Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Demam Tak Kunjung Sembuh? Kenali Pemeriksaan Laboratorium untuk Infeksi Dengue dan Tifoid

Tinggal di negara tropis seperti Indonesia membuat masyarakat lebih rentan terserang dengan berbagai penyakit infeksi. Tak heran jika demam menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dirasakan oleh masyarakat. Panas tinggi, menggigil, lemas, dan tubuh terasa tidak karuan sering dianggap sebagai gejala masuk angin atau flu biasa. Tapi, tahukah kamu bahwa demam yang berlangsung lebih dari 3 hari tanpa menunjukkan tanda-tanda membaik bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius? Jangan dulu anggap remeh, kita perlu lebih waspada. Kondisi ini bisa jadi bukan sekadar flu biasa, mungkin gejala awal dari penyakit infeksi berbahaya seperti Demam Dengue (DD)/Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Demam Tifoid. Kedua penyakit ini memang kerap menimbulkan gejala yang mirip di awal, seperti demam tinggi, lemas, nyeri otot, dan gangguan pencernaan. Namun, penyebab perjalanan penyakit hingga cara pengobatannya sangat berbeda. Di sinilah pentingnya peran pemeriksaan laboratorium, agar diagnosis bisa ditegakkan dengan akurat dan penanganan dilakukan sejak dini.

Apa itu Demam Dengue (DD)/Demam Berdarah Dengue (DBD)? DD/DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya dapat berkembang cepat dan bisa memasuki fase kritis dalam beberapa hari, terutama pada hari ke-2 hingga ke-7. Demam dengue adalah bentuk ringan dari infeksi virus dengue tanpa disertai gejala pendarahan. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah bentuk berat dan berisiko komplikasi serius, seperti kondisi syok. Tanpa pemantauan medis yang tepat, kondisi ini bisa mengancam nyawa. Gejala DBD meliputi:
  • Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 39–40°C) dan menggigil
  • Nyeri otot dan sendi hebat (sering disebut “breakbone fever”)
  • Sakit kepala parah, terutama di belakang mata
  • Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan
  • Bintik-bintik merah pada kulit (petekie) karena kebocoran pembuluh darah
  • Trombosit (keping darah) yang turun drastis (≤100.000 sel per mm3)
Apa itu Demam Tifoid (Tifus)?

Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi A, B, atau C yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, kelompok pekerja sering kali lebih rentan karena aktivitas yang padat dan melelahkan dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga lebih mudah terinfeksi. Biasanya, periode inkubasi penyakit ini berlangsung sekitar 3-60 hari. Berbeda dari infeksi dengue, tifus dapat berkembang secara perlahan. Gejalanya bisa mencakup:
  • Demam bertahap yang makin meningkat setiap hari tanpa turun signifikan pada malam hari. Demam yang berlangsung lebih dari seminggu dan tidak merespon terhadap obat penurun panas. 
  • Gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit
  • Perut kembung, mual, dan nyeri di ulu hati
  • Lidah berwarna putih di bagian tengah
  • Lemah, lesu berlebihan, dan sulit berkonsentrasi
  • Denyut jantung melambat meski suhu tinggi (bradikardia relatif)
  • Penurunan berat badan atau nafsu makan
Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

Diagnosis yang tepat bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menentukan arah pengobatan yang benar. Pemeriksaan fisik saja seringkali tidak cukup, karena gejala dengue dan tifus bisa terlihat mirip. Inilah mengapa pemeriksaan laboratorium sangat penting.  Melalui hasil laboratorium, dokter dapat mengetahui:
  • Jenis infeksi (virus atau bakteri)
  • Stadium penyakit (fase akut atau penyembuhan)
  • Adanya penurunan trombosit atau gangguan sistem imun
  • Risiko komplikasi seperti perdarahan, syok, dehidrasi, atau infeksi sistemik
Dengan diagnosis yang cepat dan akurat, penanganan dapat diberikan tepat sasaran sejak awal, apakah pasien perlu rawat inap, pemberian cairan, transfusi, atau antibiotik untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah perburukan kondisi.

Pemeriksaan Lengkap untuk Infeksi Dengue: Fever Dengue Package

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah ke DBD, terutama disertai demam tinggi tanpa sebab jelas selama 1–3 hari, maka penting untuk segera mempertimbangkan pemeriksaan dini DBD. Salah satu pilihan terbaik adalah Fever Dengue Package yang bisa menjadi pilihan awal untuk deteksi dini.

  1. Isi Paket Pemeriksaan:
  • Hematologi Lengkap: Menilai jumlah trombosit, leukosit, hematokrit, dan hemoglobin. Penurunan trombosit (<150.000) dan leukosit rendah bisa menjadi tanda khas infeksi dengue. Tujuannya adalah untuk melihat adanya kebocoran komponen darah, kekentalan darah, dan sebagai acuan waktu yang tepat pasien dirawatinapkan untuk observasi medis yang lebih ketat.
  • NS1 Antigen Dengue: Tes spesifik untuk mendeteksi antigen virus dengue dalam 1–3 hari pertama demam. Hasil positif menunjukkan infeksi aktif.
  • Anti-Dengue IgG & IgM: Mengetahui status kekebalan tubuh. IgM positif menandakan infeksi baru, IgG menunjukkan infeksi lama atau berulang
  1. Persyaratan pasien: Tidak ada (tidak perlu puasa)
  2. Waktu hasil pemeriksaan (WSHP): 1 hari
  3. Harga: Rp. 1.002.000,-

Pemeriksaan ini sangat berguna untuk diagnosis dini, terutama agar bisa segera dilakukan pemantauan cairan dan mencegah fase kritis DBD yang bisa berakibat fatal.

Pemeriksaan Lengkap untuk Tifus: Fever Typhoid Package

Jika demam berlangsung lebih dari 3 hari, disertai gejala pencernaan dan tubuh terasa semakin lemah dari hari ke hari, maka kemungkinan besar tifus perlu dicurigai. Untuk itu, Fever Typhoid Package hadir sebagai paket pemeriksaan untuk membantu skrining penyakit ini.

  1. Isi Paket Pemeriksaan:
  • Tes antibodi terhadap Salmonella typhi (biasanya berupa Widal Test atau tes cepat seperti TUBEX atau Typhidot) untuk mendeteksi respons imun terhadap bakteri penyebab tifus. Tes widal merupakan skrining awal untuk infeksi tifoid, terutama di fasilitas kesehatan dengan sarana laboratorium terbatas. Umumnya dilakukan pada hari ke-5 atau lebih setelah demam karena antibodi butuh waktu untuk terbentuk. TUBEX atau Typhidot memiliki akurasi lebih baik daripada Widal dan dapat mendeteksi/menskrining infeksi akut secara lebih dini.
  • Beberapa fasilitas juga menambahkan pemeriksaan darah lengkap untuk melihat tanda-tanda infeksi sistemik.
  1. Persyaratan pasien: Tidak ada
  2. Waktu hasil pemeriksaan (WSHP): 1 hari
  3. Harga: Rp. 555.000,-

Pemeriksaan ini membantu mendeteksi dini infeksi tifoid pada pasien. Hasil pemeriksaan tetap perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan klinis melalui evaluasi dari dokter dan kultur darah bila tersedia untuk penentuan diagnosis pasti, apakah pasien membutuhkan antibiotik, rawat inap, atau cukup dengan pengobatan jalan.

Pencegahan Masih Menjadi Kunci

Meski pemeriksaan laboratorium membantu diagnosis, pencegahan tetap menjadi yang utama terhadap penyakit infeksi. Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan:

Tips Pencegahan Infeksi Dengue: Jangan Sampai Nyamuk Menang!
  • Cegah perkembangbiakan nyamuk dengan 3M: (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang)
  • Menghindari gigitan nyamuk misalnya dengan menggunakan kelambu atau lotion anti-nyamuk saat tidur
  • Perhatikan lingkungan sekitar rumah seperti pot bunga dan talang air agar bebas dari genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk.
Waspadai Tifus! Lakukan Pencegahan Agar Tidak Tumbang:
  • Konsumsi makanan yang dimasak matang dan bersih
  • Selalu mencuci tangan sebelum makan
  • Hindari jajan sembarangan
  • Gunakan air bersih untuk memasak/memproses makanan,minuman, maupun mencuci tangan.
Lebih Cepat Deteksi Dini, Lebih Cepat Ditangani

Demam yang tak kunjung reda adalah sinyal penting dari tubuh bahwa ada gangguan serius. Baik DBD maupun tifus bisa menyebabkan komplikasi serius bila tak segera ditangani. Fever Dengue Package dan Fever Typhoid Package adalah langkah awal untuk mendeteksi penyebabnya secara akurat. Tidak perlu persiapan khusus, hasil keluar dalam 1 hari, dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Jangan ragu untuk memanfaatkan pemeriksaan laboratorium sebagai bentuk pencegahan dan perlindungan diri.

Cek artikel kesehatan lainnya dan jangan lewatkan promo menarik khusus bulan ini!
  • Amritha J, Raveenthiran V. Concurrent Scrub Typhus and Dengue Fever Mimicking Acute Appendicitis. Indian Pediatr. 2022 Nov 15;59(11):885-886. https://doi.org/10.1007/s13312-022-2650-y
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2021, April 16). Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) 2010 Case Definition. Retrieved From: https://ndc.services.cdc.gov/case-definitions/dengue-hemorrhagic-fever 2010/#:~:text=Clinical%20Description,effusion%2C%20or%20ascites%20or%20hypoproteinemia.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024, April 24). Clinical Guidance for Typhoid Fever and Paratyphoid Fever Retrieved from: https://www.cdc.gov/typhoid-fever/hcp/clinical-guidance/index.html
  • Kemenkes. (2025). Demam Berdarah Dengue. Retrieved from: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik/demam-berdarah-dengue
  • Kemenkes. (2025). Tipus (Penyakit Tipes). Retrieved from: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/infeksi-enterik/tipus-penyakit-tipes
  • Mahato, A. K., Shrestha, N., Gharti, S. B., & Shah, M. (2022). Typhoid Fever among Patients Diagnosed with Dengue in a Tertiary Care Centre: A Descriptive Cross-sectional Study. JNMA; journal of the Nepal Medical Association60(252), 714–717. https://doi.org/10.31729/jnma.7624
  • Mohapatra, R. K., Al-Haideri, M., Mishra, S., Mahal, A., Sarangi, A. K., Khatib, M. N., … & Sah, R. (2024). Linking the increasing epidemiology of scrub typhus transmission in India and South Asia: are the varying environment and the reservoir animals the factors behind?. Frontiers in Tropical Diseases5, 1371905. https://doi.org/10.3389/fitd.2024.1371905

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group