Kimia Farma Laboratorium & Klinik

Waspadai Kerusakan Paru: Bahaya Tersembunyi di Balik Uap Vape

Akhir-akhir ini, penggunaan vape sedang tren di kalangan anak muda. Vape merupakan perangkat elektronik yang dimana penggunanya menghirup nikotin dalam bentuk uap atau sekarang dikenalnya rokok elektrik (NHS, 2022). Begitu juga di Indonesia, menurut laporan Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2024, pengguna rokok elektrik atau vape meningkat 10 kali lipat.  Tren peningkatan dilaporkan dari semula 0,3 di 2011 menjadi 3 persen pada 2021. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan persentase pengguna vape tertinggi di antara negara-negara yang disurvei. Anggapan vape lebih baik dari pada rokok menjadi salah satu penyebab naiknya penggunaan vape. Pandangan ini tidak hanya muncul tanpa dasar, tetapi banyak penelitian telah ditemukan, salah satunya adalah dimana sebagian besar bahan kimia berbahaya dalam asap tembakau, termasuk tar dan karbon monoksida, tidak terkandung dalam aerosol vape (NHS, 2022). Walau demikian, American Lung Association pada tahun 2016 menemukan bahwa vaping menimbulkan risiko.

Vape Vs. Rokok

Meskipun vape seringkali dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok, keduanya tetap tidak bermanfaat bagi kesehatan manusia karena memiliki efek samping serta risiko (Aleskerov, 2024). Pandangan tersebut sering kali muncul karena perbedaan cara penggunaan, padahal keduanya sama-sama berdampak terhadap gangguan kesehatan yang cukup serius, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berbagai studi menunjukan bahwa penggunaan vape maupun rokok sama-sama berisiko menimbulkan penyakit. Salah satu dampak serius dari penggunaan vape adalah penyakit paru-paru yang kronis seperti popcorn lung.

Bahaya Popcorn Lung 

Popcorn lung merupakan istilah populer yang dalam dunia medisnya dikenal sebagai  bronkiolitis obliterans. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan pada kantung udara kecil dan saluran di paru-paru atau disebut juga bronkiolus. Kerusakan pada bronkiolus ini memicu terbentuknya jaringan parut tebal yang menyumbat bronkiolus sehingga menghambat aliran udara ke tubuh dan seiringnya waktu dapat menyebabkan gagal pernapasan serius. Menurut American Lung Association (2016), popcorn lung merupakan penyakit paru-paru yang cukup serius dan tidak dapat disembuhkan, penyakit ini melibatkan pembentukan jaringan parut pada kantung udara kecil di paru-paru yang mengakibatkan penebalan dan penyempitan saluran udara. Jaringan paru yang sudah rusak tidak dapat diperbaiki atau dikembalikan seperti semula. Meskipun gejalanya dapat dikelola dan perkembangan penyakitnya dapat diperlambat.
Gejala dari popcorn lung ini batuk kering kronis (berlangsung hingga 8 minggu atau lebih), sesak napas, mengi (napas bunyi), penurunan berat badan, dan keringat malam (Gaur & Ran, 2021). Jika paparan terus berlanjut akan memburuk sehingga dapat terjadinya gagal pernapasan. Salah satu penyebab popcorn lung adalah adanya  bahan kimia pemberi rasa dalam carian vape yang mengandung diacetyl, yang merupakan senyawa kimia beraroma mentega (American Lung Association, 2016). Diacetyl ditambahkan ke cairan “e-juice” oleh beberapa perusahaan vape untuk melengkapi perasa seperti vanilla, maple, dan kelapa. Hal tersebut mengartikan bahwa para pengguna vape menghirup secara langsung bahan kimia berbahaya ini ke paru-paru mereka. Selain diacetyl, vape juga memiliki kandungan bahan kimia berbahaya lainnya dan partikel ultra halus yang dapat terhirup masuk ke dalam paru-paru.

Kasus EVALI

Pada tahun 2019 dan 2020, ribuan kasus E-cigarette or Vaping use-Associated Lung Injury (EVALI) atau cedera paru akut terkait penggunaan rokok elektrik atau vaping dilaporkan. Salah satunya Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat  melaporkan 49 negara bagian, District of Columbia, dan dua wilayah AS (Puerto Riko dan Kepulauan Virgin AS) telah ditemukan 2.172 kasus dan ditemukan 42 kematian terkait  EVALI (Chatham, 2019). Fenomena yang ditemukan ini menunjukkan bahwa risiko dari penggunaan vape tidak bisa dianggap sepele. EVALI banyak dikaitkan dengan produk vaping yang mengandung THC (tetrahydrocannabinol), Zat Vitamin E Acetate ditemukan dalam banyak cairan vape THC ilegal (yang dibuat di pasar gelap) dianggap sebagai penyebab utama kerusakan paru-paru karena mengganggu fungsi mengembang mengempisnya paru.
Mitos Fakta
Vape tidak berbahaya karena hanya menghasilkan uap, bukan asap. Vape mengandung bahan kimia  tertentu seperti diacetyl, zat vitamin E asetat pada THC, maupun partikel halus yang bisa merusak paru-paru. 
Vape lebih aman dibandingkan rokok. Keduanya memiliki kandungan zat berbahaya (meskipun jenis zatnya berbeda satu sama lain), keduanya sama-sama tidak memiliki manfaat bagi kesehatan manusia, dan memiliki efek samping serta risiko.
Jika tidak merasakan gejala apapun, berarti paru-paru tetap sehat meskipun menggunakan vape.  Kerusakan paru-paru akibat vape sering kali terjadi tanpa gejala awal, sehingga sulit terdeteksi hingga kondisinya parah.
Vape tidak menyebabkan kematian. Kandungan zat berbahaya pada vape dapat menyebabkan kematian yang dibuktikan oleh CDC dengan adanya 68 kematian dari 2.800 kasus akibat EVALI pada tahun 2019-2020 di AS.
 

Pentingnya Pemeriksaan Paru 

Melihat dari berbagai risiko kesehatan tersebut, pemeriksaan dini pada fungsi paru menjadi sangatlah penting terutama bagi pengguna aktif maupun yang sebelumnya menggunakan vape dan rokok. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pengguna vape dan rokok adalah pemeriksaan fisik oleh dokter berkompeten maupun pemeriksaan penunjang paru (seperti spirometri dan pemeriksaan radiologi dada).
 

Pemeriksaan Fisik Dada (Thoraks)

Pemeriksaan fisik dada bertujuan untuk visualisasi organ-organ internal thoraks secara menyeluruh. Pemeriksaan ini dilakukan secara berurutan (Yates et al., 2015) :
  1. Inspeksi : Dilihat kondisi luar tubuh seperti leher, dada, dan bekas luka.
  2. Palpasi : Meraba tubuh bagian leher dan dada untuk mengetahui ada tidaknya kelainan.
  3. Perkusi : Mengetuk dinding dada untuk menilai resonansi paru.
  4. Auskultasi : Mendengarkan dinding dada menggunakan stetoskop.
 

Pemeriksaan Penunjang

Untuk mengkonfirmasi pemeriksaan fisik, biasanya dilakukan pemeriksaan penunjang seperti tes pernapasan dengan spirometri dan pemeriksaan radiologis seperti: foto rontgen dada (chest x-ray).

Pemeriksaan Spirometri

Pemeriksaan spirometri termasuk salah satu pemeriksaan penting untuk mengukur fungsi paru-paru secara objektif (Saers et al., 2021). Cara kerja dari pemeriksaan spirometri, pasien diminta untuk meniup udara sekuat dan secepat mungkin ke dalam alat spirometri. Pemeriksaan spirometri ini mengukur volume udara yang dihembuskan, kecepatan hembusan udara, dan seberapa baik paru-paru menghirup dan menghembuskan udara.  Peran spirometri pada kerusakan paru akibat vape:
  • Mendeteksi kerusakan (obstruksi) saluran napas kecil.
  • Memantau perkembangan penyakit.
  • Membedakan jenis kelainan/penyakit paru.
  • Evaluasi fungsi paru pasca pengobatan : 
    • Spirometri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian obat bronkodilator.
    • Bronkodilator melemaskan otot saluran napas untuk membuka jalan napas.
    • Tes diulang 15 menit setelah inhalasi untuk melihat adanya perbaikan fungsi paru

Pemeriksaan Radiologi Dada

Rontgen dada merupakan salah satu langkah awal yang sangat penting dalam mengevaluasi cedera paru akibat vape saat pasien datang dengan keluhan sesak napas, batuk, atau nyeri dada. Pemeriksaan ini membantu membedakan apakah keluhan bersumber dari paru-paru atau struktur lain di rongga dada (misalnya jantung atau pleura). Selain itu menilai komplikasi dan memantau perkembangan atau perbaikan kondisi setelah terapi. Pemeriksaan radiologis yang lebih lanjut dapat diperlukan (seperti CT-scan) jika gejala klinis maupun hasil rontgen meragukan. Dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, dokter dapat mendeteksi adanya gangguan pada paru-paru, termasuk kondisi yang serius seperti popcorn lung maupun pada EVALI. Kelainan paru lainnya dapat berupa peradangan paru, gangguan tekanan paru, maupun gangguan imunitas paru. Deteksi lebih cepat sangatlah penting agar penangan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Yuk, jaga kesehatan paru sejak dini! 

Paparan bahan kimia dalam vape bisa disebabkan kerusakan paru tanpa gejala awal yang jelas. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk pemeriksaan fungsi paru secara berkala.    Pemeriksaaan spirometri dan rontgen toraks penting untuk deteksi dini gangguan pernapasan, bronkitis, atau kerusakan paru. Jangan tunggu sampai gejalanya memburuk, segera kunjungi Kimia Farma Laboratorium & Klinik terdekat dan konsultasikan kesehatan paru dengan tenaga medis terpercaya yang tepat untuk Anda dan keluarga. 

Cek artikel kesehatan lainnya dan jangan lewatkan promo menarik khusus bulan ini!

  • Aleskerov, F. (2024, February 16). Vaping vs. smoking: Long-term effects, benefits, and risks. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/vaping-vs-smoking
  • American Lung Association. (2016, July 6). Popcorn Lung: A Dangerous Risk of Flavored E-Cigarettes. American Lung Association. Retrieved August 4, 2025, from https://www.lung.org/blog/popcorn-lung-risk-ecigs
  • Catanese, L., & Shmerling, R. H. (2024, January 2). Popcorn lung: What is it, and who is at risk? Harvard Health. Retrieved August 4, 2025, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/popcorn-lung-what-is-it-and-who-is-at-risk
  • Chatham, K. (2019, November 22). Characteristics of Hospitalized and Nonhospitalized Patients in a… CDC. Retrieved August 4, 2025, from https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/68/wr/mm6846e1.htm
  • Dewi, I. P., Septiandini, L., Putri, A. M., & Fajrin, F. A. (2022, Septembet). Pemeriksaan spirometri adalah pemeriksaan penting untuk mengukur fungsi paru-paru secara objektif (Saers et al., 2021). Pada pemeriksaan ini, pasien diminta untuk meniup udara sekuat dan secepat mungkin ke dalam alat spirometri. Hasilnya nanti akan menunju. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(3), 198-208. DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.3.198
  • Gaur, R., & Ran, G. (2021). Popcorn Lung : The E-Disease. International Journal of Pharmaceutical, Chemical and Biological Sciences. https://www.ijpcbs.com/articles/popcorn-lung-the-edisease.pdf
  • Global Adult Tobacco Survey. (2024, August 22). Kementerian Kesehatan dan WHO Menerbitkan Laporan Global Adult Tobacco Survey Indonesia 2021. World Health Organization (WHO). Retrieved August 12, 2025, from https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/22-08-2024-ministry-of-health-and-who-release-global-adult-tobacco-survey-indonesia-report-2021
  • NHS. (2022). Vaping to quit smoking – Better Health. NHS. Retrieved August 4, 2025, from https://www.nhs.uk/better-health/quit-smoking/ready-to-quit-smoking/vaping-to-quit-smoking/
  • Saers, J., Andersson, L., Janson, C., & Sundh, J. (2021, October 8). Respiratory symptoms, lung function, and fraction of exhaled nitric oxide before and after assignment in a desert environment—a cohort study. sciencedirect, 1. https://doi.org/10.1016/j.rmed.2021.106643Yates, M. T., Gogalniceanu, P., & Hunt, I. (2015). Examination of the thorax and lungs. Cambridge University Press, 255-263. https://doi.org/10.1017/CBO9781107338562.031

Gabung Whatapps Group

Gabung Whatsapp Group

 

Gabung Whatsapp Group

Gabung Whatsapp Group