Kimia Farma Laboratorium & Klinik
✨🍴Di sini ada Tongseng, Rawon, Empal dan Gulai yang dijamin SEHAT 🍲🥩😋
Nunggu Tua Baru Cek Kolesterol? Anak Muda Juga Bisa Kena Loh!
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
Anda sering kesemutan? Apalagi setelah makan makanan tinggi lemak, pasti badan langsung ga enak, entah pusing, tangan ataupun kaki terasa berat bahkan nyeri. Eits, jangan dibiarin! Jangan-jangan kamu kena gejala kolesterol tinggi. Apalagi usia kamu masih muda? Darurat nih! Hati-hati kolesterol tinggi itu tidak memandang usia. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menghampiri tubuh para anak muda, meskipun gelaja klinisnya dapat bervariasi. Apa Saja Penyebab Kolesterol Tinggi Pada Anak Muda? 1. Gaya Hidup yang Tidak Sehat Gaya hidup tidak sehat menjadi faktor utama yang secara langsung menyebabkan peningkatan kadar kolesterol pada anak muda. Kebiasaan seperti mengonsumsi makanan berlemak tinggi, jarang berolahraga, dan merokok mengakibatkan tingginya kadar kolesterol pada anak muda. Anak muda dengan gaya hidup sibuk dan kurang memperhatikan asupan nutrisi, mereka tiga kali lebih berisiko mengembangkan hiperkolesterolemia (kadar kolesterol terlalu tinggi) dibandingkan anak muda yang menerapkan pola hidup sehat. 2. Obesitas Obesitas bukan hanya mempengaruhi penampilan anak muda, tetapi menjadi kondisi serius dalam mempengaruhi metabolisme kolesterol pada tubuh. Akibat dari obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin, yang kemudian memicu hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol jahat (LDL) dan mengurangi kolesterol baik (HDL). Berat badan berlebihan bisa membuat orang di usia muda terkena kolesterol tinggi. Riset menunjukkan makin naik indeks massa tubuh, makin naik juga kadar kolesterol total. Bahkan kenaikan sedikit saja bisa bikin kolesterol ikut naik. 3. Kurangnya Aktivitas Fisik Kebiasaan duduk seharian bikin tubuh malas bakar lemak. Akibatnya, kolesterol baik (HDL) bisa turun, trigliserida naik, dan metabolisme jadi berantakan. Makanya penting banget buat aktif bergerak, minimal olahraga 150 menit seminggu supaya kolesterol tetap seimbang. 4. Pola Makan yang Tidak Sehat Terlalu seringnya mengkonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gorengan, daging olahan, makanan cepat saji, serta minuman tinggi gula dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Jika pola makan ini rutin dikonsumsi maka risiko penyakit jantung dan stroke semakin besar. 5. Faktor Genetik Kolesterol tinggi juga bisa diturunkan dari faktor keluarga. Kondisi ini disebut familial hypercholesterolemia (FH), yaitu kelainan genetik yang membuat kadar kolesterol tetap tinggi sejak muda, walaupun sudah menjaga pola makan dan berolahraga. Seseorang yang mengalami familial hypercholesterolemia (FH) memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung lebih awal. Umumnya, FH biasanya menunjukkan kadar LDL sangat tinggi (>190 mg/dL). Ciri-ciri Gejala Kolesterol Tinggi? Kolesterol tinggi seringkali tidak menimbulkan gejala apapun diawal bahkan anak muda banyak yang tidak menyadarinya. Berikut tanda yang perlu tubuh Anda waspadai sebagai sinyal dari gejala kolesterol tinggi: 1. Nyeri Pada Dada Sebelah Kiri Kolesterol tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan aterosklerosis, yaitu penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah, yang pada akhirnya bisa menimbulkan nyeri dada bila aliran darah ke jantung terganggu akibat penyumbatan pembuluh darah jantung. 2. Sakit Kepala Belakang Meskipun pusing atau sakit kepala tidak selalu berhubungan dengan kolesterol tinggi, pusing dapat terjadi akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Risiko stroke akan meningkat bila aterosklerosis sudah menimbulkan penyempitan berat pada pembuluh darah otak. Gejala lain yang sering menyertai adalah rasa kaku atau pegal di tengkuk & pundak akibat aliran darah ke otot leher tidak lancar. 3. Kram atau Kesemutan Kesemutan bisa muncul bila terjadi gangguan sirkulasi akibat aterosklerosis lanjut. Kolesterol tinggi juga dapat memicu gangguan pada sistem saraf tubuh, sehingga menimbulkan keluhan berupa kram atau kesemutan. 4. Xanthelasma Terdapat dua kondisi berbeda yaitu adanya xanthoma & xanthelasma. Xanthoma merupakan penumpukan lemak di area lipatan tubuh seperti lutut, siku, atau tumit. Sementara itu, xanthelasma muncul sebagai bercak kekuningan di sudut kelopak mata yang perlahan dapat membesar. 5. Mudah Mengantuk Mengantuk dan mudah lelah bisa jadi sinyal bahaya. Kolesterol tinggi memang tidak menyebabkan kantuk langsung. Namun, mengantuk lebih berkaitan dengan kurang tidur, gangguan metabolik, atau anemia. Selain itu, Kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke otak, menyebabkan penyempitan hingga penyumbatan total pembuluh darah. Dampaknya, tubuh lebih cepat mengantuk, disertai rasa lelah, lesu, dan lemah. Mitos & Fakta Mengenai Kolesterol
Kesimpulan Kolesterol tinggi bukan hanya masalah pada usia lanjut, tetapi juga dapat dialami anak muda. Kondisi ini sering dipicu oleh gaya hidup tidak sehat seperti obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak jenuh, serta faktor genetik. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dada, sakit kepala, kesemutan, rasa mudah mengantuk, hingga munculnya bercak kekuningan di sekitar mata (xanthelasma). Untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke, anak muda disarankan menjaga pola hidup sehat, mengatur berat badan, rutin berolahraga, memperhatikan asupan makanan, serta melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala di Kimia Farma Laboratorium & Klinik terdekat dan lakukan pemeriksaan bersama tenaga medis yang siap membantu menjaga kesehatan Anda dan keluarga.
| Mitos | Fakta |
| Kolesterol tinggi hanya menyerang orang tua. | Menurut riset Badan Litbangkes, anak muda (usia 15-39 tahun) tetap berisiko mengalami dislipidemia (kondisi ketika kadar trigliserida, HDL, LDL, atau kolesterol dalam darah berada di atas batas normal). Oleh karena itu, skrining selektif perlu dilakukan terutama pada anak muda yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, diabetes, atau kebiasaan merokok. |
| Hanya orang gemuk yang beresiko kolesterol tinggi. | Kadar kolesterol nggak normal atau dislipidemia bisa terjadi meski berat badanmu normal. Jadi bukan cuma orang gemuk yang berisiko, pola makan, kebiasaan merokok, dan faktor genetik juga bisa bikin kadar kolesterol bermasalah. |
| Kolesterol Tinggi=Pasti Penyakit Jantung. | Kolesterol tinggi menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, tetapi tidak semua penderita kolesterol tinggi secara langsung terkena penyakit jantung. Risiko akan meningkat ketika disertai faktor lain seperti hipertensi, diabetes, dan gaya hidup tidak sehat, serta riwayat penyakit keluarga. |
| Cek kolesterol satu kali di usia muda sudah cukup. | Pemeriksaan kolesterol perlu dilakukan secara berkala. Pedoman internasional menyarankan skrining sejak usia 20 tahun dan diulang tiap 4-6 tahun, atau lebih sering bila ada faktor risiko (misalnya riwayat keluarga, obesitas, diabetes, hipertensi, atau merokok). |
Cek artikel kesehatan lainnya dan jangan lewatkan promo menarik khusus bulan ini!
Referensi
- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. (2022). Pedoman tatalaksana dislipidemia. Jakarta: PERKI.
- Piercy KL, et al. (2018). Physical Activity Guidelines for Americans, 2nd edition.
- Triharyanto, B. (2020). Cara mudah mengontrol kolesterol. Kreatifa Prima.
- World Health Organization. (2020). Healthy diet. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet


