Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Meningkatkan Kesadaran Akan Pentingnya Vaksin HFMD di Indonesia

  1. Pengenalan HFMD dan Pentingnya Penanganan yang Tepat

Penyakit tangan, kaki dan mulut (HFMD) atau pada masyarakat awam di Indonesia dikenal dengan istilah flu Singapura merupakan infeksi yang umum terjadi pada anak – anak, khususnya mereka yang berusia di bawah lima tahun. Penyebab utamanya adalah virus Enterovirus A71 (EV-A71) dan Coxsackievirus A16 (CV-A16) sebagai dua strain yang paling sering ditemukan. HFMD ditandai dengan gejala-gejala seperti demam ringan hingga tinggi, luka sariawan di mulut yang bisa menyakitkan dan ruam berbentuk lepuhan di telapak tangan dan kaki. Walaupun sebagian besar kasus tergolong ringan, komplikasi berat seperti ensefalitis (radang otak), meningitis (radang selaput otak), bahkan kelumpuhan atau kematian dapat terjadi jika infeksi tidak ditangani dengan baik.

  1. Peran Krusial Vaksin EV-A71 dalam Pencegahan HFMD

Dalam beberapa tahun terakhir, vaksin berbasis EV-A71 telah dikembangkan untuk mencegah bentuk HFMD berat yang disebabkan oleh virus ini. Berdasarkan penelitian klinis, vaksin ini menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi, mencapai lebih dari 90% dalam mencegah komplikasi berat pada anak-anak. Keunggulan vaksin ini terletak pada kemampuannya untuk menurunkan risiko penyakit serius, memperpendek durasi rawat inap di rumah sakit dan mencegah beban psikologis serta finansial pada keluarga pasien.

Penggunaan vaksin EV-A71 telah terbukti efektif dalam mengurangi prevalensi kasus berat penyakit tangan, kaki dan mulut (HFMD) di negara-negara yang memiliki program imunisasi khusus terhadap virus ini. Meski vaksin ini belum sepenuhnya diintegrasikan ke dalam jadwal imunisasi nasional di Indonesia, dukungan kuat dari banyak ahli kesehatan mendorong penerapannya terutama di daerah dengan tingkat kasus HFMD yang tinggi. Penting untuk dicatat bahwa efektivitas tinggi dari vaksin EV-A71 ini spesifik untuk virus EV-A71 saja dan tidak mencakup CV-A16 dan A10 yang juga merupakan penyebab umum dari HFMD.

  1. Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin

Vaksin EV-A71 biasanya diberikan dalam dua dosis, dimulai pada usia 6 bulan dengan interval satu bulan antara dosis pertama dan kedua. Jadwal ini telah dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal kepada bayi dan anak-anak sebelum mereka terpapar virus secara signifikan. Sebagai langkah preventif tambahan, vaksin ini juga bisa diberikan kepada anak-anak yang lebih tua, terutama jika mereka tinggal di wilayah yang rawan wabah HFMD atau memiliki riwayat kontak dengan penderita HFMD berat.

  1. Situasi HFMD di Indonesia: Tantangan dan Peluang

Di Indonesia, kasus HFMD cenderung meningkat pada musim pancaroba dan musim hujan. Kelembaban yang tinggi serta mobilitas anak-anak di sekolah atau tempat penitipan anak menjadi faktor pemicu penyebaran virus ini. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024, lebih dari 5.000 kasus HFMD dilaporkan di berbagai daerah dan Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka kasus tertinggi. Pada tahun yang sama, kasus berat akibat komplikasi HFMD seperti ensefalitis juga tercatat di beberapa rumah sakit rujukan.

Tantangan utama yang dihadapi Indonesia dalam pengendalian HFMD meliputi; rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan gejala awal penyakit ini, keterbatasan akses terhadap vaksin EV-A71 di beberapa wilayah, serta kurangnya kampanye edukasi kesehatan yang terfokus pada pencegahan HFMD. Namun, peluang untuk mengatasi tantangan ini cukup besar. Dengan program vaksinasi yang lebih luas, diiringi kampanye edukasi intensif melalui media massa dan platform digital, Indonesia dapat mengurangi beban kesehatan akibat HFMD secara signifikan.

  1. Mitos vs. Fakta Tentang HFMD dan Vaksinnya
Mitos Fakta
HFMD hanya menyerang anak-anak. HFMD memang lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa terinfeksi meskipun gejalanya cenderung lebih ringan.
HFMD tidak bisa dicegah. HFMD dapat dicegah melalui vaksinasi EV-A71 serta praktik kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan secara rutin dan menjaga lingkungan bersih.
Vaksin HFMD tidak efektif. Vaksin EV-A71 efektif mencegah komplikasi berat HFMD, dengan fokus perlindungan yang khusus terhadap virus EV-A71, sambil terus mendorong penelitian untuk memperluas cakupan terhadap virus lain seperti CV-A16 dan A10.
HFMD hanya disebabkan oleh satu jenis virus. Selain EV-A71, HFMD juga bisa disebabkan oleh Coxsackievirus A16, A10, dan strain Enterovirus lainnya.
Efek samping vaksin HFMD berat dan berbahaya. Efek samping vaksin EV-A71 yang dilaporkan umumnya ringan seperti demam ringan, nyeri, atau kemerahan di tempat suntikan dan biasanya sembuh sendiri dalam beberapa hari.
  1. Langkah Menuju Pencegahan yang Efektif

Sebagai bagian dari strategi nasional untuk mencegah penyebaran HFMD, langkah-langkah berikut dapat dilakukan:

    1. Peningkatan akses vaksin EV-A71: memastikan vaksin ini tersedia di lebih banyak fasilitas kesehatan, termasuk di klinik-klinik Kimia Farma.
    2. Edukasi dan penyuluhan: meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye kesehatan di sekolah, posyandu dan media sosial tentang pentingnya vaksinasi dan kebersihan tangan.
    3. Pemantauan kasus dan wabah: melakukan surveilans yang lebih baik untuk mendeteksi dan menangani wabah HFMD sedini mungkin.
    4. Kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga kesehatan: mendorong kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan dan produsen vaksin untuk memastikan ketersediaan vaksin yang terjangkau dan berkualitas.
  1. Vaksinasi sebagai Langkah Nyata untuk Kesehatan Anak Anda!

Bagi Anda yang ingin melindungi anak-anak dari risiko HFMD, vaksin EV-A71 menawarkan solusi efektif! vaksin ini adalah langkah pencegahan yang penting untuk melindungi keluarga Anda serta membantu membangun masyarakat yang lebih sehat.

  • Duan, X., Zhang, L., Ding, L., et al. (2024). Efektivitas vaksin enterovirus A71 terhadap HFMD pediatrik dan profil penyakit infeksi pasca vaksinasi. Vaccine. https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2024.02.026
  • Pham, H. G., et al. (2024). Vaccine for hand, foot, and mouth disease (HFMD): A call to action. Vaccine. https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2024.126491
  • Zhang, X., et al. (2023). Enterovirus Terkait Penyakit Tangan-Kaki-dan-Mulut dan Pengembangan Vaksin HFMD Multivalen. Journal of Biomedical Science, 30:15. https://pmc-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog/articles/PMC9820767
  • National University of Singapore. (2023). A Multivalent VLP mRNA vaccine for HFMD. Department of Microbiology & Immunology. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/immunization/mrna-ttp/march-2024/presentations/12_chu_hfmd_preclinical.pdf?sfvrsn=4ff8275_1
  • Kementerian Kesehatan RI. (2024). Penyakit tak Libur Saat Libur Lebaran, Waspadai Demam Berdarah dan HFMD. https://kemkes.go.id/id/penyakit-tak-libur-saat-libur-lebaran-waspadai-demam-berdarah-dan-hfmd
  • CNN Indonesia. (2024). Kemenkes: Lebih dari 5 Ribu Orang Indonesia Terinfeksi Flu Singapura. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20240328104809-255-1079942/kemenkes-lebih-dari-5-ribu-orang-indonesia-terinfeksi-flu-singapura

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group