Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Yakin Diet Saja Cukup? Perlukah Pendampingan Ahli untuk program penurunan berat badan?

Memiliki berat badan ideal bukan hanya soal penampilan, tetapi ini juga merupakan jangka panjang untuk kesehatan tubuh. Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung.
Di era digital saat ini, gaya hidup sedentary , seperti duduk terlalu lama, screen time berlebih, pola makan tidak teratur, serta konsumsi makanan tinggi kalori menjadi salah satu pemicu utama kenaikan berat badan yang banyak dialami masyarakat Indonesia.
Tak heran, banyak orang saat ini mencoba berbagai metode diet untuk mendapatkan hasil yang cepat. Namun, pertanyaannya adalah, apakah diet saja cukup untuk menurunkan berat badan secara sehat?
Jawabannya, tidak selalu. Program penurunan berat badan yang sehat membutuhkan kombinasi antara pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, tidur cukup, serta manajemen stres yang baik. Selain itu pendampingan dari dokter juga menjadi hal yang penting dalam proses penurunan berat badan. 
Apa Itu Obesitas?
obesitas terjadi ketika asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak dibanding dengan kalori yang dibakar oleh tubuh. Salah satu cara untuk mengukur status berat badan seseorang adalah dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) yang dapat dihitung dengan membagi berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (m²).  
Berikut adalah kategori IMT/BMI: 
Klasifikasi  IMT (kg/
Berat badan kurang (Underweight)  < 18,5 
Normal  18,5 – 22,9 
Berat badan lebih  23 – 24,9 
Obesitas I  25 – 29,9 
Obesitas II  ≥03
Faktor Penyebab Obesitas 
Jika jumlah kalori yang dikonsumsi lebih banyak daripada yang dibakar oleh tubuh, maka berat badan akan meningkat. Sebaliknya, jika jumlah kalori yang masuk lebih sedikit, maka berat badan akan menurun. Sementara itu, apabila asupan dan pembakaran kalori seimbang, maka berat badan akan tetap terjaga. Namun, obesitas tidak hanya disebabkan oleh makan berlebihan. Ada beberapa faktor lain yang juga dapat memicunya, antara lain: 
  • kurangnya aktivitas fisik 
  • pola makan yang tidak seimbang dan teratur 
  • faktor genetik
  • Faktor hormonal 
  • konsumsi obat-obatan 
Yakin Diet saja Cukup ? 
Membatasi makan saja belum tentu memberikan hasil yang optimal. Penurunan berat badan yang sehat, aman, dan berkelanjutan membutuhkan kombinasi dari lima hal berikut: 
1. pola makan yang sehat 
2. olahraga yang teratur 
3. tidur cukup 
4. mengatur tingkat manajemen stres 
5. Proses diet dalam pemantauan dokter yang ahli 
Kesalahan Diet Yang Sering Dilakukan 
Saat ini banyak orang yang mengikuti metode dirt dari selebritas yang mereka kagumi atau melakukan diet ekstrim hanya untuk mencapai bentuk tubuh yang ideal dalam waktu singkat. Padahal, respon dan metode tubuh setiap orang tentu berbeda-beda, sehingga metode diet tidak dapat disamaratakan. 
Sehingga, program penurunan berat badan sebaiknya dilakukan dengan adanya pendampingan dan pemantauan dari tenaga ahli agar aman, efektif, dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing individu. Berikut beberapa contoh kesalahan diet yang sering terjadi akibat kurangnya pengawasan dari ahli dalam program penurunan berat badan: 
1. Diet tanpa periode puasa (Ketogenik)  
Diet keto adalah pola makan yang sangat rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan cukup protein. Ketika asupan karbohidrat sangat terbatas, tubuh akan memasuki keadaan ketosis, dimana lemak diubah menjadi energi dalam bentuk keton. Diet ketogenik dapat mengalami penurunan berat badan namun hanya dalam jangka pendek dan juga memiliki efek samping seperti kekurangan nutrisi, flu keto, serta beban pada ginjal jika tidak dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan. 
2. Diet detoksifikasi
Diet ini umumnya dilakukan dengan membatasi kalori, menjalani puasa intermiten, dan hanya mengkonsumsi jus dan air putih sebagai asupan harian. Meskipun populer, konsep diet detoks masih dinilai belum memiliki bukti ilmiah yang kuat terkait efektivitasnya dalam membersihkan racun di dalam tubuh. Pembatasan asupan yang terlalu ketat dapat membuat tubuh kekurangan sumber energi utama, sehingga tubuh mulai menghasilkan zat kimia yang disebut keton sebagai sumber energi alternatif. Peningkatan kadar keton dalam tubuh dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti mengalami mual, dehidrasi, lemas, pusing dan mudah tersinggung. 
Kedua metode diet di atas memang terlihat menarik karena menjanjikan hasil yang cepat. Namun tanpa pengawasan medis yang tepat, keduanya dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak terkontrol dan berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti tekanan darah yang tidak stabil, ketidakseimbangan kadar kolesterol, hingga gangguan gula darah yang dapat membahayakan kondisi tubuh. 
Mengapa Diet Harus Dalam Pemantauan Dari Dokter
Diet tanpa pengawasan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti kekurangan nutrisi, gangguan metabolisme, penurunan massa otot, dehidrasi, gangguan gula darah, hingga gangguan fungsi organ. Selain itu, beberapa jenis diet ekstrem juga dapat memicu ketidakseimbangan hormon dan menyebabkan berat badan kembali naik dengan cepat setelah diet dihentikan. Karena itu, program diet yang sehat sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh, meliputi pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, manajemen stres, serta pemantauan berkala oleh dokter agar hasil yang diperoleh optimal dan berkelanjutan. 
itulah mengapa melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat dianjurkan sebelum memulai program penurunan berat badan seperti beberapa manfaat dibawah ini: 
1. Program diet disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing 
2. terdapat informasi yang jelas mengenai kandungan dari gizi, protein dan kebutuhan tubuh yang harus dipenuhi selama melakukan diet 
3. Tidak menimbulkan penyakit baru bagi tubuh karena kekurangan asupan atau gizi selama melakukan program diet
4. mendapatkan suplemen atau vitamin untuk memperkuat imun tubuh dan mengganti asupan yang kurang sehingga tidak membuat tubuh drop.
Mengenal Semaglutide : Salah Satu Metode Diet Yang Dapat Dipertimbangkan
Semaglutide adalah obat yang termasuk ke dalam kelas Glucagon-Like Peptide -1 receptor agonist (GLP-1) dengan 94% sekuen homolog dengan GLP-1 manusia. Awalnya obat ini dikembangkan untuk mengobati diabetes tipe 2, namun kemudian ditemukan bahwa terapi ini juga memiliki efek signifikan dalam menurunkan berat badan. Cara kerja Semaglutide adalah dengan menstimulasi reseptop GLP-1 di orak, khususnya hipotalamus yang berperan dalam mengendalikan rasa lapar. Sehingga, pasien yang menggunakan obat ini akan cenderung merasa kenyang lebih lama dan tidak mudah tergoda untuk makan dalam porsi yang banyak.
Mitos dan Fakta
Mitos  Fakta 
Program diet dapat dilakukan dengan mencontoh pola diet orang lain yang sudah terbukti berhasil Program penurunan berat badan harus didampingi dengan dokter yang ahli di bidangnya, hal ini dikarenakan kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. sehingga walaupun orang lain berhasil dengan program diet yang mereka lakukan belum tentu diet tersebut cocok untuk diterapkan diri kita dikarenakan asupan harian setiap orang berbeda.
Penurunan berat badan cukup hanya dengan melakukan pembatasan makanan.  Penurunan berat badan tidak bisa hanya dengan “diet saja” namun juga harus diikuti dengan aktivitas fisik seperti olahraga.
Diet ketat hasilnya lebih cepat.  Diet yang ekstrim berisiko menghadirkan penyakit lainnya dan penurunan berat badan umumnya tidak pasti dan akan mengalami kenaikan atau penurunan nantinya.
Penutup 
Program penurunan berat badan yang sehat bukan tentang hanya seberapa cepat angka di timbangan turun, tetapi tentang bagaimana hidup yang sehat, aman dan berkelanjutan. 
Kimia farma laboratorium & klinik hadir sebagai mitra kesehatan Anda dalam memulai perjalanan mencapai tubuh ideal dengan langkah yang aman dan tepat. Jangan tunda lagi, lebih baik berkonsultasi sekarang untuk mendapatkan komplikasi yang serius akibat dari diet ekstrem di kemudian hari. Kunjungi Kimia Farma Laboratorium & Klinik terdekat atau hubungi kami untuk membuat janji konsultasi. 
  • Umaru, Elijah., Ibrahin, Andrew., & David, Kenneth. (2021). Efektivitas Diet dan Olahraga terhadap Penurunan dan Pemeliharaan Berat Badan: Tinjauan Perbandingan Singkat, Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, 2 (1), 1-2 
  • Hanum., Azmy. (2023). Faktor-Faktor penyebab Terjadinya Obesitas pada Remaja. Healthy
  • Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 9 (2), 1-11
  • Syarifullah.,Muhammad., Pranata., Rio. Perilaku diet dikalangan Remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 10 (1), 124-132
  • Kim., JU,. Strategi diet optumal untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan setelah penurunan berat badan. Jurnal obesitas dan Metabolisme. (2021), 30 (1), 20-31
  • Murzen, R. (2024, Desember 23). Semaglutide. https://www.alodokter.com/semaglutide
  • Kurniawan, Yani & Hartati, Monica. (2026). Kombinasi terapi semaglutide injeksi dan diethylpropion HCL oral pada pasien obesitas: Laporan kasus. Jurnal Akta Trimedika (JAT), 3 (1), 1141-1148
  • Putri, S. (2025, Oktober 1). Paanduan cara diet yang benar & Efektif menurut para ahli. https://www.kpoin.com/blog/diet-nutrisi/panduan-cara-diet-yang-benar-dan-efektif-menurut-ahli-gizi
  • Putri, S. (2025, Oktober 20). Cara diet IF yang benar panduan lengkap untuk pemula.  . https://www.kpoin.com/blog/diet-nutrisi/cara-diet-if-yang-benar-panduan-lengkap-untuk-pemula
  • Johns D, Hartmann-Boyce J, Jebb S .Diet or Exercise Interventions vs Combined Behavioral Weight Management Programs: A Systematic Review and Meta-Analysis of Direct Comparisons. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 2014; 114, 1557-1568
  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/509/2025 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinik Tata Laksana Obesitas Dewasa
  • Direktorat Jendral Kesehatan Lanjutan (2024, September 5). Mengenal Obesitas. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3617/mengenal-obesitas
  • RSPP. (2025, Januari 11) Diet Keto: Jalan Menuju Tubuh Ideal atau Hanya Tren Sesaat? https://rspp.co.id/artikel-detail-627-Diet-Keto-Jalan-Menuju-Tubuh-Ideal-atau-Hanya-Tren-Sesaat.html

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group