Kimia Farma Laboratorium & Klinik
✨Kicau ManiA🐦⬛ untuk hidup lebih SAKSES 🤩 karena kita generasi FOMO 🤙🏻
Tak kenal maka Tak sayang: Kenalan dengan cara penggunaan semaglutide yuk
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
Pernahkah sahabat Kaef bertanya mengapa susah sekali menurunkan berat badan meski sudah diet ketat dan rajin berolahraga? Ternyata, obesitas bukan sekadar akibat makan berlebih atau kurang menjalani aktivitas fisik, obesitas adalah penyakit kronis yang melibatkan mekanisme biologis kompleks di dalam tubuh. World Health Organization (WHO) Menyatakan bahwa prevalensi individu dengan obesitas dewasa meningkat hampir tiga kali lipat sejak tahun 1975. Pada tahun 2016, lebih dari 1,9 miliar penduduk dewasa termasuk dalam berat badan berlebih (BB lebih), dan 650 juta penduduk obesitas. Oleh karena itu semaglutide hadir sebagai terobosan medis yang saat ini sedang banyak diperbincangkan. Terapi ini telah melewati serangkaian uji klinis ketat dan kini mendapat rekomendasi resmi dari WHO. Namun, seperti halnya semua terapi medis lainnya, Sahabat Kaef perlu mengetahui manfaat, cara kerja, serta penggunaanya dengan benar sebelum mencoba. Apa Itu Semaglutide: Semaglutide adalah obat yang termasuk ke dalam kelas Glucagon-Like Peptide-1 receptor agonist (GLP-1) dengan 94% sekuen homolog dengan GLP-1 manusia. Awalnya obat ini dikembangkan untuk mengobati diabetes tipe 2, namun kemudian ditemukan bahwa terapi ini juga memiliki efek signifikan dalam menurunkan berat badan. Saat ini, semaglutide tersedia dalam dua bentuk: semaglutide dalam bentuk suntikan yang diberikan seminggu sekali, dan dalam bentuk tablet oral yang dikonsumsi setiap hari. Penggunaannya wajib berada di bawah pengawasan dokter. Dosis Dan Cara Penggunaan Semaglutide: Semaglutide awalnya digunakan dengan dosis rendah lalu secara bertahap akan ditingkatkan sesuai dengan toleransi tubuh dan respon tubuh terhadap pengobatan. Namun, penting untuk mengikuti anjuran dokter terkait dosis dan cara penggunaan Semaglutide. Metode ini digunakan dengan cara menyuntikkannya ke paha, perut, atau lengan atas. Berikut adalah dosis yang perlu diperhatikan selama pemakaian Semaglutide sebagai berikut: Semaglutide Dalam Bentuk Suntikan
Penutup Semaglutide merupakan sebuah terobosan besar dalam bidang kesehatan beberapa tahun terakhir. Obat ini bekerja dengan membantu mengontrol rasa lapar sekaligus memperbaiki regulasi metabolisme glukosa di dalam tubuh. Secara Klinis, semaglutide terbukti membantu pasien obesitas untuk menurunkan berat badan secara signifikan. Serta mengurangi adanya komplikasi metabolik dan kardiovaskular. Keberhasilan program penurunan berat badan bergantung pada obat, tetapi konsistensi dalam menjaga pola makan sehat, olahraga rutin, dan pemantauan kesehatan secara berkala bersama tenaga medis. Obesitas adalah penyakit yang dapat ditangani, dan kalian tidak harus berjuang sendirian. Klinik Kimia Farma saat ini menghadirkan layanan Weight Care Management, sebagai program pendampingan penurunan berat badan dengan pendekatan klinis yang didampingi oleh tenaga medis profesional. Segera Kunjungi Kimia Farma Klinik terdekat atau hubungi kami untuk membuat janji konsultasi.
- Minggu 1-4 : pemberian dosis awal 0,25 mg/minggu
- Minggu 5-8 : dosis dinaikan menjadi 05, mg/minggu
- Minggu 9-12 : dosis kembali dinaikan menjadi 1,0 mg/minggu
- Minggu 13-16 : dosis ditingkatkan menjadi 1.7 mg/minggu
- Minggu 17 ke atas: pemberian dosis berada di angka 2,4 mg/minggu (jika tubuh dapat mentoleransi dosis yang diberikan).
- Bulan 1 : dosis awal berada di antara 3 mg, diminum sekali dalam satu hari
- Bulan ke 2: dosis dinaikkan menjadi 7 mg, diminum satu kali sehari
- Bulan selanjutnya: dosis berada di 14 mg, diminum satu kali sehari (jika diperlukan dan sesuai anjuran dokter)
- Suntikan Belum dibuka: Simpan di kulkas (2–8°C), jangan dibekukan.
- Saat Sudah digunakan: Dapat disimpan di kulkas (2–8°C) atau di suhu ruangan di bawah 30°C, maksimal 56 hari (8 minggu)
- Jauhkan dari sinar matahari langsung dan panas berlebih.
- Pantau tanda-tanda hipoglikemia, terutama jika digunakan bersamaan dengan obat diabetes lain (misalnya insulin atau sulfonilurea).
- Evaluasi gejala gastrointestinal: mual, muntah, dan diare yang berat atau berkepanjangan harus segera dilaporkan kepada dokter.
- Waspadai tanda dehidrasi akibat diare/muntah hebat, karena dapat memicu gagal ginjal akut.
- Perhatikan benjolan di leher, suara serak, atau kesulitan menelan — ini bisa menjadi tanda tumor tiroid yang perlu dievaluasi segera.
- Pantau tanda-tanda pankreatitis: nyeri perut berat yang menjalar ke punggung, mual dan muntah parah yang tidak membaik.
- Pola makan: Melakukan diet seimbang yang rendah kalori, kaya akan serat, protein, dan lemak omega 3
- Melakukan aktivitas fisik : Setiap hari minimal 150 menit melakukan olahraga, seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, lari, dan lainnya
- Melakukan pemantauan rutin: melakukan pemantauan secara berkala dan konsultasi dengan dokter untuk mengoptimalkan penurunan berat badan, tekanan darah, dan hal lainnya.
| Mitos | Fakta |
| Mengonsumsi semaglutide dalam bentuk tablet dapat dikunyah atau digerus | Jika mengonsumsi semaglutide dalam bentuk tablet maka tablet harus dikonsumsi dalam ukuran utuh tanpa dikunyah, digerus atau dipotong. |
| Sebelum dan pada saat menjalankan terapi Semaglutide tidak harus melakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu dan langsung konsultasikan dengan dokter saja | Sebelum dan pada saat melakukan terapi semaglutide seseorang harus melakukan tes laboratorium untuk pemeriksaan lebih dalam dan menyeluruh sehingga ketika sesi konsultasi dengan dokter, mereka sudah memiliki hasil lab laboratorium pasien dan memudahkan mereka untuk memberikan pelayanan dan penanganan yang terbaik. |
| GLP-1 atau yang dikenal dengan terapi semaglutide tidak harus digunakan terus menerus dan hanya dapat dikonsumsi jika ingin mengurangi berat badan. | Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka pasien harus menggunakan terapi semaglutide dengan konsisten dan juga diikuti dengan pola makan yang sehat dan melakukan aktifitas fisik yang rutin. |
Referensi
- Putri,Elmaiyana. (2022). Efektifitas dan Kemampuan Semaglutide injeksi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan obesitas. (Thesis, Universitas Katolik Widya Mandala). https://repositori.ukwms.ac.id/id/eprint/33381/
- Kurniawan, Yani., Sisca., Hartanti, Monica., Kusfiani, Triasti., Suriyanti. (2026). Kombinasi terapi semaglutide injeksi dan diethylpropion HCL oral pada pasien obesitas: Laporan Kasus.Jurnal Akta Trimedika (JAT), 3(1), 1141- 1148.
- Halodoc.(2025, 26 September). ini Pedoman WHO tentang Penggunaan GLP-1 untuk Lawan Obesitas.https://www.halodoc.com/artikel/ini-pedoman-who-tentang-penggunaan-glp-1-untuk-lawan-obesitas?srsltid=AfmBOooid6D4GrdWAkpuT6Es1trUW5v6rOMGZX6LeVL05805-fm2xinu
- Halodoc.(2025, 3 Desember). Inipedoman WHO tentang penggunaan GLP-1 untuk lawan Obesitas.https://www.halodoc.com/artikel/ini-pedoman-who-tentang-penggunaan-glp-1-untuk-lawan-obesitas?srsltid=AfmBOooid6D4GrdWAkpuT6Es1trUW5v6rOMGZX6LeVL05805-fm2xinu
- Alodokter. (2024, 23 Desember). Semaglutide. https://www.alodokter.com/semaglutide


