Kimia Farma Laboratorium & Klinik
✨Kicau ManiA🐦⬛ untuk hidup lebih SAKSES 🤩 karena kita generasi FOMO 🤙🏻
Mengenal Pneumonia dan cara terbebas darinya
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
Sahabat Kaef mungkin sudah mengetahui bahwa pneumonia merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya Berikut merupakan klasifikasi mengenai Pneumoniayang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan tempat terjadinya infeksi, penyebab infeksi, lokasi peradangan pada paru-paru, dan serta tingkat keparahan penyakitnya. Jenis-Jenis Pneumonia Menurut Klasifikasi Utamanya: Pneumonia berdasarkan klasifikasi utamanya dibagi menjadi 3 bagian yaitu: 1. Berdasarkan Lingkungan (Epidemiologi) :
Jangan abaikan gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau sesak napas. Pemeriksaan dan Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius. Segera kunjungi Kimia Farma Klinik terdekat atau hubungi kami untuk membuat janji konsultasi.
- Community-Acquired Pneumonia (CAP): Pneumonia yang didapatkan di lingkungan masyarakat umum, di luar fasilitas pelayanan kesehatan.
- Hospital-Acquired Pneumonia (HAP): Pneumonia yang muncul setelah pasien dirawat di rumah sakit dan tidak dalam masa inkubasi selama ≥48 jam
- Ventilator-Associated Pneumonia (VAP): Pneumonia yang terjadi pada pasien yang menggunakan mesin bantuan pernapasan (ventilator) ≥48 jam
- Bronkopneumonia: Peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan dan menyebar ke jaringan paru-paru di sekitarnya.
- Pneumonia Lobaris: Infeksi yang mengenai satu atau lebih lobus paru.
- Bakterial: Disebabkan oleh kuman seperti Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus.
- Virus: Sering kali disebabkan virus influenza, RSV, atau coronavirus.
- Jamur (Fungal): Biasanya menyerang orang dengan sistem imun lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau pasien kemoterapi.
- Obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti parasetamol untuk membantu mengatasi demam dan nyeri dada.
- Terapi Cairan: Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi yang cukup untuk mencegah dehidrasi serta koreksi kalori dan elektrolit.
- Terapi Oksigen: Diberikan kepada pasien rawat inap, terutama pada pasien yang mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah atau sesak napas
- Pemantauan kondisi: memastikan respons terhadap pengobatan berjalan dengan baik
- Obat Penurun Panas: Mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen untuk mengatasi demam dan nyeri dada.
- Obat Batuk: Menggunakan ekspektoran (guaifenesin) untuk mengencerkan dahak atau agar lebih mudah untuk dikeluarkan.
- Terapi Cairan: Pemberian minum yang cukup atau pemasangan infus untuk mencegah dehidrasi serta koreksi kalori dan elektrolit.
- Terapi Oksigen: Diberikan kepada pasien rawat inap, untuk menjaga saturasi oksigen tetap di angka 94–98%.
| Mitos | Fakta |
| Pneumonia hanya disebabkan oleh infeksi Bakteri | Pneumonia dapat dipicu oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur (fungal), maupun parasit. Selain itu, juga terdapat jenis pneumonia aspirasi yang terjadi karena masuknya benda asing seperti makanan atau muntahan ke dalam paru-paru. |
| Double pneumonia (Pneumonia bilateral) selalu jauh lebih berbahaya daripada pneumonia biasa. | Pneumonia bilateral berarti infeksi yang menyerang kedua sisi paru-paru. |
| Pneumonia yang didapat di rumah sakit (HAP) sama saja dengan pneumonia yang didapat di lingkungan masyarakat (CAP). | Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) terjadi setelah seseorang dirawat minimal 48 jam di rumah sakit |
Referensi
- Garcia, V. (2023, Januari 11). 4 Jenis Pneumonia yang Harus Kamu Ketahui, Apa Saja? KlikDokter.
- Harvard Health Publishing. (2022, Februari 14). 8 things you should know about pneumonia. Harvard Medical School.
- Kristiana, F. W. (2023). Perbandingan Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Levofloxacin dan Moxifloxacin sebagai Terapi Pneumonia pada Lansia di Instalasi Rawat Inap
- Purwoko, S. A. (2023, Agustus 15). Ragam Jenis Pneumonia yang Perlu Anda Ketahui. Hello Sehat.
- Reviono. (2017). Pneumonia: Adakah tempat untuk pemberian antiinflamasi? (Harsini, Ed.). UNS Press.
- Zahra, M., & Rosfadilla, P. (2025). Pneumonia. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum, 3(2), 147-153. https://doi.org/10.57213/jrikuf.v3i2.635
- Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. No. HK.01.07/MENKES/2147/2023. Pedoman nasioonal pelayanan kedokteran tata laksana pneumonia pada dewasa


