Kimia Farma Laboratorium & Klinik
GELORA🔥 Promo Oktober untuk GARDA 🛡️ Terdepan Perlindungan Kesehatan💪🏻
Persiapan Ibadah Umroh di Akhir Tahun: Jangan Lupa Siapkan Kesehatan Sejak Awal
Akhir tahun masih menjadi waktu favorit bagi kebanyakan masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan ibadah umroh, selain cuaca yang mulai sejuk, waktu libur yang panjang, momen pergantian tahun menjadi salah satu alasan untuk berangkat di akhir tahun.
Faktanya, Akhir tahun bertepatan dengan periode musim dingin di Arab Saudi. National Center for Meteorology Arab Saudi menyebut periode musim dingin berlangsung sekitar Desember hingga Februari, dengan suhu maksimum secara umum di berbagai wilayah berkisar 20–30°C. Meski relatif lebih sejuk dibandingkan musim panas, kondisi cuaca dapat berbeda antar wilayah serta antara siang dan malam. Jemaah Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis tetap perlu beradaptasi dengan perubahan suhu dan kelembaban selama perjalanan.
Selain perubahan dan perbedaan cuaca yang signifikan, ibadah umroh di akhir tahun juga biasanya lebih padat sehingga memerlukan persiapan yang matang baik dokumen, perlengkapan dan juga kesehatan yang optimal.
Persiapan umroh bukan hanya tentang koper, tiket, dan perlengkapan ibadah. Kondisi tubuh yang sehat akan membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk.
Terlebih untuk perjalanan di akhir tahun, perubahan cuaca, aktivitas fisik yang tinggi, perjalanan panjang, dan kepadatan jemaah menjadi beberapa hal yang perlu diantisipasi.
Mulailah dari pemeriksaan kesehatan, lengkapi vaksinasi dan e-ICV, siapkan obat pribadi, jaga kebugaran, dan terapkan pola hidup sehat sebelum maupun selama perjalanan.
Di Kimia Farma Laboratorium & Klinik menyediakan pemeriksaan kesehatan hingga vaksinasi internasional yang dilengkapi dengan sertifikat ICV/e-ICV untuk memudahkan perjalan hingga memastikan kesehatan jemaah umroh.
Sobat bisa cek daftar Klinik ICV Kimia Farma di sini:
🔗 https://kimiafarma.app/KLINIKICVKF26
Kenapa Persiapan Kesehatan Penting Sebelum Umroh?
Selama menjalankan ibadah umroh, jemaah akan melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berjalan kaki, tawaf, sa’i, berpindah tempat, serta mengikuti rangkaian kegiatan ibadah dalam kondisi lingkungan yang padat. Kondisi ini dapat menjadi tantangan, terutama bagi lansia, ibu hamil, atau jamaah dengan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, asma penyakit jantung, atau gangguan ginjal. Persiapan kesehatan sebelum umroh bertujuan untuk memastikan tubuh berada dalam kondisi optimal, mengurangi risiko gangguan kesehatan selama perjalanan, serta membantu jamaah lebih siap menghadapi perubahan cuaca, kepadatan, dan aktivitas ibadah yang cukup intens. Untuk itu agar perjalan umroh berjalan lebih nyaman dan ibadah tetap khusyuk, berikut beberapa persiapan yang bisa dilakukan:Pilih Penyelenggara Umroh Resmi dan Pastikan Dokumen Lengkap
Pastikan perjalan umroh dilakukan melalui penyelenggara perjalanan ibadah umroh resmi dan berizin. Kemenag mengingatkan prinsip “5 Pasti Umroh”:- Pastikan Travel Umroh Berizin Kemenag,
- Pastikan Tiket Pesawat dan Jadwal Penerbangan,
- Pastikan Harga dan Paket Layanannya,
- Pastikan Akomodasi (Hotel) Selama Berada di Arab Saudi,
- Pastikan Visanya.
Persiapkan Fisik Lebih Awal
Cuaca dan aktivitas selama umroh dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Jamaah akan banyak berjalan kaki, baik saat menuju masjid, tawaf, sa’i, maupun ketika mengikuti berbagai kegiatan ziarah. Maka dari itu pastikan kesehatan fisik prima sebelum keberangkatan dengan:- Lengkapi Vaksinasi yang Dipersyaratkan Salah satu persiapan penting sebelum berangkat umroh adalah memastikan vaksinasi yang dibutuhkan telah dilengkapi sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam dokumen resmi Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk Umroh 1447 H/2026, semua individu yang akan umroh wajib menerima vaksin meningitis dengan cakupan ACYW. Vaksin ini bertujuan membantu memberikan perlindungan terhadap penyakit meningitis meningokokus, yaitu infeksi serius yang dapat menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Vaksin meningitis jenis konjugat/pentavalen berlaku bila diberikan dalam 5 tahun terakhir dan minimal 10 hari sebelum kedatangan, sedangkan vaksin meningitis jenis polisakarida berlaku bila diberikan dalam 3 tahun terakhir dan minimal 10 hari sebelum kedatangan. Persiapan vaksinasi sebelum Umroh kini tidak hanya berkaitan dengan vaksin meningitis. Calon jemaah Indonesia juga perlu memperhatikan ketentuan vaksinasi Polio (IPV) yang diberlakukan berdasarkan persyaratan kesehatan Arab Saudi. Dalam Health Requirements and Recommendations for Travelers to Saudi Arabia for Umrah 1447 H (2026), Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencantumkan Indonesia sebagai salah satu negara yang pelaku perjalanannya diwajibkan telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin IPV sebelum berangkat ke Arab Saudi. Vaksin IPV direkomendasikan diberikan dalam 12 bulan terakhir dan sekurang-kurangnya empat minggu sebelum kedatangan.
- Jangan Abaikan Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Berangkat Sebelum berangkat umroh, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh secara umum. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi faktor risiko yang mungkin belum disadari, seperti kadar gula darah tinggi, tekanan darah tidak terkontrol, gangguan kolesterol, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, atau kondisi lain yang dapat memengaruhi kenyamanan selama perjalanan. WHO EMRO menyarankan calon jemaah berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatan yang sudah dimiliki, membawa obat pribadi dalam jumlah cukup dan kemasan asli, serta membawa dokumentasi kondisi medis kronis.
- Melatih Kondisi Fisik Sebelum Keberangkatan Umroh membutuhkan stamina yang cukup baik. Karena itu, calon jemaah sebaiknya mulai membiasakan tubuh melakukan aktivitas fisik beberapa minggu sebelum keberangkatan. Latihan dapat dimulai dari jalan kaki secara rutin, peregangan, atau aktivitas fisik lain yang sesuai kemampuan. Bagi jemaah dengan penyakit jantung, gangguan pernapasan, gangguan sendi, atau kondisi kesehatan tertentu, jenis dan intensitas latihan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan kemampuan berjalan jauh, tetapi membuat tubuh lebih siap menjalani rangkaian ibadah tanpa mudah mengalami kelelahan berlebihan.
Pastikan Sertifikat Vaksinasi Internasional (ICV/e-ICV) Sudah Tersedia
Setelah vaksinasi, jangan lupa memastikan bukti vaksinasi internasional telah diterbitkan. International Certification of Vaccination (ICV) menjadi bukti bahwa jemaah telah mendapatkan vaksinasi internasional sesuai ketentuan perjalanan. Di Indonesia, masyarakat juga mengenalnya sebagai “kartu kuning atau buku kuning”. Sejak 10 Februari 2025, Indonesia menerapkan electronic Certificate of Vaccination or Prophylaxis (e-ICV) untuk pelaku perjalanan tujuan Arab Saudi. Penerapan ini dilakukan setelah Pemerintah Arab Saudi menyatakan tidak terdapat hambatan terhadap penggunaan sertifikat vaksinasi internasional dalam bentuk elektronik dari Indonesia. Dengan demikian, calon jemaah Umroh tujuan Arab Saudi kini perlu memastikan bahwa vaksinasi internasionalnya tercatat dan memperoleh e-ICV resmi, bukan hanya kartu atau surat keterangan vaksinasi biasa. Pastikan data identitas pada sertifikat sesuai dengan dokumen perjalanan, jenis dan tanggal vaksin tercatat dengan benar, serta sertifikat masih berlaku saat keberangkatan. Saat ini, apabila sertifikat vaksin meningitis atau polio belum tampil di SATUSEHAT Mobile, jemaah umroh/haji dapat menggunakan e-ICV yang dikirimkan melalui email oleh fasilitas kesehatan tempat vaksinasi dilakukan.Waspadai Infeksi Pernapasan di Tengah Kerumunan
Umroh merupakan kegiatan mass gathering yang mempertemukan jemaah dari berbagai negara.WHO menyebut kondisi kerumunan seperti Haji dan Umroh memiliki tantangan kesehatan masyarakat, termasuk potensi penyebaran penyakit infeksi. Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyarankan jemaah untuk selalu melakukan beberapa langkah sederhana, seperti:- Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer
- Menggunakan masker terutama ketika berada di lingkungan yang sangat ramai
- Menerapkan etika batuk dan bersin
- Menghindari berbagi barang pribadi
- Menghindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit
- Segera mencari bantuan medis apabila mengalami demam, batuk berat, sesak napas, atau keluhan kesehatan lainnya.
Mitos Fakta
| Mitos | Fakta |
| Umroh akhir tahun pasti sepi karena orang fokus merayakan tahun baru di tempat lain. | Sangat Padat (Peak Season): Akhir tahun justru merupakan salah satu musim paling ramai di Makkah dan Madinah karena berbarengan dengan libur sekolah/kerja internasional dan domestik di Arab Saudi. |
| Akhir tahun di Arab Saudi pasti dingin, jadi risiko dehidrasi lebih kecil. | Akhir tahun memang memasuki periode musim dingin, tetapi tubuh tetap bisa kehilangan cairan karena aktivitas fisik, perjalanan panjang, dan banyak berjalan saat ibadah. Jemaah tetap perlu minum secara teratur meskipun tidak merasa haus. |
| Kalau sudah punya sertifikat vaksin lama, pasti masih bisa digunakan. | Belum tentu. Masa berlaku sertifikat mengikuti jenis vaksin dan ketentuan negara tujuan. Sebelum berangkat, pastikan jenis vaksin, tanggal pemberian, identitas, serta masa berlaku pada ICV/e-ICV masih sesuai ketentuan terbaru. |
Referensi
National Center for Meteorology, Kingdom of Saudi Arabia. Climate of Kingdom. National Center for Meteorology. https://www.ncm.gov.sa/en/the-climate/climate-of-kingdom. Diakses September 2026.
World Health Organization – Regional Office for the Eastern Mediterranean. Umrah and Hajj: Key Health Messages Before, During and After Your Trip. WHO EMRO. https://www.emro.who.int/cpi/programmes/umrah-hajj-safety. Diakses September 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Jemaah Umrah Kini Wajib Vaksinasi Meningitis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Pemerintah Wajibkan Vaksinasi Polio Selain Meningitis untuk Jemaah dan Petugas Haji Tahun 2025 M/1446 H. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ministry of Health, Kingdom of Saudi Arabia. (2026). Health Requirements and Recommendations for Travelers to Saudi Arabia for Umrah – 1447H (2026). Riyadh: Ministry of Health, Kingdom of Saudi Arabia.
SATUSEHAT, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Mengapa Sertifikat Vaksin Meningitis dan Polio Saya Masih Belum Muncul di SATUSEHAT Mobile? Pembaruan 16 Maret 2026.
Kementerian Agama Republik Indonesia. 5 Pasti Umrah. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.


