memiliki peluang besar untuk sembuh, asalkan didiagnosis dengan cepat dan akurat serta mendapatkan pengobatan yang tepat dan dikonsumsi sesuai anjuran medis. Umumnya, pada anak-anak gejala TB meliputi batuk 2 minggu atau lebih, munculnya benjolan di leher, nafsu makan yang berkurang serta berat badan yang tidak kunjung naik maupun terus menurun. Diagnosis tuberkulosis dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu dengan:
- Tes darah TB (Interferon Gamma Release Assay/IGRA) untuk anak dan dewasa.
- Tes kulit TB (Mantoux Tuberculin Skin Test/TST) untuk anak.
- Tes dahak (mikroskopis dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen) untuk mendeteksi bakteri TB
- Pemeriksaan TB: IGRA Screening
Pemeriksaan IGRA (Interferon Gamma Release Assay) adalah pemeriksaan tes darah modern yang dirancang untuk mendeteksi orang dengan risiko tinggi terkena TBC laten yaitu saat kuman sudah masuk ke tubuh namun belum menimbulkan gejala aktif, misalnya: petugas kesehatan, pasien dengan HIV, pasien diabetes, atau orang yang tinggal serumah dengan pasien TB. Tes ini bekerja dengan mengukur respons sistem imun kekebalan tubuh, (khususnya sel T) merespons protein khusus terhadap bakteri penyebab TB (Mycobacterium Tuberculosis). Prosesnya pemeriksaan IGRA cukup sederhana dan efisien, hanya membutuhkan satu kali pengambilan darah dan hasilnya dapat diperoleh dalam waktu 8 hingga 32 jam. IGRA tidak akan memberikan hasil positif palsu akibat vaksin BCG, yang sering menjadi kelemahan tes tuberkulin. Cocok untuk negara seperti Indonesia di mana hampir semua orang sudah mendapat vaksin BCG sejak kecil, sehingga tidak perlu ada rasa khawatir hasil tes akan positif hanya karena riwayat imunisasi.
Dua jenis tes IGRA yang saat ini tersedia secara luas di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk di Indonesia, yaitu:- QuantiFERON®-TB Gold Plus (QFT-Plus) dan,
- T-SPOT®.TB.
Perbandingan QFT-Plus dan T-Spot
| Karakteristik | QFT – Plus | Titik – t |
| Waktu pengerjaan | Dalam waktu 16 jam (darah utuh) | Dalam waktu 8 sampai 32 jam (sel darah) |
| Antigen M.tuberculosis | ESAT-6 dan CFP-10 | ESAT-6 dan CFP-10 |
| Pengukuran | Konsentrasi IFN-γ | Jumlah sel penghasil IFN-γ (bintik) |
| Hasil yang mungkin | Positif, negatif, tak tentu | Positif, negatif, tidak valid, batas |
Referensi
- Centers for Disease Control and Prevention. Tuberkulosis: About Tuberculosis (2025, Januari 17). Retrieved from. https://www.cdc.gov/tb/about/index.html
- Centers for Disease Control and Prevention. Tuberkulosis: Clinical Testing Guidance for Tuberculosis : Interferon Gamma Release Assay (2024, May 9). Retrieved from. https://www-cdc-gov.translate.goog/tb/hcp/testing-diagnosis/interferon-gamma-release-assay.html?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
- Kemenkes RI. Tuberkulosis. Ayo Sehat. Retrieved from. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/pencegahan-infeksi-bagi-bayi-dan-balita/tuberkulosis
- Kemenkes RI. (2024, July 30. Panduan Lengkap Pengobatan Tuberkulosis: Cara Efektif Mengatasi TB. Kemenkes RI. Retrieved from. https://www.tbindonesia.or.id/panduan-lengkap-pengobatan-tuberkulosis-cara-efektif-mengatasi-tbc/
- Kemenkes RI. (2024, Maret 24). Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2024: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis GIAT). Kemenkes RI. Retrieved from. https://www.tbindonesia.or.id/peringatan-hari-tuberkulosis-sedunia-2024-gerakan-indonesia-akhiri-tuberkulosis-giat/.
- Kemenkes RI. (2025, Maret 25). Aksi Nyata Percepatan Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia. Kemenkes RI. Retrieved from: https://kemkes.go.id/id/rilis-kesehatan/ 47510
- Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. (2021). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis (PNPK) – Revisi. Retrievedfrom https://www.tbindonesia.or.id/wp content/uploads/2021/06/UMUM_PNPK_revisi.pdf
- (2023, November 7). Global Tuberculosis Report 2023. Word Health Organization. Retrieved from: https://www.who.int/publications/i/item/978924008 3851


