Kimia Farma Laboratorium & Klinik
✨🍴Di sini ada Tongseng, Rawon, Empal dan Gulai yang dijamin SEHAT 🍲🥩😋
Rahasia Tubuh Prima Sepanjang Ramadan
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
- Menghindari “balas dendam” makan saat berbuka.
- Kurangi konsumsi gorengan, makanan tinggi gula dan garam. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan obesitas dan diabetes, garam yang berlebih dapat memicu hipertensi, sementara lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
- Mengatur porsi makan agar tetap seimbang. Mencakup karbohidrat kompleks, protein berkualitas, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah.
- Pilih Lemak Sehat dan Tinggi Serat. Mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh seperti ikan, kacang
- Memperbanyak makanan alami dibanding makanan olahan.
- Utamakan mengonsumsi makanan sehat yang kaya nutrisi
Protein berperan dalam pembentukan antibody dan sel imun. Kekurangan protein dapat menurunkan respons imun didalam tubuh. Makanan kaya akan protein seperti telur, ayam, ikan, daging tanpa lemak, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
- Memanfaatkan buah sebagai vitamin dan sumber antioksidan alami
Mengonsumsi buah-buahan tinggi polifenol (antioksidan) yang berperan membantu tubuh melawan radikal bebas serta mendukung daya tahan terhadap infeksi virus. Vitamin C bisa didapatkan dari buah jeruk, Vitamin A dan C bisa didapatkan dari buah mangga, Vitamin A dan C bisa didapatkan dari buah papaya.
- Membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh
Kebiasaan berbuka dengan makanan manis dan berlemak berlebihan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Konsumsi gula dan lemak jenuh secara berlebihan juga menghambat efisiensi sistem puasa dalam mempertahankan tubuh dari virus.
- Menghindari makan berlebih
Makan dalam jumlah berlebih, terutama saat berbuka dapat memicu lonjakan kalori yang tidak dibutuhkan tubuh. Kelebihan asupan ini justru dapat meningkatkan peradangan dan mengganggu keseimbangan metabolisme.
- Memastikan hidrasi tercukupi
Kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi disaat kita berpuasa, pada malam hari asupan cairan harus terpenuhi dengan baik. Asupan mineral yang cukup dapat membantu menjaga fungsi saluran pernapasan dan mendukung sistem pertahanan alami tubuh dalam menangkal kuman.
- Serat dan Probiotik untuk Kesehatan Usus
Sebagian besar sistem tubuh berkaitan dengan kesehatan saluran cerna. Serat (Sayur, Buah, Gandum) dan makanan fermentasi (Yogurt, Tempe) dapat membantu menjaga keseimbangan microbiota usus.
Tetap Aktif Tanpa Menguras Energi Banyak orang khawatir saat berpuasa, tubuh menjadi lemas. Padahal, tubuh memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Saat cadangan karbohidrat menurun, tubuh akan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi. Proses ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Berikut langkah-langkah agar tetap bugar selama menjalankan puasa:- Pilih olahraga ringan hingga sedang seperti jalan kaki, stretching, atau yoga.
- Lakukan aktivitas fisik menjelang berbuka atau setelah makan malam ringan.
- Hindari olahraga berat dan berdurasi panjang di siang hari.
- Pastikan kebutuhan cairan dan nutrisi terpenuhi setelah beraktivitas.
- Usahakan tidur sekitar 7–8 jam per hari.
- Atur jadwal tidur dan bangun
- Tidur lebih awal agar tidak menumpuk utang tidur.
- Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman
- Hindari konsumsi gula berlebihan menjelang tidur karena dapat mengganggu kualitas istirahat.
- Jika memungkinkan, lakukan tidur singkat 20–30 menit di siang hari untuk menjaga energi.
- Rasa haus berlebihan, mulut kering, pusing, lemas dan urine berwarna pekat sebagai tanda dehidrasi.
- Pusing, lemas ekstrem, pusing, berkeringat, lapar berlebihan atau jantung berdebar.
- Penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat.
- Kram otot yang bisa menandakan gangguan keseimbangan elektrolit.
- Kembung, mual, sembelit, dan diare merupakan tanda gangguan pencernaan
- Mengantuk berlebihan di siang hari, sulit focus, penurunan energi
| Mitos | Fakta |
| Puasa membuat tubuh lemas dan tidak bisa beraktivitas | Tubuh manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Saat cadangan karbohidrat menurun, tubuh beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi sehingga kadar gula darah tetap stabil. Rasa lemas lebih sering disebabkan oleh kurang tidur, dehidrasi, atau asupan nutrisi yang tidak seimbang. |
| Berbuka dengan makanan manis sebanyak-banyaknya baik untuk memulihkan energi | Konsumsi gula dan lemak jenuh berlebihan saat berbuka justru memicu lonjakan kalori yang tidak dibutuhkan tubuh, meningkatkan peradangan, dan mengganggu keseimbangan metabolisme. |
| Tidak minum di siang hari berarti kebutuhan cairan tidak perlu dipenuhi | Kebutuhan cairan tetap bisa dipenuhi di malam hari. Hidrasi yang cukup membantu menjaga fungsi saluran pernapasan dan mendukung sistem pertahanan tubuh dalam menangkal kuman. |
Menjaga pola makan dan istirahat selama Ramadan penting, tetapi memantau kondisi tubuh juga tidak kalah krusial terutama bagi penderita diabetes, kolesterol tinggi, atau gangguan metabolik. Melalui pemeriksaan seperti cek gula darah, profil lipid, dan fungsi hati atau ginjal, kondisi kesehatan dapat terpantau lebih dini sehingga puasa tetap aman dan nyaman.
Kimia Farma Laboratorium & Klinik menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan yang akurat dan terpercaya untuk mendukung untuk menjalani Ramadan dengan lebih tenang. Pastikan tubuh tetap prima, agar ibadah lancar dan kesehatan tetap terjaga hingga setelah Ramadan. Referensi
- Faris, M. A.-I. E., Salem, M. L., Jahrami, H. A., Madkour, M. I., & BaHammam, A. S. (2020, September). Ramadan intermittent fasting and immunity: An important topic in the era of COVID‑19. Annals of Thoracic Medicine, 15(3), 125-133. DOI: 10.4103/atm.ATM_151_20
- Guembri, M. A., Racil, G., Tounsi, M., Aouichaoui, C., Russo, L., Migliaccio, G. M., Trabelsi, Y., Souissi, N., & Padulo, J. (2024, August 7). Effects of Ramadan Fasting on Sleep and Physical Fitness among Young Female Handball Players. MDPI, 11(8). https://doi.org/10.3390/children11080954
- Özbay, S., Ulupınar, S., Gençoğlu, C., Ouergui, I., Yılmaz, H. H., Öget, F., Kishalı, N. F., Kıyıcı, F., Asan, S., Uçan, İ., & Ardigò, L. P. (2024). Effects of Ramadan intermittent fasting on performance, physiological responses, and bioenergetic pathway contributions during repeated sprint exercise. frontiers, 11. https://doi.org/10.3389/fnut.2024.1322128
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman gizi seimbang. Kementerian Kesehatan RI.
- World Health Organization. (2020). Healthy diet. World Health Organization.
- National Sleep Foundation. (2015). How much sleep do we really need? National Sleep Foundation.


