Kimia Farma Laboratorium & Klinik
🥳 SEPTEMBER ceria 🤩 Penuh SENSASI di Setiap DETAK & DEBAR yang berharga 🫀Jangan Kelewat Promo KESAMBER yang bikin AMBYAR ⚡️🔥
Ternyata Bukan Hanya Alkohol, Ini yang Bisa Mempengaruhi Kesehatan Hati
Bayangkan sebuah organ yang bekerja 24 jam sehari tanpa jeda: menyaring racun dari darah, memroduksi protein penting, dan menjaga metabolisme tubuh tetap berjalan. Karena bekerja dibalik layar, kesehatan hati sering kali baru mendapat perhatian ketika sudah muncul keluhan, atau ketika hasil pemeriksaan tiba-tiba menunjukkan adanya suatu permasalahan.
Di balik dedikasinya, hati menghadapi ancaman yang masih menjadi masalah kesehatan global: mulai dari perlemakan hati (fatty liver), sirosis, hingga hepatitis. Dari berbagai penyebab penyakit hati tersebut, hepatitis B adalah salah satu penyebab utama dan yang paling banyak ditemukan, karena virus ini menyerang sel hati secara diam-diam.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan Hepatitis Global 2024, penyakit tersebut menduduki posisi kedua sebagai penyebab kematian di dunia yang mana angka tersebut setara dengan penyakit tuberkulosis. WHO kembali mengungkapkan terdapat sekitar 240 manusia di dunia yang hidup dengan infeksi Hepatitis B kronis, dan pada tahun 2024 memakan korban sebesar 1,1 juta kematian yang diikuti dengan komplikasi lain seperti sirosis dan kanker hati. Kasus tersebut menjelaskan bahwa ketika hati sudah mengalami kerusakan, dampaknya bukan hanya pada satu organ, tetapi dapat memengaruhi berbagai fungsi penting tubuh. Dalam artikel ini akan mengupas tuntas mengenai kesehatan hati.
Setiap organ di dalam tubuh manusia memiliki fungsi yang vital, untuk menunjang kehidupan. Ketika semua organnya berfungsi dan dalam keadaan baik, maka idealnya tubuh manusia juga akan terasa sehat. Apabila terjadi kerusakan, maka fungsi hati dapat terganggu dan menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti hepatitis, sirosis, perlemakan hati (fatty liver) hingga kanker hati. Itulah sebab Anda perlu mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan hati dengan tepat. Untuk itu, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Dokter menganalisis indikator-indikator ini untuk mendiagnosis kondisi sejak dini dan merekomendasikan perawatan yang sesuai atau penyesuaian gaya hidup.
Peran Uji Fungsi Hati (LFT) dalam Pemeriksaan Kesehatan Tahunan
Pemeriksaan fungsi hati rutin membantu lebih dari sekadar mendeteksi penyakit hati; pemeriksaan ini mendukung manajemen kesehatan yang proaktif.
Hati adalah organ yang bekerja tanpa henti untuk menjaga tubuh tetap sehat, mulai dari menyaring racun, memproduksi protein dan zat penting bagi tubuh, hingga menyimpan cadangan energi dan nutrisi. Namun sayangnya, dengan pekerjaannya yang tidak mengenal lelah hati sering kali mengalami beberapa permasalahan tanpa disertai dengan gejala sehingga banyak orang yang salah mengartikan tubuhnya padahal kondisi kesehatan hatinya memprihatinkan.
Kabar baiknya, beberapa risiko kerusakan hati dapat dicegah dengan langkah sederhana seperti, menjaga pola makan, membatasi alkohol, melengkapi vaksinasi, dan lainnya. Semakin dini gangguan kerusakan hati terdeteksi, maka semakin besar pula peluang untuk mencegahnya berkembang lebih ganas bahkan merenggut nyawa. Menjaga kesehatan hati bukan sekadar menghindari penyakit, melainkan juga dilakukan sebagai investasi jangka panjang agar tubuh tetap bertenaga dan dapat berfungsi dengan optimal setiap harinya.
Jika Sobat butuh layanan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh atau vaksinasi hepatitis B, Laboratorium & Klinik Kimia Farma siap membantu dengan fasilitas lengkap yang dimiliki.
Fungsi Hati untuk Tubuh? Hati atau liver merupakan organ yang terletak di bagian kanan atas perut dan dilindungi oleh tulang rusuk serta diafragma. Ukurannya cukup besar dan perannya pun tidak kalah besar. Organ hati mempunyai peran penting bagi tubuh manusia, mulai dari mengubah racun di dalam darah hingga membantu proses pencernaan di dalam tubuh. Selain fungsi tersebut, berikut tujuh fungsi utama organ hati pada tubuh manusia: 1. Menetralkan Racun (Detoksifikasi) Fungsi utama dari hati adalah menyaring darah dari zat-zat berbahaya, mulai dari sisa metabolisme, obat-obatan, alkohol, hingga berbagai racun yang masuk ke dalam tubuh. Zat ini yang kemudian diubah dan dikeluarkan sebagai air seni. 2. Memproduksi empedu dan menyimpan energi Hati memroduksi cairan empedu secara terus menerus, yang berperan untuk mencerna lemak di dalam tubuh hingga menetralkan asam lambung. Selain itu hati juga menyimpan energi dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa yang diproses saat kadar gula darah menurun, sehingga tubuh tetap memiliki tenaga. 3. Menyimpan nutrisi Nutrisi yang masuk dalam tubuh tidak seluruhnya langsung digunakan, namun beberapa akan disimpan sebagai cadangan di dalam tubuh seperti, zat besi, vitamin A, vitamin B12, vitamin D, vitamin K, dan asam folat yang akan digunakan nanti ketika tubuh sedang membutuhkannya. 4. Membantu metabolisme protein Hati juga berfungsi untuk membantu proses metabolisme protein. Organ hati berperan sebagai organ yang melakukan proses pengeluaran, dan dapat mengubah amonia menjadi urea yang kemudian dikeluarkan bersama air seni oleh ginjal. 5. Menghasilkan protein Hati juga turut berperan dalam sistem pencernaan. Perannya muncul pada proses pembentukan protein (albumin) yang berguna untuk menjaga cairan dalam sirkulasi tubuh. Selain itu hati juga menghasilkan protein lain untuk pembekuan darah dan komponen sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, gangguan hati dapat berdampak pada kemampuan tubuh untuk membentuk sistem kekebalan di dalam darah. 6. Membersihkan darah Darah, dalam proses sirkulasi dan fungsinya di dalam tubuh, juga harus senantiasa dijaga kebersihannya. Hati menjadi organ yang bertugas dalam menyaring darah, dan membersihkannya dari zat-zat berbahaya, misalnya saja senyawa yang berasal dari obat-obatan, zat kimia dari alkohol, atau racun yang masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara. 7. Menghancurkan sel darah Hati juga berfungsi untuk menghancurkan sel darah yang usianya sudah tua. Nantinya, proses penghancuran ini akan dikeluarkan melalui air seni. Karena proses inilah tinja terkadang memiliki warna coklat atau sedikit gelap. Tanda ketika hati sudah memberi sinyal Banyak kasus mengenai kerusakan hati yang tidak disertai dengan gejala yang jelas. Hal ini yang menjadi penyebab utama mengapa sering kali pasien telat menyadari kondisinya dan mendapat pertolongan pertama, sehingga gangguan hati sudah disertai dengan berbagai komplikasi lainnya. Fungsi hati secara umum dapat dilihat dari tubuh yang memiliki tenaga, pencernaan yang lancar, serta tidak memiliki keluhan lain seperti kulit atau mata yang menguning. Sebaliknya, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut bila mengalami beberapa tanda berikut: 1. Mudah lelah tanpa penyebab yang jelas. 2. Mual, muntah, atau nafsu makan menurun dalam waktu lama. 3. Kulit atau bagian putih mata tampak menguning. 4. Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut kanan atas. 5. Air seni berwarna lebih gelap atau tinja tampak pucat. 6. Perut membesar, kaki bengkak, mudah memar, atau mudah berdarah. 7. Kebingungan, mengantuk berlebihan, atau perubahan perilaku yang tidak biasa. Gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti penyakit hati berat, tetapi tetap perlu dievaluasi agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat. Sembilan Cara Menjaga Kesehatan Hati Kesehatan hati sebenarnya sangat mungkin untuk dijaga melalui kebiasaan sehari-hari yang terlihat sederhana dan dapat mengurangi potensi untuk terkena berbagai penyakit dari hati, seperti: 1. Perhatikan asupan makanan dan minuman Perbanyak konsumsi buah dan sayur, perhatikan jumlah makanan dan takaran nutrisi yang ada pada setiap sajian agar metabolisme tetap berjalan dengan baik. 2. Olahraga secara teratur Rutin melakukan olahraga dapat menjadi salah satu kegiatan yang paling direkomendasikan untuk kesehatan tubuh. Hal ini dikarenakan aktivitas fisik dapat membantu membakar trigliserida dan menjaga kadarnya untuk tetap normal, sekaligus mencegah terjadinya penumpukan lemak di hati. 3. Membatasi atau tidak mengonsumsi alkohol Konsumsi alkohol secara rutin dapat memicu penumpukan lemak pada hati dan berujung pada kondisi penumpukan lemak hati (Fatty Liver) yang sulit untuk ditangani jika dibiarkan berlarut-larut. 4. Hindari paparan zat beracun Hati memang berfungsi untuk mendetoksifikasi zat beracun, namun kadar zat racun dalam akumulasi besar dapat berisiko merusak sel hati. 5. Melakukan hubungan seksual dengan aman Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan hepatitis karena beberapa kasus hepatitis B dapat menular melalui hubungan seksual. 6. Cukupi kebutuhan cairan tubuh Air putih dapat membantu proses pembuangan racun dan melancarkan penyerapan nutrisi, sehingga meringankan pekerjaan hati untuk membuang racun di dalam darah, membuang zat-zat yang kurang baik dan lainnya. 7. Konsumsi obat sesuai anjuran Jika dalam proses pengobatan, pastikan Anda mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Hal ini karena semua obat dan dosisnya sudah disesuaikan dengan kondisi tubuh. Konsumsi obat yang terlalu sering dan di luar rekomendasi dapat memberatkan kerja hati. 8. Hindari berbagi barang pribadi Cara ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit hepatitis. 9. Vaksinasi Lengkapi Vaksin hepatitis untuk mengurangi risiko terkena penyakit hati. Kebiasaan buruk yang merusak organ hati 1. Konsumsi gula terlalu banyak Makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula dapat membahayakan kesehatan hati. Fruktosa yang ada di dalam makanan dan minuman hanya dapat dicerna oleh hati dengan menghasilkan trigliserida, asam urat, dan beberapa radikal bebas. Jelas jika konsumsinya terlalu besar tidak akan baik untuk hati. 2. Konsumsi suplemen herbal Suplemen herbal dianggap memiliki kandungan yang alami sehingga lebih sehat. Namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa terdapat beberapa suplemen yang dapat membahayakan fungsi hati jika dikonsumsi secara berlebihan. Jika ingin mengonsumsi suplemen seperti ini, pastikan Anda dapat menemukan verifikasi BPOM dalam kemasannya. 3. Penumpukan lemak Kondisi asam lemak bisa memicu banyak penyakit berbahaya. Hal ini dapat memicu terjadinya peradangan dan munculnya jaringan parut yang menurunkan fungsi hati. 4. Konsumsi vitamin A berlebihan Memang vitamin ini baik dan diperlukan tubuh. Tapi jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, justru dapat mengganggu fungsi hati. Sebisa mungkin dapatkan vitamin A dari sumber-sumber alami. 5. Konsumsi soda dan minuman beralkohol yang berlebihan Minuman dengan kandungan soda dan alkohol dapat berdampak buruk bagi hati. Memang sesaat terasa menyegarkan, namun ketika konsumsinya berlebihan, kebiasaan ini dapat mengarah pada pengembangan jaringan parut bahkan sirosis hati. 6. Merokok Kebiasaan merokok dapat merusak organ hati karena mengandung banyak zat racun yang memperberat tugas hati, sehingga meningkatkan risiko penyakit hati. Ketika Gangguan hati tidak ditangani : Komplikasi yang mengintai Gangguan hati yang berlangsung lama dengan disertai beberapa komplikasi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai antara lain:
- Sirosis, yaitu terbentuknya jaringan parut pada hati sehingga fungsi hati menurun.
- Hepatitis kronis, yaitu peradangan hati yang berlangsung lama dan dapat menyebabkan kerusakan permanen.
- Kanker hati, terutama pada pasien dengan hepatitis kronis atau sirosis.
- Gagal hati, yaitu kondisi ketika hati tidak lagi mampu menjalankan fungsi vitalnya dengan baik.
- Asites, yaitu penumpukan cairan di rongga perut.
- Varises esofagus dan perdarahan saluran cerna akibat tekanan tinggi pada pembuluh darah sekitar hati.
- Ensefalopati hepatik, yaitu gangguan fungsi otak akibat penumpukan zat beracun yang tidak dapat dibersihkan hati secara optimal.
| Parameter | Apa yang diukur | Arti bila hasilnya tinggi |
| ALT (Alanin Transaminase /SGPT) | Enzim yang diukur hanya terdapat di sel hati | Menandakan kerusakan sel hati, misalnya infeksi, perlemakan hati, atau efek obat tertentu. |
| AST (Aspartat Transaminase/SGOT) | Enzim yang diukur hanya terdapat di saluran empedu dan tulang. | Jika hasilnya tinggi, memiliki arti bahwa terdapat gangguan empedu, sumbatan empedu, atau gangguan tulang. |
| Bilirubin | Zat yang diukur adalah sel darah merah yang diproses hati. | Jika hasilnya tinggi berarti terdapat penyakit kuning, gangguan hati, atau masalah kandung empedu. |
- Manajemen Kesehatan Proaktif: Mengetahui kadar enzim hati Anda dapat mengungkap potensi risiko sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius.
- Penilaian Kesehatan Komprehensif: Uji fungsi hati (LFT) sering kali merupakan bagian dari pemeriksaan kesehatan yang lebih luas, untuk memastikan hati, ginjal, dan organ lainnya berfungsi dengan baik.
- Panduan untuk Keputusan Gaya Hidup dan Medis: Hasil uji dapat memengaruhi pilihan diet dan gaya hidup Anda untuk menjaga kesehatan hati yang optimal.
| Mitos | Fakta |
| Seseorang yang tidak meminum alkohol pasti tidak memiliki permasalahan hati | gangguan hati tidak hanya disebabkan oleh alkohol. Faktor lain seperti hepatitis, pola makan yang tidak sehat sehingga mengakibatkan penumpukan lemak di hati, hingga gangguan metabolik juga berpotensi untuk menimbulkan kerusakan hati. |
| Minuman , obat atau jus “detoks” dapat membersihkan racun di dalam hati | Hati sudah memiliki sistem detoksifikasi alaminya sendiri. minuman atau obat umumnya belum dapat dibuktikan secara medis dapat membersihkan racun di dalam hati, terlebih mengonsumsi obat dalam jumlah yang berlebihan justru tidak baik untuk kondisi hati dan tubuh |
| Kalau kulit dan mata belum menguning, berarti kita terhindar dari penyakit hati | Penyakit kuning hanya muncul pada tahap tertentu. Banyak gangguan hati, termasuk hepatitis B yang terjadi tanpa gejala tersebut selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dapat terdeteksi. |
Referensi
Alodokter. 9 cara menjaga kesehatan hati agar terhindar dari penyakit serius. https://www.alodokter.com/9-cara-menjaga-kesehatan-hati-agar-terhindar-dari-penyakit-serius
Siloam Hospitals. (2025). Cara menjaga kesehatan hati. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/cara-menjaga-kesehatan-hati
AXA Mandiri. (2023, August 16). Mengenal fungsi & cara menjaga organ hati agar tetap sehat. https://www.axa-mandiri.co.id/-/organ-hati
EMC Healthcare. (2026, May 4). Liver sehat, tubuh optimal: Tips gaya hidup dan nutrisi untuk menjaga fungsi hati. https://www.emc.id/id/care-plus/liver-sehat-tubuh-optimal-tips-gaya-hidup-dan-nutrisi-untuk-menjaga-fungsi-hati
Bali International Hospital. (2025, April 4). Why liver function tests are key to your annual check-up. https://bih.id/articles/why-liver-function-tests-are-key-to-your-annual-check-up


