Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Tak kenal maka Tak sayang: Kenalan dengan cara penggunaan semaglutide yuk

Pernahkah sahabat Kaef bertanya mengapa susah sekali menurunkan berat badan meski sudah diet ketat dan rajin berolahraga? Ternyata, obesitas bukan sekadar akibat makan berlebih atau kurang menjalani aktivitas fisik, obesitas adalah penyakit kronis yang melibatkan mekanisme biologis kompleks di dalam tubuh.
World Health Organization  (WHO) Menyatakan bahwa prevalensi individu dengan obesitas dewasa meningkat hampir tiga kali lipat sejak tahun 1975. Pada tahun 2016, lebih dari 1,9 miliar penduduk dewasa termasuk dalam berat badan berlebih (BB lebih), dan 650 juta penduduk obesitas. 
Oleh karena itu semaglutide hadir sebagai terobosan medis yang saat ini sedang banyak diperbincangkan. Terapi ini telah melewati serangkaian uji klinis ketat dan kini mendapat rekomendasi resmi dari WHO. Namun, seperti halnya semua terapi medis lainnya, Sahabat Kaef perlu mengetahui manfaat, cara kerja, serta penggunaanya dengan benar sebelum mencoba.
Apa Itu Semaglutide: 
Semaglutide adalah obat yang termasuk ke dalam kelas Glucagon-Like Peptide-1 receptor agonist (GLP-1) dengan 94% sekuen homolog dengan GLP-1 manusia. Awalnya obat ini dikembangkan untuk mengobati diabetes tipe 2, namun kemudian ditemukan bahwa terapi ini juga memiliki efek signifikan dalam menurunkan berat badan. Saat ini, semaglutide tersedia dalam dua bentuk: semaglutide dalam bentuk suntikan yang diberikan seminggu sekali, dan dalam bentuk tablet oral yang dikonsumsi setiap hari. Penggunaannya wajib berada di bawah pengawasan dokter.
Dosis Dan Cara Penggunaan Semaglutide: 
Semaglutide  awalnya digunakan dengan dosis rendah lalu secara bertahap akan ditingkatkan sesuai dengan toleransi tubuh dan respon tubuh terhadap pengobatan. Namun, penting untuk mengikuti anjuran dokter terkait dosis dan cara penggunaan Semaglutide. Metode ini digunakan dengan cara menyuntikkannya ke paha, perut, atau lengan atas. Berikut adalah dosis yang perlu diperhatikan selama pemakaian Semaglutide sebagai berikut:  
Semaglutide Dalam Bentuk Suntikan 
  • Minggu 1-4 : pemberian dosis awal 0,25 mg/minggu 
  • Minggu 5-8 : dosis dinaikan menjadi 05, mg/minggu
  • Minggu 9-12 : dosis kembali dinaikan menjadi 1,0 mg/minggu 
  • Minggu 13-16 : dosis ditingkatkan menjadi 1.7 mg/minggu 
  • Minggu 17 ke atas: pemberian dosis berada di angka 2,4 mg/minggu (jika tubuh dapat mentoleransi dosis  yang diberikan).
Semaglutide Dalam Bentuk Tablet (oral)  : 
  • Bulan 1 : dosis awal berada di antara 3 mg, diminum sekali dalam satu hari 
  • Bulan ke 2: dosis dinaikkan menjadi 7 mg, diminum satu kali sehari 
  • Bulan selanjutnya: dosis berada di 14 mg, diminum satu kali sehari (jika diperlukan dan sesuai anjuran dokter) 
Cara Menggunakan Semaglutide Suntikan Dengan Benar 
Pastikan untuk menggunakan semaglutide sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh dokter dan petunjuk yang sudah tertera di label kemasan. Disarankan untuk tidak menambah atau mengurangi dosis yang diberikan tanpa sepengetahuan dokter. berikut merupakan beberapa panduan dalam penggunaan semaglutide: 
1. Apabila menggunakan semaglutide sediaan tablet, minumlah obat ini 30 menit sebelum sarapan. Telan tablet semaglutide secara utuh dengan air putih, tanpa dibelah, dikunyah, atau digerus terlebih dahulu.
2. Apabila penggunaan semaglutide tablet terlewat, segera minum obat ini saat teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan minumlah obat ini pada jadwal selanjutnya tanpa menggandakan dosis.
3.  Apabila menggunakan semaglutide suntik, maka keluarkan  suntikan semaglutide dari lemari es 30 menit sebelum penggunaan agar mencapai suhu ruangan. 
6. Periksa cairan di dalam suntikan: pastikan cairan jernih, tidak berwarna, dan tidak mengandung partikel. jangan gunakan jika cairan membeku, keruh, atau berubah warna.
7. Pilih lokasi suntikan: Semaglutide dapat digunakan di perut, paha, atau lengan atas. lokasi penyuntikan harus berbeda setiap minggu untuk mencegah lipodistrofi (penebalan jaringan).
8. Bersihkan area yang akan disuntik dengan kapas alkohol 70%. Tunggu hingga kering.
9. Pasang jarum baru yang steril setiap kali akan menyuntik. Jangan berbagi jarum dengan siapapun.
10. Cubit kulit secara lembut, masukkan jarum dengan sudut 90 derajat, tekan tombol penyuntik hingga obat habis.
11. Tahan selama 6 detik sebelum menarik jarum untuk memastikan seluruh dosis masuk.
12. Lepas jarum dan buang ke wadah benda tajam (safety box). Jangan recap jarum.
13. Semaglutide suntik dapat diberikan kapan saja (tidak tergantung waktu makan), pada hari yang sama setiap minggunya. Jika lupa, gunakan sesegera mungkin selama masih dalam 5 hari setelah jadwal. Jika sudah lebih dari 5 hari, lewati dan lanjutkan jadwal berikutnya.
Penyimpanan Semaglutide Suntikan 
  • Suntikan Belum dibuka: Simpan di kulkas (2–8°C), jangan dibekukan.
  • Saat Sudah digunakan: Dapat disimpan di kulkas (2–8°C) atau di suhu ruangan di bawah 30°C, maksimal 56 hari (8 minggu) 
  • Jauhkan dari sinar matahari langsung dan panas berlebih.
Pemantauan Selama Terapi: Apa yang Harus Diperhatikan?
Pada saat melakukan terapi Semaglutide terdapat beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan untuk memantau kondisi pasien dan meminimalisir kondisi kompleks. berikut merupakan 2 pemeriksaan yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakan terapi semaglutide, yaitu: 
Pemeriksaan Laboratorium 
1. HbA1c & Glukosa Darah Puasa: Melakukan pemantauan terkait gula darah dan menilai respon tubuh dari pemberian terapi Semaglutide
2. Profil Lipid (kolesterol total, LDL, HDL , Trigliserida)  : Melakukan evaluasi terkait perbaikan profil metabolik selama terapi
3. Fungsi Ginjal: Memastikan ginjal bekerja dengan baik seperti pengecekan Ureum, kreatinin, dan GFR
4. Fungsi Hati : Melakukan pemantauan dari dampak terapi pada hati seperti SGOT, SGPT, dan albumin 
5. Amilase & Lipase (SGOT,SGPT,Albumin) : Melakukan skrining dini terhadap risiko pankreatitis (pada pasien dengan gejala sebelumnya) 
6. Fungsi Tiroid (TSH) : Obat berbasis semaglutide memiliki peringatan terkait dengan potensi risiko tumor tiroid jenis medullary thyroid carcinoma (MTC). Sehingga GLP-1 tidak dianjurkan pada pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga MTC maupun Multiple Endocrine Neoplasia type 2 (MEN 2)
7. Berat badan, IMT & Lingkar Pinggang : Mengukur respon terapi secara berkala dan objektif
Pemantauan Klinis Rutin
  • Pantau tanda-tanda hipoglikemia, terutama jika digunakan bersamaan dengan obat diabetes lain (misalnya insulin atau sulfonilurea).
  • Evaluasi gejala gastrointestinal: mual, muntah, dan diare yang berat atau berkepanjangan harus segera dilaporkan kepada dokter.
  • Waspadai tanda dehidrasi akibat diare/muntah hebat, karena dapat memicu gagal ginjal akut.
  •  Perhatikan benjolan di leher, suara serak, atau kesulitan menelan — ini bisa menjadi tanda tumor tiroid yang perlu dievaluasi segera.
  • Pantau tanda-tanda pankreatitis: nyeri perut berat yang menjalar ke punggung, mual dan muntah parah yang tidak membaik.
Kapan Harus Ke Dokter ?
Seperti yang dijelaskan diatas bahwa penggunaan semaglutide harus dengan pengawasan dokter dikarenakan butuh pengawasan dan perawatan yang intensif, berikut merupakan beberapa kondisi ketika pasien mengalami hal serupa dan mengharuskannya untuk berkonsultasi lebih lanjut: 
1. Alami nyeri perut parah atau muntah terus-menerus, hal ini dapat menjadi tanda pankreatitis.
2. Memiliki riwayat gangguan tiroid, terutama kanker tiroid meduler dalam silsilah keluarganya. 
3. Memiliki riwayat penyakit ginjal atau hati.
4. Berat badan tidak juga turun meskipun sudah menggunakan obat sesuai dosis dan rekomendasi dokter.
5. Timbul gejala reaksi dari alergi, seperti terdapat bengkak di area wajah, sesak napas, atau memiliki ruam parah.
Mendapatkan Hasil Yang Optimal 
Semaglutide memang merupakan terapi untuk menurunkan berat badan. Tetapi jika hanya menggunakan Semaglutide saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang. Berikut merupakan 3 pilar yang akan membuat penggunaan terapi Semaglutide semakin berhasil, yuk simak penjelasannya dibawah ini: 
  •  Pola makan: Melakukan diet seimbang yang rendah kalori, kaya akan serat, protein, dan lemak omega 3
  • Melakukan aktivitas fisik : Setiap hari minimal 150 menit melakukan olahraga, seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, lari, dan lainnya 
  • Melakukan pemantauan rutin: melakukan pemantauan secara berkala dan konsultasi dengan dokter untuk mengoptimalkan penurunan berat badan, tekanan darah, dan hal lainnya.
Mitos Fakta Cara Penggunaan Semaglutide 
Mitos  Fakta 
Mengonsumsi semaglutide dalam bentuk tablet dapat dikunyah atau digerus Jika mengonsumsi semaglutide dalam bentuk tablet maka tablet harus dikonsumsi dalam ukuran utuh tanpa dikunyah, digerus atau dipotong.
Sebelum dan pada saat menjalankan terapi Semaglutide tidak harus melakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu dan langsung konsultasikan dengan dokter saja Sebelum dan pada saat melakukan terapi semaglutide seseorang harus melakukan tes laboratorium untuk pemeriksaan lebih dalam dan menyeluruh sehingga ketika sesi konsultasi dengan dokter, mereka sudah memiliki hasil lab laboratorium pasien dan memudahkan mereka untuk memberikan pelayanan dan penanganan yang terbaik. 
GLP-1 atau yang dikenal dengan terapi semaglutide tidak harus digunakan terus menerus dan hanya dapat dikonsumsi jika ingin mengurangi berat badan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka pasien harus menggunakan terapi semaglutide dengan konsisten dan juga diikuti dengan pola makan yang sehat dan melakukan aktifitas fisik yang rutin.
Penutup 
Semaglutide merupakan sebuah terobosan besar dalam bidang kesehatan beberapa tahun terakhir. Obat ini bekerja dengan membantu mengontrol rasa lapar sekaligus memperbaiki regulasi metabolisme glukosa di dalam tubuh. Secara Klinis, semaglutide terbukti  membantu pasien obesitas untuk menurunkan berat badan secara signifikan. Serta mengurangi adanya komplikasi metabolik dan kardiovaskular. Keberhasilan program penurunan berat badan bergantung pada obat, tetapi konsistensi dalam menjaga pola makan sehat, olahraga rutin, dan pemantauan kesehatan secara berkala bersama tenaga medis. 
Obesitas adalah penyakit yang dapat ditangani, dan kalian tidak harus berjuang sendirian. Klinik Kimia Farma saat ini menghadirkan layanan Weight Care Management, sebagai program pendampingan penurunan berat badan dengan pendekatan klinis yang didampingi oleh tenaga medis profesional. Segera Kunjungi Kimia Farma Klinik terdekat atau hubungi kami untuk membuat janji konsultasi. 
 

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group