Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Kenali Vaksin MR & MMR: Perlindungan dini untuk Anak dari Campak, Rubella & Gondongan

Penyakit menular seperti campak, rubella, dan gondongan masih menjadi ancaman serius terutama untuk bayi, anak – anak serta ibu hamil. Ketiganya sangat mudah menyebar dan bisa menyebabkan komplikasi berat jika tidak dicegah sejak dini. Salah satu cara paling efektif untuk melindungi diri dan keluarga adalah melalui vaksinasi MR dan MMR.
  1. Apa Itu Campak dan Rubella?

Campak (Measles) adalah infeksi virus sangat menular yang disebabkan oleh Paramyxovirus. Penyakit ini menyebar lewat droplet (percikan air liur) saat seseorang bersin, batuk, atau berbicara. Gejalanya meliputi demam, batuk, mata merah, dan ruam yang menyebar di tubuh. Campak bisa memicu komplikasi serius seperti radang paru-paru (pneumonia) dan radang otak (ensefalitis).

Rubella disebabkan oleh virus RuV (Rubivirus). Meski gejalanya lebih ringan, rubella bisa menimbulkan ruam yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Risiko paling tinggi terjadi jika rubella menyerang ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir serius pada janin termasuk tuli, katarak hingga gangguan jantung.

  1. Apa Itu Gondongan?

Gondongan (Mumps) menyerang kelenjar ludah, menyebabkan pembengkakan di pipi dan leher, demam, nyeri otot, dan sakit kepala. Penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi seperti radang otak dan bahkan gangguan pendengaran.

Semua penyakit ini sangat mudah menular. Campak dan rubella menyebar lewat udara, sementara gondongan dapat ditularkan lewat kontak langsung, air liur, atau benda yang terkontaminasi. Bahkan, seseorang bisa tertular campak hanya dengan masuk ke ruangan yang sebelumnya ditempati penderita hingga 2 jam setelah orang tersebut pergi!

  1. Peta Sebaran Penyakit Campak & Rubella: Data Global dan Indonesia

Penyakit campak dan rubella masih menjadi ancaman kesehatan yang nyata, baik di tingkat global maupun di Indonesia. Meskipun kedua penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi, sebarannya masih cukup tinggi, terutama di daerah dengan cakupan vaksinasi rendah.

Fakta Global:

    • Rubella mencatat sekitar 26.000 kasus per tahun secara global, dengan persebaran utama di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.
    • Campak mengalami peningkatan yang sangat signifikan, dengan kasus campak meningkat 255% di wilayah Pasifik Barat antara tahun 2022 hingga 2023. Hal ini dipicu oleh rendahnya cakupan vaksinasi, lemahnya pengawasan penyakit, dan mobilitas orang dari negara-negara yang mengalami wabah.

Peta Sebaran Penyakit Campak & Rubella di Indonesia:

Tahun 2023:

    • Campak (Measles): 10.628 kasus.
    • Rubella: 584 kasus.

Tahun 2024 (data sementara):

    • Campak (Measles): 1.054 kasus.
    • Rubella: 204 kasus.

Data ini menunjukkan adanya penurunan signifikan pada kasus campak & rubella pada tahun 2024, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kasus campak & rubella akan meningkat lagi. Pentingnya vaksinasi MR (Campak dan Rubella) dan MMR (Campak, Rubella, Gondongan) dapat menjadi proteksi dan pengendalian utama terhadap penyebaran penyakit ini.

  1. MR vs MMR: Apa Bedanya?

Untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut, pemerintah melalui program imunisasi nasional menyediakan dua jenis vaksin:

Jenis Vaksin
Perlindungan Dari
Diberikan Saat Usia
MR Penyakit Campak & Rubella 9 bulan, 18 bulan, 5–7 tahun
MMR Penyakit Campak, Rubella & Gondongan ≥ 18 bulan & booster.
  • Dosis kedua diperlukan karena 2-5% populasi normal tidak merespons 1 dosis MMR.
  • Bila belum pernah diberikan vaksin pada masa kanak-kanak maka diberikan 2 dosis MMR. Bila sudah pernah, diberikan 1 dosis MMR saja.
  Baik vaksin MR maupun MMR termasuk ke dalam vaksin hidup yang dilemahkan. Artinya, kedua vaksin ini mengandung virus campak, rubella (dan gondongan untuk MMR) yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit pada orang sehat, tapi membentuk antibodi dengan cara merangsang sistem imun tubuh.

  1. Detail Vaksin MR
    • Dosis: @0,5 mL/dosis (subkutan/SC).
    • Jadwal: 9 bulan, 15-18 bulan, 5–7 tahun.
    • Efek samping ringan: demam ringan, bengkak, nyeri lokal.
    • Manfaat: proteksi dari dua penyakit menular (Campak dan Rubella).
    • Cocok untuk: bayi dan anak-anak sebagai bagian dari imunisasi dasar nasional.
    • Jika anak belum mendapatkan vaksin MR saat usia 9 bulan, maka dapat diberikan vaksin MR/MMR setelah usia 12 bulan. Dosis kedua diberikan dengan jarak 6 bulan dan dosis ketiga saat anak masuk SD (5–7 tahun) untuk perlindungan jangka panjang.
  1. Detail Vaksin MMR
    • Dosis: @0,5 mL/dosis (SC atau IM).
    • Jadwal: ≥18 bulan, 5–7 tahun (booster), atau dewasa usia 19-59 tahun (1–2 dosis, dengan jeda minimum 28 hari ke vaksin kedua).
    • Efek samping ringan: mirip vaksinasi MR, umumnya ringan dan bersifat sementara.
    • Manfaat: perlindungan lebih luas (Campak, Rubella dan Gondongan).
    • Cocok untuk: anak-anak, remaja, dan dewasa yang belum divaksin MR/MMR.
  1. Tips Memilih: MR atau MMR?
    • MR wajib diberikan sejak bayi karena merupakan bagian dari program imunisasi nasional.
    • MMR bisa diberikan sebagai booster tambahan, terutama bagi yang belum mendapat perlindungan dari gondongan.
  1. Siapa Saja yang Perlu Vaksinasi?
    • Bayi dan anak usia di bawah 7 tahun.
    • Anak sekolah yang belum pernah menerima vaksin MR/MMR.

Remaja dan dewasa muda (terutama calon pengantin, mahasiswa, dan tenaga medis).

  1. Siapa Saja yang Tidak Boleh Menerima Vaksin MR atau MMR?

Meskipun aman, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak dianjurkan menerima vaksin ini, yaitu:

    • Wanita hamil

Vaksin MR/MMR tidak boleh diberikan saat sedang hamil karena mengandung virus hidup yang dilemahkan. Jika berencana hamil, vaksinasi sebaiknya dilakukan minimal 4 minggu sebelum kehamilan dimulai.

    • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah

Penderita HIV/AIDS dengan kekebalan sangat rendah, orang yang sedang menjalani kemoterapi, radioterapi, atau terapi steroid jangka panjang.

    • Alergi berat terhadap komponen vaksin

Misalnya pernah mengalami reaksi anafilaksis setelah imunisasi sebelumnya.

    • Sedang mengalami penyakit berat

Jika sedang demam tinggi atau infeksi berat, vaksinasi bisa ditunda hingga kondisi membaik.

    • Baru menerima vaksin hidup lainnya

Seperti vaksin BCG atau varicella, dalam jangka waktu kurang dari 4 minggu.

Setelah vaksinasi, sebagian kecil anak atau individu mungkin mengalami reaksi ringan. Ini adalah reaksi normal sebagai tanda bahwa tubuh sedang membentuk perlindungan.

  1. Efek Samping Vaksinasi

Efek samping ringan yang umum:

    • Demam ringan.
    • Ruam merah di kulit.
    • Bengkak atau nyeri di area suntikan.
    • Anak menjadi lebih rewel atau tampak lelah.

Biasanya gejala ini akan hilang sendiri dalam 1–3 hari tanpa perawatan khusus.

Efek samping serius (sangat jarang terjadi):

    • Kejang akibat demam tinggi.
    • Reaksi alergi berat (anafilaksis).

Jika timbul gejala yang tidak biasa atau berlangsung lama, segera konsultasikan ke dokter, atau fasilitas kesehatan terdekat. Jika Anda atau anak Anda memiliki kondisi kesehatan khusus, riwayat alergi, atau sedang mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum melakukan vaksinasi.

  1. Dapatkan Vaksinasi di Klinik Kimia Farma

Klinik Kimia Farma menyediakan layanan vaksinasi lengkap, termasuk vaksin MR dan MMR dengan fasilitas yang nyaman dan tenaga medis profesional. Jangan tunda vaksinasi karena mencegah lebih baik daripada mengobati, apalagi untuk penyakit menular yang bisa berakibat fatal.

💡 Yuk, jadwalkan vaksinasi di Klinik Kimia Farma terdekat dan pastikan imunisasi anak Anda lengkap!

  • Bio Farma. (n.d.). Mengenal vaksin MR dan manfaatnya. https://www.biofarma.co.id/id/announcement/detail/mengenal-vaksin-mr-dan-manfaatnya
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023, November 28). Measles vaccination. https://www.cdc.gov/measles/vaccines/index.html
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022, August 18). MMR vaccine (measles, mumps, rubella). https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/mmr/public/index.html
  • Cleveland Clinic. (n.d.). Rubella (German measles). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17798-rubella#overview
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (n.d.). Jadwal imunisasi anak IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). (2024, October 3). Jadwal imunisasi dewasa. https://satgasimunisasipapdi.com/jadwal-imunisasi-dewasa/
  • World Health Organization. (2024, July 18). Pre-Bidding RFP 067-2024: Update & maintenance of Measles Laboratory Information System (MLIS). https://www.who.int
  • World Health Organization. (n.d.). Measles and Rubella. https://www.who.int/westernpacific/health-topics/measles#tab=tab_1

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group