Kimia Farma Laboratorium & Klinik
✨🍴Di sini ada Tongseng, Rawon, Empal dan Gulai yang dijamin SEHAT 🍲🥩😋
Momen Lebaran Makin Bermakna Saat Tubuh Tetap Fit
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
- Melakukan Konsultasi & Pemeriksaan Oleh Tenaga Medis/Kesehatan Sesuai Usia dan Faktor Risiko
Melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan (dokter atau perawat) untuk mendiskusikan layanan pemeriksaan dan preventif yang tepat sesuai kebutuhan kesehatan.
Prioritaskan skrining yang relevan dengan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan. Evaluasi tekanan darah, gula darah, dan profil lipid menjadi penting terutama bagi individu dengan risiko metabolik, dan konsultasikan ke dokter apabila merasakan kondisi tidak stabil.
- Mengutamakan Tindakan Preventif yang Terbukti Manfaatnya
Contoh tindakan preventif adalah Vaksinasi, Injeksi Vitamin, Menjaga kebersihan tangan & etika batuk, memastikan obat rutin tersedia. Langkah ini membantu menjaga kondisi tubuh tetap baik saat aktivitas meningkat di hari raya.
- Memberikan Perhatian Khusus Untuk Lansia
Pada usia di atas 65 tahun, kunjungan preventif yang berfokus pada penilaian risiko dan konseling kesehatan terbukti membantu mempertahankan kemandirian serta menurunkan risiko komplikasi.
Tips Menghadapi Perjalanan Saat Mudik Perjalanan mudik yang jauh, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, dapat menimbulkan kelelahan. Kondisi ini muncul akibat durasi duduk yang panjang, ruang gerak terbatas, perubahan lingkungan, serta gangguan pola tidur. Gejalanya meliputi kelelahan di siang hari, sulit konsentrasi, gangguan tidur, hingga masalah pencernaan. Agar Perjalanan tetap aman dan nyaman, lakukan beberapa persiapan berikut:- Sebelum Berangkat (Pre-travel)
-
- Sleep banking: Sebelum hari keberangkatan, upayakan tidur lebih cukup 7 – 9 jam sebelum perjalanan jauh untuk “menabung” energi dan meminimalkan dampak kurang tidur selama perjalanan.
-
- Perencanaan nutrisi dan hidrasi: Menyiapkan camilan sehat dan mineral agar menghindari mengonsumsi makanan tinggi lemak atau gula secara berlebihan di perjalanan, perbanyak buah, sayur dan air putih.
-
- Persiapan medis: Pastikan vaksinasi lengkap sesuai kebutuhan dan siapkan obat pribadi, terutama bagi penderita penyakit kronis, pemeriksaan Kesehatan pra – perjalanan (Medical Check-Up), menyiapkan kotak P3K.
- Selama Perjalanan
-
- Optimalkan kenyamanan istirahat: menggunakan penutup mata, penyumbat telinga, atau bantal leher untuk meningkatkan kualitas tidur singkat di kendaraan.
-
- Istirahat setiap 2 – 4 jam saat berkendara
-
- Aktif bergerak secara berkala: manfaatkan waktu di rest area untuk berjalan kaki dan melakukan peregangan untuk menjaga sirkulasi darah.
-
- Gunakan pakaian nyaman: pada saat perjalanan panjang pilih pakaian longgar
-
- Kelola pola makan dan minum: hindari kafein setidaknya enam jam sebelum waktu tidur dan batasi konsumsi makanan berat dalam satu waktu. Pilih porsi kecil tetapi lebih sering untuk menjaga kenyamanan pencernaan.
- Setelah Tiba (Post-travel)
-
- Istirahat yang efektif: tidur siang singkat yang berkualitas dapat membantu pemulihan energi tanpa mengganggu ritme tidur malam.
-
- Atasi gangguan pencernaan yang tepat: perbanyak air dan serat jika mengalami sembelit. Bila terjadi diare jaga hidrasi dengan minum sedikit demi sedikit namun sering
-
- Mulai aktivitas ringan: lakukan aktivitas fisik dengan intensitas rendah hingga edang pada hari pertama untuk membantu tubuh beradaptasi kembali.
- Waspadai Asupan Lemak dan Gula
Mengonsumsi lemak dan minuman manis berlebih terbukti berkorelasi dengan peningkatan berat badan dan kadar gula darah. Batasi mengonsumsi makanan bersantan, lemak, dan tinggi gula.
- Terapkan Pola Makan Seimbang
Batasi makanan berlemak tinggi, kurangi kue manis dan minuman bergula. Perbanyak mengonsumsi sayuran, buah, dan sumber protein berkualitas, makan dalam porsi kecil namun terkontrol. Mengonsumsi lebih banyak protein nabati serta sayuran terbukti memiliki dampak positif pada kesehatan dan membantu mengontrol indeks massa tubuh (BMI).
- Kurangi Intensitas Ngemil
Kebiasaan ngemil yang terlalu sering di antara waktu utama berkontribusi pada surplus kalori. Tentukan maksimal 1 – 2 porsi kue kecil, hindari ngemil terus-terusan, dan beri jeda 2- 3 jam antar asupan. Pilih camilan sehat seperti buah dibandingkan kue kering yang tinggi kalori. Tentukan maksimal 1 – 2 porsi kue kecil, hindari ngemil terus-terusan, dan beri jeda 2- 3 jam antar asupan. Pilih camilan sehat seperti buah dibandingkan kue kering yang tinggi kalori.
- Tetap Aktif Bergerak
Penurunan aktivitas fisik selama libur panjang menjadi faktor utama kenaikan berat badan. Usahakan untuk tetap melakukan aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang di sela-sela libur Panjang, seperti berjalan kaki, peregangan di pagi hari, dll.
- Praktikkan Mindful Eating
Makan dengan kesadaran penuh membantu mengenali sinyal “kenyang” dan mencegah mengonsumsi makanan berlebihan akibat dorongan emosional atau sosial.
Waspada Penyakit Pasca-Lebaran Setelah masa puasa berakhir, transisi menuju perayaan Idul Fitri membawa tantangan kesehatan tersendiri, terutama terkait perubahan pola makan yang drastis. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, diantaranya:- Lonjakan Gula Darah (Hiperglikemia)
Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan dapat memicu kenaikan glukosa darah secara signifikan, terutama pada penderita diabetes. Kontrol porsi & frekuensi ngemil, dan pantau gula darah secara berkala serta minum obat secara rutin.
- Komplikasi Akut Diabetes
Perubahan akibat diet drastis dapat meningkatkan risiko ketoasidosis diabetikum (komplikasi diabetes) dan hiperglikemia berat (glukosa tinggi), khususnya pada individu dengan kontrol glikemik yang kurang baik sebelumnya.
- Gangguan Metabolik Akibat Makanan Berlemak dan Asin
Asupan tinggi lemak dan garam dapat memperburuk tekanan darah, kadar kolesterol, hipertensi, penyakit ginjal, dan fungsi jantung.
- Risiko Dehidrasi dan Penyumbatan
Perubahan aktivitas dan kurangnya asupan cairan meningkatkan potensi dehidrasi serta gangguan tromboemboli (penyumbatan pembuluh darah.)
- Dampak Psikologis
Tekanan sosial saat perayaan dapat memicu stres, terutama bagi individu dengan pembatasan diet ketat atau kondisi kesehatan kronis.
- Gangguan Pencernaan (Dispepsia, Diare, Gerd)
Kondisi makan berlebihan berlemak/santan, pedas, manis, dan hygiene kurang baik dapat memicu penyakit tersebut. Batasi gula, garam, dan lemak serta perbanyak minum air putih, dan makanan berserat.
| Mitos | Fakta |
| Selama tidak merasa sakit, tidak perlu cek kesehatan sebelum atau sesudah Lebaran. | Banyak gangguan metabolik seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Pemeriksaan berbasis risiko membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum muncul keluhan. |
| Kenaikan berat badan setelah Lebaran pasti akan turun sendiri. | Tanpa pengaturan ulang pola makan dan aktivitas fisik, kenaikan berat badan cenderung menetap dan berpotensi menjadi faktor risiko penyakit metabolik jangka panjang. |
| Tidak perlu olahraga selama libur Lebaran karena tubuh masih dalam masa “pemulihan” setelah puasa. | Aktivitas fisik ringan hingga sedang justru membantu tubuh beradaptasi kembali dengan pola makan normal dan menjaga kestabilan gula darah. |
Referensi
- Birtwhistle, R., Bell, N. R., Thombs, B. D., Grad, R., & Dickinson, J. A. (2017, November). Periodic preventive health visits: a more appropriate approach to delivering preventive services. The Official Journal of the College of Family Physicians of Canada, 63(11), 824-826. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5685441/
- Gazzaz, Z. J., Baig, M., Kanpurwala, M. A., Jamil, T., Mojaddidi, M. A., & Murad, M. A. (2022, August 16). Eid- al- Fitr festivity and Ramadan fasting attitude among individuals with diabetes from Saudi Arabia and Pakistan: a cross- sectional study. BMJ Open, 12(9). https://doi.org/10.1136/bmjopen-2021-054902
- Janse van Rensburg, D. C., Rensburg, A. J. v., Fowler, P. M., Bender, A. M., Stevans, D., Sullivan, K. O., Fullagar, H. H. K., Alonso, J., Biggins, M., Claassen‑Smithers, A., Collins, R., Dohi, M., Driller, M. W., Dunican, I. C., Gupta, L., Halson, S. L., Lastella, M., Miles, K. H., Nedelec, M., … Botha, T. (2021, July 14). Managing Travel Fatigue and Jet Lag in Athletes: A Review and Consensus Statement. Springer Nature Link, 51, 2029-2050. https://link-springer-com.unpad.idm.oclc.org/article/10.1007/s40279-021-01502-0
- Mektebi, A., Bozlar, M. A., Kanjo, N., Al-Jebaili, M. M., Nasrallah, Y., Faris, M., Khan, M. A., & ISRI Reasearch Group. (2025, February 05). Body Weight Changes During Ramadan Intermittent Fasting: ACross-Sectional Study of Healthy Adults in Turkey. Wiley Online Library, 2025(1). https://doi.org/10.1155/jnme/8851660
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang pedoman gizi seimbang. Kementerian Kesehatan RI.
- Gropper, S. S., Smith, J. L., & Carr, T. P. (2020). Advanced nutrition and human metabolism (7th ed.). Cengage Learning.
- Mahan, L. K., & Raymond, J. L. (2017). Krause’s food & the nutrition care process (14th ed.). Elsevier.


