Kimia Farma Laboratorium & Klinik
✨Kicau ManiA🐦⬛ untuk hidup lebih SAKSES 🤩 karena kita generasi FOMO 🤙🏻
Yakin Diet Saja Cukup? Perlukah Pendampingan Ahli untuk program penurunan berat badan?
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
Memiliki berat badan ideal bukan hanya soal penampilan, tetapi ini juga merupakan jangka panjang untuk kesehatan tubuh. Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung. Di era digital saat ini, gaya hidup sedentary , seperti duduk terlalu lama, screen time berlebih, pola makan tidak teratur, serta konsumsi makanan tinggi kalori menjadi salah satu pemicu utama kenaikan berat badan yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Tak heran, banyak orang saat ini mencoba berbagai metode diet untuk mendapatkan hasil yang cepat. Namun, pertanyaannya adalah, apakah diet saja cukup untuk menurunkan berat badan secara sehat? Jawabannya, tidak selalu. Program penurunan berat badan yang sehat membutuhkan kombinasi antara pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, tidur cukup, serta manajemen stres yang baik. Selain itu pendampingan dari dokter juga menjadi hal yang penting dalam proses penurunan berat badan. Apa Itu Obesitas? obesitas terjadi ketika asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak dibanding dengan kalori yang dibakar oleh tubuh. Salah satu cara untuk mengukur status berat badan seseorang adalah dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) yang dapat dihitung dengan membagi berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (m²). Berikut adalah kategori IMT/BMI:
Faktor Penyebab Obesitas Jika jumlah kalori yang dikonsumsi lebih banyak daripada yang dibakar oleh tubuh, maka berat badan akan meningkat. Sebaliknya, jika jumlah kalori yang masuk lebih sedikit, maka berat badan akan menurun. Sementara itu, apabila asupan dan pembakaran kalori seimbang, maka berat badan akan tetap terjaga. Namun, obesitas tidak hanya disebabkan oleh makan berlebihan. Ada beberapa faktor lain yang juga dapat memicunya, antara lain:
Penutup Program penurunan berat badan yang sehat bukan tentang hanya seberapa cepat angka di timbangan turun, tetapi tentang bagaimana hidup yang sehat, aman dan berkelanjutan. Kimia farma laboratorium & klinik hadir sebagai mitra kesehatan Anda dalam memulai perjalanan mencapai tubuh ideal dengan langkah yang aman dan tepat. Jangan tunda lagi, lebih baik berkonsultasi sekarang untuk mendapatkan komplikasi yang serius akibat dari diet ekstrem di kemudian hari. Kunjungi Kimia Farma Laboratorium & Klinik terdekat atau hubungi kami untuk membuat janji konsultasi.
| Klasifikasi | IMT (kg/m²) |
| Berat badan kurang (Underweight) | < 18,5 |
| Normal | 18,5 – 22,9 |
| Berat badan lebih | 23 – 24,9 |
| Obesitas I | 25 – 29,9 |
| Obesitas II | ≥03 |
- kurangnya aktivitas fisik
- pola makan yang tidak seimbang dan teratur
- faktor genetik
- Faktor hormonal
- konsumsi obat-obatan
| Mitos | Fakta |
| Program diet dapat dilakukan dengan mencontoh pola diet orang lain yang sudah terbukti berhasil | Program penurunan berat badan harus didampingi dengan dokter yang ahli di bidangnya, hal ini dikarenakan kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. sehingga walaupun orang lain berhasil dengan program diet yang mereka lakukan belum tentu diet tersebut cocok untuk diterapkan diri kita dikarenakan asupan harian setiap orang berbeda. |
| Penurunan berat badan cukup hanya dengan melakukan pembatasan makanan. | Penurunan berat badan tidak bisa hanya dengan “diet saja” namun juga harus diikuti dengan aktivitas fisik seperti olahraga. |
| Diet ketat hasilnya lebih cepat. | Diet yang ekstrim berisiko menghadirkan penyakit lainnya dan penurunan berat badan umumnya tidak pasti dan akan mengalami kenaikan atau penurunan nantinya. |
Referensi
- Umaru, Elijah., Ibrahin, Andrew., & David, Kenneth. (2021). Efektivitas Diet dan Olahraga terhadap Penurunan dan Pemeliharaan Berat Badan: Tinjauan Perbandingan Singkat, Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, 2 (1), 1-2
- Hanum., Azmy. (2023). Faktor-Faktor penyebab Terjadinya Obesitas pada Remaja. Healthy
- Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 9 (2), 1-11
- Syarifullah.,Muhammad., Pranata., Rio. Perilaku diet dikalangan Remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 10 (1), 124-132
- Kim., JU,. Strategi diet optumal untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan setelah penurunan berat badan. Jurnal obesitas dan Metabolisme. (2021), 30 (1), 20-31
- Murzen, R. (2024, Desember 23). Semaglutide. https://www.alodokter.com/semaglutide
- Kurniawan, Yani & Hartati, Monica. (2026). Kombinasi terapi semaglutide injeksi dan diethylpropion HCL oral pada pasien obesitas: Laporan kasus. Jurnal Akta Trimedika (JAT), 3 (1), 1141-1148
- Putri, S. (2025, Oktober 1). Paanduan cara diet yang benar & Efektif menurut para ahli. https://www.kpoin.com/blog/diet-nutrisi/panduan-cara-diet-yang-benar-dan-efektif-menurut-ahli-gizi
- Putri, S. (2025, Oktober 20). Cara diet IF yang benar panduan lengkap untuk pemula. . https://www.kpoin.com/blog/diet-nutrisi/cara-diet-if-yang-benar-panduan-lengkap-untuk-pemula
- Johns D, Hartmann-Boyce J, Jebb S .Diet or Exercise Interventions vs Combined Behavioral Weight Management Programs: A Systematic Review and Meta-Analysis of Direct Comparisons. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 2014; 114, 1557-1568
- Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/509/2025 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinik Tata Laksana Obesitas Dewasa
- Direktorat Jendral Kesehatan Lanjutan (2024, September 5). Mengenal Obesitas. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3617/mengenal-obesitas
- RSPP. (2025, Januari 11) Diet Keto: Jalan Menuju Tubuh Ideal atau Hanya Tren Sesaat? https://rspp.co.id/artikel-detail-627-Diet-Keto-Jalan-Menuju-Tubuh-Ideal-atau-Hanya-Tren-Sesaat.html


