Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Mengenal Pneumonia dan cara terbebas darinya

Sahabat Kaef mungkin sudah mengetahui bahwa pneumonia merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya  Berikut merupakan klasifikasi  mengenai Pneumoniayang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan tempat terjadinya infeksi, penyebab infeksi, lokasi peradangan pada paru-paru, dan serta tingkat keparahan penyakitnya.
Jenis-Jenis Pneumonia Menurut Klasifikasi Utamanya:
Pneumonia berdasarkan klasifikasi utamanya dibagi menjadi 3 bagian yaitu: 
1. Berdasarkan Lingkungan (Epidemiologi) : 
  • Community-Acquired Pneumonia (CAP): Pneumonia  yang didapatkan di lingkungan masyarakat umum, di luar fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Hospital-Acquired Pneumonia (HAP): Pneumonia yang muncul setelah pasien dirawat di rumah sakit dan tidak dalam masa inkubasi selama  ≥48 jam
  • Ventilator-Associated Pneumonia (VAP): Pneumonia yang terjadi pada pasien yang menggunakan mesin bantuan pernapasan (ventilator)  ≥48 jam
2. Berdasarkan Lokasi (Anatomis) :
  • Bronkopneumonia: Peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan dan menyebar ke jaringan paru-paru di sekitarnya. 
  • Pneumonia Lobaris: Infeksi yang mengenai satu atau lebih lobus paru.
3. Berdasarkan Penyebabnya:
  • Bakterial: Disebabkan oleh kuman seperti Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus.
  • Virus: Sering kali disebabkan virus influenza, RSV, atau coronavirus.
  • Jamur (Fungal): Biasanya menyerang orang dengan sistem imun lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau pasien kemoterapi.
Bagian Paru-Paru yang Terdampak Pneumonia
Pneumonia merupakan infeksi yang umumnya terjadi di bagian bawah saluran pernapasan, yaitu:
1. Bronkiolus merupakan cabang kecil dari saluran napas yang berfungsi menyalurkan udara dari bronkus menuju alveoli. 
2. Alveoli yaitu  kantung-kantung udara kecil di paru-paru yang menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Saat terjadi infeksi, alveoli dapat terisi cairan atau nanah akibat dari proses peradangan. Sehingga kondisi ini mengganggu proses pertukaran oksigan di paru-paru  dan menyebabkan gejala seperti batuk, sesak napas, dan nyeri dada.
7 Fakta Pneumonia Yang Perlu Diketahui
1. Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.  
2. Pneumonia  dapat menyerang semua kelompok usia tetapi risiko lebih tinggi pada balita, lansia, ibu hamil dan individu dengan penyakit kronis atau daya tahan tubuh yang lemah. 
3. Vaksin tersedia untuk membantu mencegah pneumonia pneumokokus. 
4. Pneumonia sendiri bukan satu penyakit tunggal. Yang dapat menyebar dari orang ke orang,  sedangkan faktor lain seperti kondisi kesehatan tertentu juga dapat memingkatkan resiko terjadinya pneumonia.  
5. Berdasarkan tempat terjadinya infeksi, pneumonia dibagi menjadi tiga jenis utama. Community-Acquired Pneumonia (CAP) adalah pneumonia yang didapat di lingkungan masyarakat. Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) terjadi setelah pasien dirawat di rumah sakit selama lebih dari 48 jam, sedangkan Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) berkembang pada pasien yang menggunakan ventilator atau alat bantu pernapasan selama lebih dari 48 jam.
6. Penting untuk  memulai pengobatan pneumonia segera setelah diagnosis ditegakkan. Karena penyebab spesifiknya tidak dapat ditentukan segera, dikarenakan jenis pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab infeksi dan kondisi pasien. 
7. Pada beberapa kasus yang berat, pneumonia yang disebabkan oleh COVID-19 dapat menyebabkan gangguan fungsi paru atau kerusakan paru-paru jangka panjang. 
Cara Mengatasi Pneumonia
Terdapat beberapa alternatif langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi Pneumonia, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mengatasi penyebab pneumonia , meredakan gejala, mempersingkat waktu perawatan serta mencegah infeksi berulang. Cara mengatasinya dibagi menjadi beberapa tahapan seperti yang dijabarkan lebih lanjut dibawah ini :
1. Terapi Antibiotik (Pengobatan Utama)
 Pada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, antibiotik merupakan terapi utama. Hal ini dikarenakan penyebab  infeksi seringkali belum bisa dipastikan di awal pemeriksaan sehingga dokter umumnya langsung memberikan antibiotik secara empiris, yaitu antibiotik yang dipilih berdasarkan penyebab pneumonia yang paling mungkin serta kondisi klinis pasien. Pemberian antibiotik yang tepat dan sedini mungkin sangat penting untuk membantu mengendalikan infeksi, untuk mencegah komplikasi, dan mempercepat proses pemulihan perburukan kondisi.
Jenis antibiotik yang diberikan disesuaikan dengan kondisi pasien:
1. Terapi Antibiotik (Pengobatan Utama)
A. Rawat Jalan 
Umumnya cukup dengan satu jenis antibiotik sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter:
B. Rawat Inap
Biasanya diberikan kombinasi dua antibiotik  untuk cakupan yang lebih luas sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter.
2. Terapi Suportif 
Tujuan  terapi suportif adalah untuk membantu meredakan  gejala yang dialami pasien serta mendukung proses pemulihan selama pengobatan berlangsung
  • Obat penurun demam dan pereda nyeri,  seperti parasetamol  untuk membantu mengatasi demam dan nyeri dada.
  • Terapi Cairan:  Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi yang cukup untuk mencegah dehidrasi serta koreksi kalori dan elektrolit.
  • Terapi Oksigen: Diberikan kepada pasien rawat inap, terutama pada pasien yang mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah atau sesak napas 
  • Pemantauan kondisi: memastikan respons terhadap pengobatan berjalan dengan baik
3. Terapi Suportif (Meredakan gejala)
Tujuan pengobatan ini adalah untuk menghilangkan gejala yang mengganggu pasien seperti beberapa antibiotik yang dijabarkan dibawah ini:
  • Obat Penurun Panas: Mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen untuk mengatasi demam dan nyeri dada. 
  • Obat Batuk: Menggunakan ekspektoran (guaifenesin) untuk mengencerkan dahak atau agar lebih mudah untuk dikeluarkan. 
  • Terapi Cairan: Pemberian minum yang cukup atau pemasangan infus untuk mencegah dehidrasi serta koreksi kalori dan elektrolit.
  • Terapi Oksigen: Diberikan kepada pasien rawat inap, untuk menjaga saturasi oksigen tetap di angka 94–98%.
Upaya Pencegahan yang dapat dilakukan 
Pneumonia dapat dicegah dengan melakukan beberapa langkah diantaranya :
1. Vaksinasi: Melengkapi vaksinasi yang direkomendasikan seperti vaksin pneumokokus dan influenza terutama pada anak-anak, lansia, serta individu dengan risiko tinggi.
2. Gaya Hidup Sehat: Menerapkan pola hidup sehat, termasuk tidak merokok dan menjaga daya tahan tubuh.
3. Protokol Kesehatan: Menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin mencuci tangan, memakai masker di tempat umum atau rumah sakit, dan menghindari kontak dekat dengan penderita pneumonia.
Pemberian ASI Eksklusif dan Gizi: Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sangat penting untuk membentuk kekebalan alami pada tubuh bayi
Mitos Fakta 
Mitos  Fakta 
Pneumonia hanya disebabkan oleh infeksi Bakteri Pneumonia dapat dipicu oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur (fungal), maupun parasit. Selain itu, juga terdapat jenis pneumonia aspirasi yang terjadi karena masuknya benda asing seperti makanan atau muntahan ke dalam paru-paru.
Double pneumonia (Pneumonia bilateral) selalu jauh lebih berbahaya daripada pneumonia biasa. Pneumonia bilateral berarti infeksi yang menyerang kedua sisi paru-paru.
Pneumonia yang didapat di rumah sakit (HAP) sama saja dengan pneumonia yang didapat di lingkungan masyarakat (CAP).   Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) terjadi setelah seseorang dirawat minimal 48 jam di rumah sakit
Jangan abaikan gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau sesak napas. Pemeriksaan dan Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius. Segera kunjungi Kimia Farma Klinik terdekat atau hubungi kami untuk membuat janji konsultasi.  
  • Garcia, V. (2023, Januari 11). 4 Jenis Pneumonia yang Harus Kamu Ketahui, Apa Saja? KlikDokter.
  • Harvard Health Publishing. (2022, Februari 14). 8 things you should know about pneumonia. Harvard Medical School. 
  • Kristiana, F. W. (2023). Perbandingan Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Levofloxacin dan Moxifloxacin sebagai Terapi Pneumonia pada Lansia di Instalasi Rawat Inap 
  • Purwoko, S. A. (2023, Agustus 15). Ragam Jenis Pneumonia yang Perlu Anda Ketahui. Hello Sehat.
  • Reviono. (2017). Pneumonia: Adakah tempat untuk pemberian antiinflamasi? (Harsini, Ed.). UNS Press.
  • Zahra, M., & Rosfadilla, P. (2025). Pneumonia. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum, 3(2), 147-153. https://doi.org/10.57213/jrikuf.v3i2.635
  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. No. HK.01.07/MENKES/2147/2023. Pedoman nasioonal pelayanan kedokteran tata laksana pneumonia pada dewasa

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group