Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Jangan Anggap Remeh! Pneumonia Ancaman Nyata Bagi Anak dan Orang Dewasa

Menurut laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2025, jumlah kasus pneumonia terus naik sejak 2020. Bahkan, tercatat sebanyak 99 jamaah haji Indonesia mengalami pneumonia saat berada di Tanah Suci di 2025. Penyakit ini bukan hanya ancaman bagi orang dewasa, namun menjadi penyebab kematian utama pada anak. Setiap tahun, sekitar 700 ribu anak meninggal karena pneumonia. Data WHO (2019) juga mencatat, pneumonia merenggut nyawa 740 ribu kematian balita atau setara dengan 14 persen dari total kematian balita di seluruh dunia. Angka ini memperlihatkan bahwa pneumonia masih menjadi ancaman nyata bagi  seluruh kalangan usia.
Apa itu Pneumonia?
Kemenkes RI menjelaskan pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, ataupun virus. Begitu pula dengan WHO yang menjelaskan bahwa pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan akut yang paling sering disebabkan oleh virus atau bakteri. Dapat disimpulkan pneumonia merupakan penyakit infeksi paru yang umum disebabkan oleh bakteri atau virus. Penyebab pneumonia sering terjadi dikarenakan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae type b (Hib). Sedangkan pada untuk kasus pneumonia, virus lebih sering disebabkan oleh influenza dan RSV (Respiratory Syncytial Virus).  
Faktor Risiko
Berdasarkan Usia
Pneumonia dapat menyerang siapa saja. Namun, terdapat dua kelompok usia yang berisiko lebih tinggi terkena pneumonia dan mengalami pneumonia yang lebih serius, sebagai berikut:
  • Anak-anak berusia <5 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi. Risiko meningkat pada anak-anak di usia yang lebih muda. Anak berusia 1 tahun memiliki risiko lebih tinggi daripada anak berusia 4 tahun. Begitu pula halnya dengan bayi prematur dan anak dengan gizi buruk.
  • Pada orang dewasa, risiko pneumonia mulai naik setelah umur 65 tahun, dan makin tinggi lagi ketika sudah melewati 80 tahun.
Bayi, anak-anak, maupun orang dewasa yang lebih tua akan berisiko lebih tinggi terkena pneumonia apabila tidak mendapatkan vaksin yang direkomendasikan untuk pencegahan. 

Berdasarkan Lingkungan atau Pekerjaan

Pneumonia merupakan penyakit yang gampang menular di tempat yang padat dan sirkulasi udaranya buruk, seperti asrama, panti jompo, atau ruang kerja tertutup. Risiko dapat meningkat bila sering terpapar asap rokok, polusi kendaraan, atau zat kimia beracun. Selain itu, Karena itu, pekerja di rumah potong unggas, toko hewan, atau klinik hewan lebih berisiko terpapar.

Berdasarkan Kebiasaan Gaya Hidup

Kebiasaan merokok mengakibatkan saluran pernapasan sulit bersih dari lendir, sehingga mudah terserang infeksi. Di sisi lain, konsumsi alkohol atau narkoba juga bisa melemahkan daya tahan tubuh. Saat seseorang overdosis atau tidak sadar, maka muntahan atau air liur dapat terhirup ke paru-paru yang kemudian memicu pneumonia. Kondisi ini dikenal dengan pneumonia aspirasi.
Berdasarkan Kondisi Medis Lainnya
Sejumlah penyakit meningkatkan kerentanan terhadap pneumonia seperti stroke, cedera kepala, demensia, atau penyakit parkinson yang mengganggu kemampuan menelan dan batuk. Kondisi lain yang melemahkan sistem imun seperti kehamilan, HIV/AIDS, terapi kanker, transplantasi organ, atau penggunaan steroid dalam jangka panjang juga memperbesar risiko. Pneumonia juga kerap muncul pada pasien kritis yang dirawat di rumah sakit, apalagi jika menggunakan ventilator.
Penyakit paru-paru kronis seperti asma, bronkiektasis, PPOK, atau fibrosis kistik, serta penyakit lain seperti malnutrisi, diabetes, gagal jantung, penyakit hati, ginjal, atau sel sabit, juga memperbesar kemungkinan terkena pneumonia.
Gejala Umum Pneumonia, Meliputi:
  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk
  • Perubahan status mental (kebingungan)
  • Batuk
  • Kelelahan (merasa lelah)
  • Demam atau menggigil
  • Mual, muntah, atau diare
  • Napas cepat (takipnea), tanda khas pneumonia pada bayi/anak menurut WHO
Dampak Jangka Panjang Pneumonia Jika Dibiarkan
Pada anak usia dini, pneumonia dapat meninggalkan dampak jangka panjang, seperti menurunnya fungsi paru-paru ketika mereka dewasa. Jika penyakit ini terjadi pada anak usia <5 tahun, risikonya makin tinggi untuk mengalami asma atau gangguan pernapasan jangka panjang saat besar nanti.
Anak-anak yang pernah dirawat karena pneumonia berat lebih rentan mengalami sisa masalah pernapasan, seperti penyempitan saluran napas, bronkiektasis, atau gangguan paru kronis lain. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pneumonia berat yang memerlukan rawat inap berhubungan dengan masalah jangka panjang, termasuk cepat lelah, penurunan kebugaran, serta lebih mudah terkena infeksi pernapasan berulang. Namun, sebagian besar anak dapat pulih sepenuhnya tanpa kerusakan paru permanen bila pneumonia ditangani dengan tepat.
Mitos & Fakta Mengenai Pneumonia
Mitos Fakta 
Pneumonia itu sama saja dengan flu/batuk biasa. Banyak orang berpikir bahwa pneumonia hanyalah flu atau batuk berkepanjangan. Padahal, pneumonia menyerang paru-paru dan bisa menyebabkan rongga udara di paru-paru (alveoli) terisi cairan atau nanah, sehingga proses pertukaran oksigen terganggu.
 Pneumonia hanya menyerang orang tua. Bayi, balita, anak-anak, hingga orang dewasa pun bisa terkena pneumonia. Justru anak balita (<5 tahun) dan lansia (>65 tahun) termasuk kelompok paling rentan.
Semua pneumonia bisa disembuhkan dengan antibiotik. Antibiotik hanya efektif bila disebabkan oleh bakteri. Jika virus atau jamur menjadi penyebabnya, maka pengobatannya  berbeda dan penggunaan antibiotik yang sembarangan justru bisa memicu resistensi bakteri.
Pneumonia tidak menular.   Beberapa jenis pneumonia bisa menular, terutama yang disebabkan oleh bakteri atau virus, melalui droplet saat batuk atau bersin. Namun, pneumonia karena aspirasi atau akibat penyakit kronis tidak bersifat menular.
Pneumonia bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Beberapa kasus ringan memang dapat sembuh dengan istirahat dan perawatan suportif. Meskipun ada kemungkinan sembuh spontan pada kasus ringan, tetap tidak boleh disepelekan. Pemeriksaan medis penting untuk menentukan penyebab dan memastikan penanganan tepat. Pneumonia dapat memburuk dengan cepat dan berpotensi fatal bila tidak ditangani dengan tepat. Konsultasi medis sangat penting untuk menentukan terapi yang sesuai.
Setelah sembuh, pneumonia tidak akan kambuh lagi. Pneumonia bisa kambuh, terutama pada orang dengan penyakit paru kronis, perokok, atau individu dengan sistem imun lemah.
Flu atau batuk kecil bisa jadi pneumonia bila dibiarkan, terutama pada kelompok anak dan lansia. Penyakit pneumonia ini sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga daya tahan tubuh, mengenali gejala sejak awal, dan melakukan vaksinasi sesuai anjuran. Vaksin yang direkomendasikan untuk pencegahan pneumonia antara lain PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine), Vaksin Hib (Haemophilus influenzae type b), dan Vaksin influenza musiman. Pemberian ASI eksklusif (pada anak), gizi seimbang, serta lingkungan yang bebas asap rokok juga terbukti dapat menurunkan risiko pneumonia.
Yuk, lindungi diri dan orang tersayang dengan langkah nyata dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan lakukan vaksinasi pneumonia di Kimia Farma Laboratorium & Klinik.

Cek artikel kesehatan lainnya dan jangan lewatkan promo menarik khusus bulan ini!

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group