Kimia Farma Laboratorium & Klinik
✨Kicau ManiA🐦⬛ untuk hidup lebih SAKSES 🤩 karena kita generasi FOMO 🤙🏻
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Kamu Gampang Kena Penyakit
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
- Perubahan Cuaca Ekstrem dan Masa Peralihan Musim
Perubahan cuaca yang drastis dapat mengancam mempengaruhi kesehatan, terutama pada barier epitel seperti kulit dan saluran pernapasan. Ketika terjadi gangguan pada barier epitel akan memudahkan masuknya zat asing yang memicu berbagai penyakit.
- Pola Tidur Tidak Teratur
Tidur memiliki peran penting bagi tubuh karena disaat tidur energi dipulihkan, sel-sel diperbaiki, dan sistem imun dijaga tetap seimbang. Tidur yang kurang atau tidak konsisten bukan sekedar membuat kantuk, pola tidur yang terganggu dapat menyebabkan risiko penyakit, termasuk diabetes, gangguan metabolik, bahkan gagal ginjal dan penyakit neurologis. Ketika pola tidur tidak beraturan, tubuh akan mudah lelah dan daya tahan tubuh juga ikut melemah. Melemahnya imunitas ini disebabkan terganggunya ritme biologis tubuh (ritme sirkadian), ritme tersebut mengatur waktu yang tepat untuk beraktivitas dan beristirahat. Kondisi ini sering bertambah buruk akibat kebiasaan begadang, konsumsi kafein, atau paparan cahaya buatan yang membuat tubuh sulit mendapatkan tidur yang berkualitas.
- Pola Makan Tidak Teratur
Pola makan yang tidak teratur juga merupakan faktor gaya hidup yang secara signifikan dapat melemahkan pertahanan tubuh. Kebiasaan sering mengonsumsi makanan atau minuman manis, cepat saji, tinggi garam, dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko obesitas hingga diabetes. Ketika pola makan tidak teratur dan yang dikonsumsi tidak seimbanng, sel-sel imun akan sulit berfungsi dengan baik sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan. Oleh karena itu dibutuhkan asupan makanan bergizi yang akan membantu sistem kekebalan tetap kuat, sehingga akan berdampak pada kesehatan. Pilih makanan utuh yang tinggi serat seperti sayur, buah, biji-bijian, dan protein tinggi.
- Aktivitas dan Stres Tinggi
Aktivitas yang padat dan tekanan kerja yang tinggi sering dianggap produktif, tetapi jika tidak diimbangi dengan istirahat dan manajemen stres, kondisi ini justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh maupun kestabilan mental. Tuntutan aktivitas fisik maupun mental yang terlalu berat dapat meningkatkan risiko infeksi karena memicu kenaikan hormon stres seperti kortisol yang menekan kinerja sistem imun. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus tanpa istirahat yang cukup, tubuh dapat mengalami kelelahan kronis, gangguan kesehatan mental, gangguan metabolik, dan penurunan daya tahan secara berulang.
- Varian Virus Baru & Penyebaran Penyakit Musiman
Munculnya varian virus baru dapat menyebabkan penurunan kekebalan tubuh lebih cepat (waning immunity), sehingga orang yang pernah terinfeksi atau sudah divaksin dapat kembali menjadi rentan dalam waktu lebih singkat. Perubahan varian ini juga turut berkontribusi pada meningkatkan kasus reinfeksi dan menurunkan efektivitas perlindungan. Kondisi ini juga dapat diperburuk jika adanya faktor musiman, seperti penularan yang cenderung lebih tinggi pada musim hujan atau cuaca dingin. Interaksi antara varian baru, kekebalan yang memudar, dan pola musiman inilah yang menyebabkan gelombang penyakit dapat muncul kembali secara tiba-tiba sepanjang tahun.
Fenomena meningkatnya orang yang mudah sakit ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu produktivitas, proses pemulihan, dan meningkatkan risiko komplikasi. Memahami faktor-faktor tersebut penting agar dapat mengambil langkah pencegahan sebelum kondisi memburuk. Berikut beberapa cara yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh antara lain:- Pemeriksaan Kesehatan Rutin & Pemberian Vitamin Booster
Vitamin dan mineral berperan penting bagi kesehatan karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri sehingga harus dipenuhi melalui makanan. Vitamin dan mineral, yang dikenal sebagai mikronutrien, wajib dipenuhi melalui makanan seimbang. Nutrisi ini krusial untuk regenerasi sel, metabolisme, serta memperkuat sistem imun. Nutrisi ini memiliki peran penting dalam pertumbuhan, perkembangan, serta membantu tubuh melawan zat asing. Dua vitamin yang paling berpengaruh terhadap imunitas yaitu Vitamin B Kompleks dan Vitamin C. Vitamin B Kompleks membantu kerja sistem imun dari dalam (metabolisme, sel imun, dan regulasi stres), sedangkan Vitamin C memperkuat pertahanan tubuh dari kerusakan dan peradangan. Inilah mengapa pemeriksaan rutin kesehatan dan pemberian vitamin booster dapat menjadi salah satu langkah efektif untuk menjaga tubuh tetap fit, terutama saat banyak penyakit sedang meningkat.
- Vaksinasi Influenza
Vaksinasi influenza merupakan salah satu Upaya preventif yang efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus flu. Vaksin Influenza bekerja dengan membantu tubuh mengenali Virus Influenza sehingga bisa membentuk antibodi pelindung. Antibodi ini membuat risiko tertular flu jauh lebih kecil dan jika infeksi tetap terjadi, gejalanya cenderung lebih ringan. Vaksin influenza diberikan setiap tahun karena virus bermutasi, vaksin influenza direkomendasikan untuk anak usia ≥6 bulan, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis. Penelitian juga menunjukkan bahwa vaksin flu tidak hanya memberi perlindungan terhadap Influenza, tetapi turut memperkuat respons imun secara keseluruhan.
| Mitos | Fakta |
| Vaksin Influenza hanya diperlukan saat musim hujan. | Penularan flu bisa terjadi sepanjang tahun. Vaksin lebih baik diberikan sebelum seseorang terpapar, tidak hanya saat musim tertentu. |
| Orang yang jarang sakit tidak perlu vaksinasi. | Sistem imun tetap bisa melemah karena stres, kurang tidur, atau perubahan cuaca. Vaksin memberi perlindungan tambahan agar tubuh lebih siap menghadapi virus. |
| Vaksin Influenza tidak memberikan manfaat jangka panjang. | Selain mencegah flu, penelitian menunjukkan vaksin Influenza dapat membantu memperkuat respons imun tubuh secara keseluruhan, termasuk respons terhadap vaksin lain. |
Referensi
- Eclerova, V., Sen, D., & Pribylova, L. (2025, May 17). Seasonal synchronization and unpredictability in epidemic models with waning immunity and healthcare thresholds. Scientific Reports. https://doi.org/10.1038/s41598-025-01467-4
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025, November 08). Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://surkarkes.kemkes.go.id/ringkasan-kasus/45/2025
- Mitra, S., Paul, S., Roy, S., Sutradhar, H., Emran, T. B., Nainu, F., Khandaker, M. U., Almalki, M., Wilairatana, P., & Mubarak, M. S. (2022, January 16). Exploring the Immune-Boosting Functions of Vitamins and Minerals as Nutritional Food Bioactive Compounds: AComprehensive Review. Molecules, 27(2). https://doi.org/10.3390/molecules27020555
- Munteanu, C., & Schwartz, B. (2022, December 8). The relationship between nutrition and the immune system. frontiers, 9. https://doi.org/10.3389/fnut.2022.1082500
- Riccomi, A., Trombetta, C.M., Dorruci, M., Placido, D. D., Sanarico, N., Farchi, F., Giuseppetti, G., Villano, U., Marcantonio, C., Marchi, S., Ciaramella, A., Pezzotti, P., Montomoli, E., Valdarchi, C., Ciccaglione, A. R., & Vendetti, S. (2024, April 17). Effects of Influenza Vaccine on the Immune Responses to SARS-CoV-2 Vaccination. Molecul, 12(4). https://doi.org/10.3390/vaccines12040425
- Shi, X., Hu, L., Nieman, D. C., Li, F., Chen, P., Shi, H., & Shi, Y. (2025, July 24). Exercise workload: a key determinant of immune health. Frontiers, 16. https://doi.org/10.3389/fimmu.2025.1617261
- Skevaki, C., Nadeau, K. C., Rothenberg, M. E., Alahmad, B., Mmbaga, B. T., Masenga, G. G., Sampath, V., Christiani, D. C., Haahtela, T., & Renz, H. (2024, May). Impact of climate change on immune responses and barrier defense. Journal of Allergy and Clinical Immunology, 153(5), 1194-1205. https://doi.org/10.1016/j.jaci.2024.01.016
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024). Pedoman Gaya Hidup Sehat
- MSD Manual (2025). Influenza Vaccine Guidelines


