Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Cara Mudah Deteksi Penyakit Hati Sebelum Terlambat

Setiap hari hati bekerja keras menyaring racun, menyimpan energi, hingga membantu pencernaan. Namun, peran penting dari hati bisa terganggu oleh adanya hepatitis yang disebabkan virus. Sering tidak disadari, hepatitis sering menyerang secara diam-diam, sehingga penderitanya baru sadar ketika kondisinya sudah parah. Hepatitis sering bersifat asimtomatik pada fase awal, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting.
  Secara umum, hepatitis diakibatkan oleh infeksi virus yang menyerang jaringan hati dan dapat menimbulkan masalah besar bagi kesehatan manusia. Penyakit ini dapat menyebabkan morbiditas berupa menurunnya kualitas hidup dan komplikasi kesehatan, serta mortalitas (kematian). Virus hepatitis terdisi dari beberapa jenis utama, di antaranya Hepatitis A, B, C, D, dan E, yang masing-masing memiliki karakteristik penularan dan perjalanan penyakit yang berbeda. Tidak semua hepatitis berkemang menjadi penyakit kronis, namun beberapa jenis dapat menyebabkan kerusakan hati jangka panjang.
1. Hepatitis A (NHS.UK, 2025)
Hepatitis A disebabkan Virus Hepatitis A (HAV) yang mengakibatkan peradangan  pada hati karena sel imun tubuh menyerang sel hati yang terinfeksi. Infeksi ini bisa ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, kontak dengan feses penderita, hubungan seksual dengan penderita, dan berbagi jarum suntik dengan penderita. Gejalanya meliputi demam tinggi, mual atau muntah, nyeri di perut bagian atas, diare atau sembelit, feses berwarna kuning pucat, urine berwarna gelap, kulit gatal, dan kulit dan mata menguning (ikterus/jaundice). Hepatitis A umumnya bersifat akut dan jarang berkembang menjadi hepatitis kronis.
2. Hepatitis B
Hepatitis B disebabkan Virus Hepatitis B (HBV) yang mengakibatkan peradangan hati akut dan kronis. Dalam jangka panjang bisa bekembang menjadi sirosis (pengerasan hati). Berbeda dengan Hepatitis A, Hepatitis B menular melalui darah, air mani atau cairan tubuh dari penderita, hubungan seksual tanpa kondom dengan penderita, berbagi peralatan medis yang terkontaminasi, transplantasi organ dari donor positif HBV, berbagi produk kebersihan pribadi dengan penderita, dan penularan dari ibu ke anak saat lahir. Gejala yang sering muncul antara lain kelelahan, mual, muntah, nyeri perut kanan atas, demam tinggi, serta kulit dan mata menguning (ikterus/jaundice). Sebagian penderita Hepatitis B kronis tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun.
3. Hepatitis C
Hepatitis C disebabkan oleh Virus Hepatitis C (HCV). Infeksi ini berkembang perlahan dan dapat merusak hati hingga menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:
  • Fibrosis hati
Terjadi ketika jaringan ikat fibrosa berlebihan terbentuk akibat respon tubuh terhadap kerusakan hati kronis. Kondisi ini membuat jaringan hati normal tergantikan sehingga fungsi hati terganggu.  
  • Kanker hati (Hepatocellular Carcinoma/HCC)
Infeksi HCV kronis dapat berkembang menjadi tumor ganas pada hati, yang dikenal sebagai kanker hati primer.
  • Steatosis hati (Fatty Liver Disease)
Terjadi ditandai dengan penumpukan lemak berlebihan di dalam sel hati, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kerusakan hati lebih lanjut.
  • Komplikasi ekstrahepatik
Selain menyerang hati, HCV juga dapat menimbulkan gangguan di luar organ hati, misalnya gangguan kulit (lichen planus) atau gangguan tiroid.
  Penularan Hepatitis C ini melalui jarum suntik bekas yang tidak steril, transfusi darah yang terkontaminasi, prosedur medis dan pembedahan yang tidak aman, kontak seksual dengan penderita, dan penularan dari ibu ke anak saat lahir. Sebagian besar penderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala (asimptomatik). Namun, jika gejala muncul biasanya berupa kelelahan, mual, muntah, demam, nyeri perut, urine gelap, feses, pucat, gatal, nyeri sendi, nafsu makan menurun (anoreksia), sensasi gatal (tickling sensation) dan kulit atau mata menguning (ikterus/jaundice). Gejala ini bisa muncul dalam beberapa fase:
  • Fase prodromal: demam, artralgia (nyeri sendi), radang sendi, dan
  • Fase pra-ikterik: malaise (tidak enak badan), kelelahan, mialgia (nyeri otot), mual, dan muntah. Ini bisa disertai dengan penurunan berat badan, sakit kepala, coryza (pilek), demam, dan batuk.
  • Fase ikterik: Pasien mengalami nyeri lambung, ketidaknyamanan kuadran kanan atas perut, atau diare. Urine berwarna gelap dan tinja berwarna terang diamati. Gejala khas pada fase ini termasuk memburuknya kelaparan, muntah berwarna mual, gatal-gatal, dan lesi kulit yang teriritasi terkait dengan gatal yang intens.
4. Hepatitis D
Hepatitis D disebabkan oleh Virus Hepatitis D (HDV) dan bersifat unik karena hanya dapat menginfeksi individual yang telah terinfeksi Hepatitis B. Kombinasi keduanya membuat penyakit lebih agresif dan berisiko tinggi menyebabkan hingga menyebabkan gagal hati. Penularannya dapat melalui kontak dengan darah, penularan dari ibu ke anak saat lahir, prosedur medis tidak steril, dan kontak seksual dengan penderita. Sering kali, tidak adanya gejala (asimtomatik) tetapi progres penyakitnya lebih cepat dan risiko gagal hati sangat tinggi. Pencegahan Hepatitis D secara tidak langsung dilakukan melalui pencegahan dan vaksinasi Hepatitis B.
5. Hepatitis E
Jenis infeksi ini disebabkan Virus Hepatitis E (HEV) yang memicu hepatitis akut, gagal hati, dan kanker hati. Hepatitis E ini dapat menimbulkan komplikasi ekstrahepatik (diluar hati) seperti gangguan ginjal, dan masalah neurologis (saraf). Penularannya dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dan zoonotik (contoh: daging babi kurang matang). Gejala yang biasa muncul antara lain, demam, mual atau muntah, kehilangan nafsu makan (anoreksia), rasa tidak enak badan, serta urine gelap dan kulit serta bagian putih mata menguning (setelah fase prodromal/ tahap awal). Pada ibu hamil, Hepatitis E dapat menyebabkan komplikasi yang lebih berat.    
Mitos Fakta
Kalau tidak ada gejala, berarti tidak terkena hepatitis. Banyak penderita hepatitis, khususnya Hepatitis B dan C, tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Namun, infeksi tetap bisa merusak hati secara perlahan hingga menjadi sirosis atau kanker hati.
Hepatitis hanya menyerang orang dewasa. Hepatitis bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Bahkan bayi bisa tertular oleh ibunya.
Hepatitis hanya dialami oleh orang yang tidak menjaga kebersihan. Tidak benar. Beberapa jenis hepatitis memang berhubungan dengan makanan/minuman yang terkontaminasi (Hepatitis A dan E), tetapi Hepatitis B, C, dan D menular melalui darah, cairan tubuh, serta perilaku berisiko. Jadi, siapa pun bisa terinfeksi.
Banyak orang merasa sehat, padahal virus hepatitis sudah merusak hati sedikit demi sedikit. Di sinilah pentingnya deteksi dini. Dengan melakukan Medical Check Up secara rutin, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan hati lebih awal sebelum muncul komplikasi serius, sehingga langkah penanganan bisa dilakukan segera sebelum penyakit berkembang lebih jauh. Pemeriksaan fungsi hati dan skrining hepatitis dianjurkan pada individu dengan faktor risiko tertentu. Kimia Farma Laboratorium & Klinik hadir sebagai solusi terpercaya untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga. Jangan tunggu hingga gejala muncul dan kondisi semakin parah. Mulailah langkah pencegahan sekarang juga dengan melakukan Medical Check Up dan Vaksinasi di Kimia Farma. Menjaga hati sejak dini adalah investasi terbaik untuk kesehatan jangka panjang Anda. encegahan, vaksinasi, dan pengobatan tepat waktu dapat menurunkan beban penyakit hepatitis secara signifikan.                      
  • Castaneda, D., Gonzalez, A. J., Alomari, M., Tandon, K., & Zervos, X. B. (2021, April 28). From hepatitis A to E: A critical review of viral hepatitis. World Journal of Gastroenterology, 27(16), 1691 – 1715. https://dx.doi.org/10.3748/wjg.v27.i16.1691
  • Coleman, B. (2024, November 12). Clinical outcomes of untreated chronic hepatitis B patients in The Gambia. Imperial News. https://www.imperial.ac.uk/news/258174/clinical-outcomes-untreated-chronic-hepatitis-patients/
  • Iqbal, H., Mehmood, B. F., Sohal, A., & Roytman, M. (2023, December 25). Hepatitis E infection: A review. World Journal of Virology. DOI: 10.5501/wjv.v12.i5.262
  • Mentha, N., Clément, S., Negro, F., & Alfaiate, D. (2019, March 29). A review on hepatitis D: From virology to new therapies. Journal of Advanced Researc. https://doi.org/10.1016/j.jare.2019.03.009
  • NHS.UK. (2025, October 24). Hepatitis A. NHS. Retrieved September 11, 2025, from https://www.nhs.uk/conditions/hepatitis-a/
  • Rashied, R. M., Kasim, H. F., & Rahman, S. A. H. A. (2024, February). Article Review: The Hepatic Physiology and Pathophysiology of Different Types of Hepatitis. Journal for Research in Applied Sciences and Biotechnology, 3(1). https://doi.org/10.55544/jrasb.3.1.31
  • Tariq, M., Shoukat, A. B., Akbar, S., Hameed, S., Naqvi, M. Z., Azher, A., Saad, M., Rizwan, M., Nadeem, M., Javed, A., Ali, A., & Aziz, S. (2022, May 20). Epidemiology, risk factors, and pathogenesis associated with a superbug: A comprehensive literature review on hepatitis C virus infection. Epidemiology of Infectious Diseases, 10. https://doi.org/10.1177/20503121221105957

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group