Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Ibu Hamil Perlu Tahu! Bahaya Diabetes Gestasional untuk Ibu dan Bayi

Anda sedang hamil? atau sedang merencanakan kehamilan? Anda perlu mewaspadai diabetes gestasional, terutama jika memiliki riwayat diabetes. Jangan salah, diabetes gestasional bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda, baik yang memiliki riwayat diabetes maupun tidak.
Apa itu Diabetes Gestasional?
Diabetes gestasional adalah kondisi kadar gula tinggi pada ibu hamil, biasanya muncul pada awal kehamilan. Jika kondisi ini diabaikan, dapat membuat tubuh sulit menjaga keseimbangan gula darah.
  
Penyebab Diabetes Gestasional
Hingga kini, penyebab pasti diabetes gestasional pada ibu hamil belum diketahui. Namun, terdapat beberapa faktor yang berperan, antara lain:
1. Peningkatan Resistensi Insulin Akibat Hormon Kehamilan (Placental Hormones)
Saat hamil, plasenta memproduksi hormon seperti human placental lactogen (hPL), progesteron, kortisol, dan estrogen. Hormon-hormon ini penting untuk menjaga nutrisi janin, namun dapat menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Jika pankreas tidak mampu menghasilkan insulin tambahan, kadar gula darah akan meningkat dan memicu diabetes gestasional.
2. Kondisi Metabolik yang Sudah Ada Sebelum Hamil (Pre-existing Insulin Resistance/Prediabetes)
Ibu yang sudah memiliki risiko metabolik seperti obesitas, sindrom metabolik, atau prediabetes cenderung lebih mudah mengalami lonjakan gula darah saat hamil. Sering kali diabetes gestasional tidak muncul tiba-tiba, melainkan dipicu oleh kondisi yang sudah ada sejak sebelum kehamilan.
3. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Jika ada anggota keluarga dengan diabetes tipe 2, risiko ibu hamil atau calon ibu untuk terkena diabetes gestasional juga lebih tinggi. Faktor genetik dapat membuat ibu hamil atau calon ibu lebih rentan mengalami gangguan produksi atau kerja insulin dan kehamilan sering kali menjadi pemicu pertama gejala tersebut. Risiko akan semakin meningkat pada ibu berusia >25 tahun, kurang aktivitas fisik, atau memiliki pola makan tinggi gula dan lemak.
Bahaya Jika Diabetes Gestasional Diabaikan
Diabetes gestasional tidak boleh dianggap sepele karena bisa berdampak pada ibu maupun bayi.
Risiko Pada Ibu:
  • Tekanan darah tinggi dan preeklampsia (peningkatan tekanan darah dalam kehamilan).
  • Berpotensi melahirkan secara caesar akibat ukuran janin yang besar (macrosomic baby).
  • Berisiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 setelah melahirkan.
Risiko Pada Anak:
  • Bayi dengan berat badan lahir ≥ 4000 gram tanpa memandang usia kehamilan membuat persalinan sulit.
  • Bayi lahir prematur dengan risiko gangguan pernapasan.
  • Berisiko mengalami obesitas dan diabetes saat dewasa.
  • Hipoglikemia neonatal yaitu bayi mengalami gula darah rendah segera setelah lahir.
Lalu, Apa yang Bisa Dilakukan?
  • Menjaga berat badan ideal baik sebelum dan selama kehamilan.
  • Pantau kadar gula darah secara berkala.
  • Melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau senam hamil secara teratur (atas rekomendasi dokter).
  • Pemeriksaan kehamilan secara rutin.
  • Terapkan pola makan gizi seimbang, tinggi serat, dan rendah gula.
  • Jangan lupa segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila ada keluhan seperti cepat haus, sering buang air kecil, atau kelelahan berlebih.
Mitos dan Fakta Diabetes Gestasional
Mitos  Fakta
Diabetes gestasional hanya bersifat sementara dan tidak berbahaya bagi bayi. Gula darah yang tidak terkontrol pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir besar (makrosomia), hipoglikemia neonatal, serta obesitas dan diabetes di kemudian hari. 
Setelah melahirkan, diabetes gestasional pasti hilang. Setelah melahirkan, gula darah biasanya kembali normal, tetapi ibu tetap berisiko mengalami diabetes tipe 2 sehingga tetap perlu diwaspadai. Serta dilakukan pemantauan jangka panjang.
Diabetes gestasional hanya dialami ibu dengan riwayat diabetes. Diabetes gestasional bisa dialami siapa saja, termasuk yang sehat, karena dipengaruhi oleh usia, berat badan, dan hormon kehamilan.
Kesimpulan
Diabetes gestasional bukanlah sekadar penyakit ringan atau sementara saat hamil, melainkan kondisi serius yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Meskipun, biasanya membaik setelah persalinan, tetapi  risikonya tetap berlanjut di masa depan.
Kabar baiknya, komplikasi dapat dicegah melalui deteksi dini, pengelolaan gula darah, pola makan sehat, aktivitas fisik yang sesuai, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara menyeluruh dan rutin di Kimia Farma Laboratorium & Klinik terdekat sebagai langkah penyelamat kesehatan ibu dan janin.

Cek artikel kesehatan lainnya dan jangan lewatkan promo menarik khusus bulan ini!

     
  • Adli, F. K. (2021). Diabetes Melitus Gestasional: Diagnosis dan Faktor Risiko. JMH Jurnal Medika Hutama, 3(1), 1545-1551. http://jurnalmedikahutama.com
  • American Diabetes Association. (2022). 14. Management of diabetes in pregnancy: Standards of medical care in diabetes-2022. Diabetes Care, 45(Supplement 1), S232-S243. https://doi.org/10.2337/dc22-S014
  • Johns, E. C., Denison, F. C., Norman, J. E., & Reynolds, R. M. (2018). Gestational diabetes mellitus: Mechanisms, treatment, and complications. Trends in Endocrinology & Metabolism, 29(11), 743-754. https://doi.org/10.1016/j.tem.2018.09.004
  • Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2021). Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan hiperglikemia dalam kehamilan. Jakarta: PB PERKENI.
  • Plows, J. F., Stanley, J. L., Baker, P. N., Reynolds, C. M., & Vickers, M. H. (2018). The pathophysiology of gestational diabetes mellitus. International Journal of Molecular Sciences, 19(11), 3342. https://doi.org/10.3390/ijms19113342

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group