Kimia Farma Laboratorium & Klinik
😍waktunya 🧠 CERMAT untuk ⚡ JEBRET Promo 🔥GEMPAR yang penuh 🎁KEJUTAN dan 💪🏻 DOBRAK kesehatanmu di Laboratorium dan Klinik Kimia Farma😍
Back to School! Ini Checklist Kesehatan Anak yang Wajib Disiapkan Orang Tua
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
Tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh anak dan orang tua. Seragam baru sudah tersusun rapi di lemari. Tas sekolah sudah terisi penuh dengan buku dan alat tulis. Bekal favorit anak yang juga sudah direncanakan jauh-jauh hari. Namun, di tengah semua persiapan itu, ada satu hal yang sering kali terlewat, yaitu kesehatan anak sebelum tahun ajaran baru dimulai. Pasalnya, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat anak berinteraksi dengan banyak orang setiap hari. Mulai dari ruang kelas, kantin, area bermain, hingga kendaraan umum yang digunakan untuk berangkat dan pulang sekolah. Semakin banyak interaksi yang terjadi, maka akan semakin besar pula risiko anak untuk terpapar berbagai virus dan bakteri penyebab penyakit. Tidak sedikit anak yang baru beberapa minggu masuk sekolah sudah mengalami flu, demam, atau gangguan kesehatan lainnya yang membuat mereka harus beristirahat di rumah dan kehilangan waktu belajar. Karena itu, selain menyiapkan perlengkapan sekolah, orang tua juga perlu menyiapkan perlindungan kesehatan yang optimal lewat Vaksin Booster, agar anak dapat menjalani aktivitas belajar dengan nyaman dan tetap produktif sepanjang tahun ajaran. Memangnya, Imunisasi Waktu Bayi Belum Cukup? Ini pertanyaan yang sering dipertanyakan orang tua. Dan jawabannya: belum cukup. Perlindungan dari imunisasi dasar yang didapat anak waktu bayi memang efektif, tapi kekebalan dalam tubuh dapat menurun seiring waktu, sementara risiko terhadap paparan berbagai penyakit justru meningkat terlebih ketika anak masuk lingkungan sekolah. Di sinilah vaksin booster berperan, ia hadir sebagai perlindungan tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang mulai menurun pasca-imunisasi dasar, khususnya saat anak memasuki lingkungan sekolah dengan risiko terpapar berbagai jenis penyakit yang tinggi. Tanpa imunisasi tambahan, anak tidak lagi punya daya tahan yang efektif untuk melawan bakteri dan virus. 6 Penyakit yang mengikuti Anak saat kembali ke Sekolah dan Cara Mencegahnya Selama masa liburan, sebagian besar anak-anak menghabiskan waktu mereka di luar ruangan, namun saat memasuki semester ajaran baru anak-anak akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk berinteraksi di dalam kelas, tanpa mereka sadari kehadiran mereka juga diikuti dengan ribuan penyakit yang mereka bawa dari tempat yang mereka kunjungi selama masa liburan. Kabar baiknya, risiko tersebut dapat diminimalkan melalui pola hidup sehat dan perlindungan tambahan berupa vaksinasi. Berikut adalah beberapa penyakit yang cukup sering menyerang anak usia sekolah yaitu: 1. Influenza : terlihat sepele, tapi bisa bikin absen sekolah karena sakit Influenza sering disamakan dengan pilek biasa (selesma), padahal beda. Influenza disebabkan oleh virus Influenza tipe A, B, dan C yang bisa memicu demam tinggi, batuk, nyeri otot, sakit kepala, sampai tubuh lemas total dan nafsu makan hilang. Penularannya cepat melalui percikan saat batuk atau bersin, jadi ruang kelas yang penuh anak adalah lokasi yang berpotensi tinggi untuk penularan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dipertimbangkan adalah dengan melakukan vaksinasi Influenza tahunan. Vaksin ini membantu tubuh mengenali virus Influenza lebih awal dan membentuk antibodi untuk melawan infeksi tersebut. Manfaat vaksin influenza:
Tahun ajaran baru adalah awal dari perjalanan belajar yang penuh semangat. Idealnya, vaksinasi dilakukan sekitar 2 minggu sebelum tahun ajaran baru dimulai. Hal ini karena tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk respons imun dan menghasilkan antibodi yang optimal setelah vaksin diberikan. Pastikan kesehatan anak ikut dipersiapkan sejak sekarang melalui vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan yang tepat. Kunjungi Klinik Kimia Farma terdekat atau konsultasikan kebutuhan vaksinasi anak Anda bersama tenaga kesehatan kami. Karena masa depan yang cerah dimulai dari anak yang sehat dan terlindungi.
- Membantu mengurangi risiko terkena Influenza.
- Menurunkan risiko komplikasi akibat Influenza.
- Menurunkan kemungkinan anak untuk absen sekolah dikarenakan sakit.
- Membantu melindungi anggota keluarga lain dari penularan virus.
- Melindungi anak dari risiko penularan Campak dan Rubella yang sangat tinggi.
- Mencegah komplikasi serius seperti pneumonia dan ensefalitis.
- Membantu memutus rantai penularan Campak dan Rubella di lingkungan sekolah.
- Bagian dari imunisasi wajib untuk anak usia kelas 1 SD.
- Mencegah penyumbatan jalan napas akibat Difteri yang bisa berakibat fatal.
- Memperkuat kembali kekebalan terhadap Tetanus yang mulai menurun.
- Mengurangi risiko penyebaran Pertusis/Batuk Rejan di kelas.
- Bagian dari imunisasi wajib untuk anak usia kelas 1, 2, dan 5 SD.
- Membantu melindungi anak dari Demam Tifoid.
- Mengurangi risiko komplikasi penyakit akibat Demam Tifoid.
- Memberikan perlindungan tambahan bagi anak yang aktif beraktivitas di luar rumah.
- Melengkapi upaya pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat.
- Membantu mencegah Pneumonia akibat bakteri Pneumokokus.
- Membantu mencegah meningitis dan infeksi serius lainnya.
- Mengurangi risiko rawat inap akibat infeksi Pneumokokus.
- Memberikan perlindungan tambahan saat anak mulai aktif berinteraksi di lingkungan sekolah.
- Memperkuat perlindungan terhadap cacar air bagi anak yang belum pernah mendapatkannya.
- Mengurangi risiko anak kehilangan waktu belajar karena harus isolasi di rumah.
- Mencegah penyebaran cacar air ke teman sekelas.
A. Vaksin Wajib
-
- Kelas 1 SD (usia ±7 tahun): Vaksin MR untuk mencegah Campak dan Rubella, serta vaksin DT untuk mencegah difteri dan tetanus.
- Kelas 2 dan 5 SD (usia ±8 dan 11 tahun): Vaksin Td sebagai booster lanjutan untuk memperkuat kekebalan terhadap tetanus dan difteri.
- Kelas 5 dan 6 SD (anak perempuan): Vaksin HPV untuk pencegahan dini infeksi HPV.
B. Vaksin Tambahan
-
- Influenza: diulang setiap tahun karena virus Influenza terus bermutasi.
- PCV (Prevenar): untuk anak yang belum lengkap dosis dasarnya, sebagai perlindungan dari Pneumonia dan infeksi Pneumokokus lainnya.
- Tifoid: diulang setiap 3 tahun untuk mencegah Demam Tifoid.
- Varisela: untuk memperkuat perlindungan terhadap cacar air bila anak belum pernah mendapatkannya.
- Status vaksinasi anak sudah lengkap dan sesuai rekomendasi dokter.
- Pertimbangkan vaksin Influenza, PCV (Prevenar), dan Demam Tifoid untuk perlindungan tambahan.
- Biasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun.
- Pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup.
- Berikan makanan bergizi seimbang dan cukup minum air putih.
- Ajarkan etika batuk dan bersin yang benar.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan bila anak memiliki riwayat penyakit tertentu.
| Mitos | Fakta |
| Influenza hanyalah batuk pilek biasa yang tidak memerlukan vaksin. | Influenza disebabkan oleh virus Tipe A,B, dan C yang jauh lebih berbahaya dibanding pilek biasa, dan bisa menyebabkan komplikasi berat seperti Pneumonia. |
| Vaksin Tifoid memberikan perlindungan 100% seumur hidup. | Vaksinasi Tifoid tidak melindungi tubuh 100 persen, namun secara signifikan mengurangi risiko dan komplikasi. Karena daya tahannya menurun seiring waktu. Oleh sebab itu dianjurkan pemberian vaksin perlu diulang setiap 3 tahun. |
| Anak yang sudah pernah terkena Pneumonia tidak perlu lagi mendapatkan vaksin PCV | Anak tetap perlu divaksinasi karena terdapat lebih dari 90 serotipe bakteri Pneumokokus. Terkena infeksi dari satu serotipe tidak memberikan perlindungan otomatis terhadap serotipe lain yang terkandung di dalam vaksin |
Referensi
- Alodokter (2025, 19 Mei). Mengenal Vaksin Tifoid, Manfaat, dan Jadwal Pemberiannya., https://www.alodokter.com/mengenal-vaksin-tifoid-manfaat-dan-jadwal-pemberiannya
- (2026, 3 Mei). 11 Hal yang Perlu Diketahui tentang Vaksin PCV pada Anak.,, https://www.halodoc.com/artikel/11-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-vaksin-pcv-pada-anak
- (2020, 15 Oktober). Ini Pentingnya Lakukan Vaksin Flu pada Anak di Era New Normal.,, https://www.halodoc.com/artikel/ini-pentingnya-lakukan-vaksin-flu-pada-anak-di-era-new-normal
- Kementerian Kesehatan RI. (2023, 24 Oktober). Imunisasi Tambahan untuk Optimalkan Kekebalan Tubuh Anak., https://www.kemkes.go.id/id/imunisasi-tambahan-untuk-optimalkan-kekebalan-tubuh-anak
- (2026, 19 Juni). Manfaat Vaksin Influenza Anak Sebelum Liburan, Jangan Sampai Terlewat!., https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/manfaat-vaksin-influenza-anak-sebelum-liburan
- Primaya Hospital. Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Dilakukan., https://primayahospital.com/artikel/imunisasi-tifoid-manfaat-dan-kapan-vaksin-tifoid-dilakukan/
- Primaya Hospital. Vaksin Influenza : Manfaat dan Kapan Dapat Diberikan., https://primayahospital.com/artikel/vaksin-influenza-manfaat-dan-kapan-dapat-diberikan/
- Purba, I. E., Wandra, T., Nugrahini, N., Nawawi, S., & Kandun, N. (2016). Program Pengendalian Demam Tifoid di Indonesia: Tantangan dan Peluang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 1(1).,
- Sidabutar, S., & Satari, H. I. (2010). Pilihan Terapi Empiris Demam Tifoid pada Anak: Kloramfenikol atau Seftriakson?. Sari Pediatri, 11(6), 434-439.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Petunjuk teknis pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS). Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
- (2025, Februari 28). Cacar air – Gejala, penyebab, dan pengobatan. https://www.alodokter.com/cacar-air


