Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Tips Menjaga Stamina Sebelum dan Selama melakukan ibadah Haji

Menunaikan ibadah haji adalah impian setiap Muslim. Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang mampu secara finansial, fisik, dan memiliki keamanan perjalanan. Namun, dibalik kemuliaan ibadah ini terdapat tantangan fisik yang tidak bisa dianggap remeh, terlebih pada saat kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci yang terjadi saat ini.
Ibadah haji tahun ini bertepatan dengan cuaca panas yang sedang melanda Arab Saudi. berdasarkan data cuaca di Arab saudi berada di 38°C, dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan hingga 45°C. Paparan panas berlebih berisiko menyebabkan dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke. Perubahan cuaca yang drastis ini sebagai pengingat bahwa kesehatan bukan merupakan pilihan, melainkan suatu kewajiban, mulai dari melakukan pemeriksaan dari sebelum berangkat hingga menjaga diri selama berada di Tanah Suci.
Setiap Jamaah pastinya tidak ingin pada saat menjalankan ibadah haji namun terhalang kesehatan fisik bukan? Tentang keresahan tersebut merupakan kekhawatiran dari setiap jamaah haji, untuk mengatasi hal tersebut ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menjaga kesehatan selama menjalani ibadah haji.
Mengapa Kesehatan Adalah Syarat Utama Dari Menjalankan Ibadah Haji?
Dalam kegiatan pelaksanaan ibadah Haji, terdapat istilah “istithaah” (Kesehatan), yaitu kondisi ketika fisik dan mental memadai untuk menjalankan ibadah haji. Berdasarkan Permenkes No. 15 Tahun 2016, “istithaah” menjadi syarat wajib dari pelaksanaan ibadah haji, dengan kondisi jemaah tersebut mampu untuk menjalankan ibadah haji tanpa bantuan orang lain, dan sehat jasmani serta rohani. 
Persiapan Kesehatan Sebelum Berangkat Haji 
Penasaran gak sih apa saja yang harus jamaah haji siapkan sebelum berangkat ke tanah suci? Yuk simak beberapa tahapan berikut yang dapat dipersiapkan dari 3-6 bulan sebelum keberangkatan: 
1. Lakukan Pemeriksaan kesehatan lengkap 
  • Pemeriksaan tahap 1
1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh dokter umum
2. Melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up, laboratorium dan penunjang) Calon jemaah wajib enjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan memenuhi syarat istitha’ah kesehatan. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, mental, kemampuan aktivitas harian, serta penyakit penyerta. 
3. Pemeriksaan status gizi dan edukasi sesuai kondisi kesehatan masing masing
4. Pemeriksaan gigi geligi dan edukasi persiapan hygiene mulut saat ibadah haji
5. Mengontrol penyakit komorbid bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit hipertensi, diabetes, jantung atau penyakit lainnya. 
  • Pemeriksaan tahap 2
Setelah melakukan pemeriksaan pada tahap 1 maka jemaah haji dapat melanjutkan pemeriksaan ke tahap 2 selang 1 bulan. Pemeriksaan kesehatan pada tahap 2 bertujuan untuk melakukan pemeriksaan ulang dengan harapan jika terdapat permasalahan kesehatan yang ditemukan sebelumnya, pada pemeriksaan ulang ini kondisi tubuh sudah lebih sehat dan penyakit tersebut sudah dapat ditangani sehingga jamaah haji dapat melanjutkan proses ibadah mereka.
2. Lengkapi Vaksinasi 
Selain beberapa tahapan yang sudah dijabarkan di atas, juga terdapat beberapa vaksin yang diwajibkan dan direkomendasikan untuk berangkat haji yaitu: 
1. Vaksin Wajib   
  • Vaksin meningitis Meningitis
Vaksin ini berfungsi untuk melindungi jamaah dari infeksi bakteri Neisseria meningitidis, yang berpotensi menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Masa berlaku vaksin ini berada di antara 3-5 tahun dengan minimal sertifikat vaksin harus diterbitkan minimal 10 hari sebelum keberangkatan.
  • Vaksin Polio
Mulai pada tahun 2025, Vaksin polio  menjadi kewajiban bagi jamaah haji dan petugas haji. Peristiwa ini merupakan akibat dari ditemukannya kasus polio dalam satu tahun terakhir di Indonesia. Vaksin ini diwajibkan dengan pemerian 1 kali dosis selama 4 minggu sebelum keberangkatan. 
2. Vaksin Rekomendasi 
  • Vaksin Yellow Fever (Demam kuning) 
Vaksin demam kuning hanya diwajibkan bagi jamaah yang bepergian diatas 9 bulan dan berasal dari yang berisiko. Untuk jamaah asal indonesia, vaksin ini tidak termasuk kedalam persyaratan wajib, kecuali jika jemaah tersebut berasal atau baru saja melakukan perjalanan dari daerah yang termasuk endemis demam kuning, sertifikat vaksin demam kuning memiliki masa berlaku seumur hidup mulai 10 hari setelah vaksin diberikan. 
  • Vaksin Influenza
Vaksin ini untuk mencegah penularan penyakit di tengah kerumunan dan perubahan cuaca di Tanah Suci. Sangat dianjurkan sebagai vaksin tambahan guna mencegah komplikasi penyakit pernapasan. Vaksin ini diberikan setidaknya 2-4 minggu sebelum keberangkatan, memberikan perlindungan efektif selama 6-1 tahun. 
  • Vaksin Covid-19 
Kerumunan besar saat pelaksanaan ibadah haji meningkatkan risiko dari penularan COVID-19. Vaksin Covid-19 diwajibkan bagi jamaah dengan resiko tinggi untuk tertular seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis (gagal ginjal atau kanker). Bukti vaksinasi yang diberikan harus merupakan dosis terbaru mencangkup dosis 2024-2025 atau seri primer 2021-2023. 
  • Vaksin Pneumonia 
Vaksin pneumonia (pneumokokus) sangat dianjurkan untuk melindungi saluran pernapasan jemaah, terutama bagi kelompok risiko tinggi, usia di atas 65 tahun serta yang memiliki komorbid, seperti diabetes, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), maupun penyakit jantung, dan gangguan sistem imun. 
  • Vaksin Rutin (DTP, Campak, Gondongan, Varisela) 
Vaksin rutin ini sangat dianjurkan oleh Kemenkes dan WHO bagi jemaah haji untuk memperbaharui kekebalan tubuh (imunisasi dewasa) sebelum berinteraksi dengan banyak orang di berbagai negara. 
  • Vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B 
Vaksin ini direkomendasikan sebagai vaksin tambahan guna mencegah risiko penyakit menular di tengah kerumunan jutaan jemaah dari seluruh dunia. 
3. Tingkatkan Kebugaran Fisik
Ibadah haji melibatkan aktivitas fisik yang intensif seperti, tawaf, sa’i, wukuf, hingga melontar jumrah yang bisa mencapai jarak tempuh belasan kilometer per hari. Mulailah latihan fisik minimal 1–3 bulan sebelum keberangkatan: 
  •  Jalan kaki 30 menit setiap hari
  • Latihan pernapasan ringan
  • Peregangan otot
  •  Menjaga berat badan ideal
  • Istirahat yang cukup dan menghindari kelelahan yang berlebihan 
4.Terapkan Pola Hidup Sehat 
  • Minum air putih 8 gelas/ hari 
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang (karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah) 
  • Menghindari rokok dan alkohol 
  • Batasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak
  • Mengelola stres dan menjaga kesehatan mental 
Tips Menjaga kesehatan selama ibadah haji: 
Pastinya jamaah haji tidak ingin mengalami kendala ketika sedang menjalankan ibadah haji bukan? oleh sebab itu simak beberapa tips dibawah ini untuk mengatasi beberapa rintangan yang akan kamu temukan pada saat menjalani ibadah haji
 1. Waspadai cuaca ekstrim
  • Minum air putih 200-250 ml setiap 15-20 menit 
  • menggunakan payung, topi, dan tabir surya setiap berpergian keluar
  • Hindari melakukan aktivitas diluar ruangan pada pukul 10.00 – 16.00
 2. Pola makan yang seimbang 
  • Jangan melewatkan sarapan 
  • Konsumsi buah dan sayur 
  • memilih makanan matang, higienis, dan kaya serat 
  • membatasi makanan berminyak, terlalu manis atau berlemak
3. Cukupi kebutuhan Cairan 
Kebutuhan cairan meningkat saat melakukan kegiatan yang cukup padat terlebih dengan kondisi cuaca panas. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, Minumlah air sedikit demi sedikit tetapi sering untuk mengurangi potensi dehidrasi.
4. Gunakan alas kaki yang nyaman
Pilih sandal atau sepatu yang pas, empuk, dan tidak licin untuk mengurangi risiko lecet atau cedera kaki. membawa plester luka sebagai antisipasi jika terdapat luka pada kaki. 
5. Membawa obat-obatan pribadi 
Jamaah dengan penyakit kompleks atau kronis (Hipertensi, diabetes, jantung, asma) diwajibkan untuk membawa obat sehari-hari dalam jumlah yang lebih dari cukup. 
6. Jaga kebersihan diri dan lingkungan disekitar 
  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas 
  • Gunakan hand sanitizer saat sabun dan air tidak tersedia 
  • menggunakan masker , terutama pada saat berada di keramaian 
  • menjaga kebersihan di kamar penginapan 
  • Buang sampah pada tempatnya 
 7. istirahat yang cukup 
Antisipasi kelelahan dengan memanfaatkan waktu luang dengan baik, kendalikan aktivitas dan mengatur waktu istirahat untuk menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
 Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Haji:
Selain Fisik, ternyata kesehatan mental juga sangat berpengaruh terhadap kondisi dan kelancaran ibadah haji loh!. Perjalanan haji dikenal dengan proses yang panjang, padat, dan penuh tantangan sehingga dapat memicu stres dan kelelahan fisik dan emosional. Berikut terdapat beberapa tips supaya dapat menjaga keseimbangan mental selama haji:
1. Luruskan niat ibadah
2. Pelajari manasik dengan baik agar tidak bingung
3. Berpikir positif dan sabar
4. Perbanyak dzikir dan doa
5. Istirahat cukup
6. Mengelola stress dan emosi 
7. Tidak melakukan aktivitas fisik berlebihan 
8. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan rombongan haji lain
9. Segera konsultasi ke petugas kesehatan bila merasa cemas berlebihan atau kelelahan emosional.
Mitos Fakta 
Mitos  Fakta
Kalau belum haus, berarti tubuh kita sudah cukup cairan Tubuh manusia memerlukan cairan yang cukup terlebih pada Saat cuaca panas, tubuh bisa mengalami dehidrasi sebelum rasa haus muncul. Tetap minum secara berkala sangat penting.
Jamaah yang sehat tidak memerlukan vaksinasi Vaksinasi tetap diperlukan karena haji mempertemukan jutaan orang dari berbagai negara dengan berbagai profil penyakit menular yang berbeda. 
Memiliki penyakit kronis tidak menghentikan kamu melakukan ibadah Haji Penyakit kronis harus dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter, agar mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak menghalangi selama melaksanakan ibadah Haji. 
Penutup
Ibadah haji membutuhkan kesiapan yang kompleks meliputi  fisik, mental dan spiritual. Pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh bukan hanya formalitas, tetapi merupakan ikhtiar nyata agar ibadah Anda berjalan lancar dan bermakna.
Kimia Farma Laboratorium & Klinik menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan hingga vaksinasi khusus Haji & Umroh yang akurat, terpercaya untuk membantu jamaah haji dalam memantau dan mendukung kesehatannya. Pastikan tubuhmu tetap prima, agar ibadah lancar dan kesehatan tetap terjaga dari sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air. Jangan tunda untuk melakukan persiapan kesehatan sebelum menjalankan Haji. Semakin dini dipersiapkan, akan semakin besar peluang ibadah Haji dapat berjalan dengan aman dan lancar nantinya. 
  • Singka, 2015, Kesehatan Haji Pemerintah Indonesia : Implementasi kebijakan Kementerian Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Kabupaten/Kota Pasca Reformasi
  • Sibueal, Nerry., Ketaren, S., Manurung, Jasmen., Nababan, Donal., Bangun, Henny. (2025) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Morbiditas Pada Jemaah Haji Kota Medan Tahun 2024 Factors Associated with Morbidity Among Hajj Pilgrims in Medan City in 2024, 8 (1), 74-79.
  • Suhardjono, 2015, Pelatihan tim kesehatan haji indonesia
  • Murniati, R. 2022, Buku Saku kesehatan Haji Sepanjang waktu manjing waktu
  • Qoumas, Y. 2023 Tuntutan Manasik Haji Dan Umrah,
  • Kimia Farma Laboratorium & Klinik. (2025, November 19). Persiapan Vaksinasi Lengkap Sebelum Ibadah di Tanah Suci. https://labkimiafarma.co.id/articel/persiapan-vaksinasi-lengkap-sebelum-ibadah-di-tanah-suci/?doing_wp_cron=1777349455.4388890266418457031250
  • Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji. Surat Edaran Nomor: Hk.02.02/A/1206/2025 tentang Pelaksanaan Imunisasi Bagi Jemaah Haji dan Umrah

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group