Kimia Farma Laboratorium & Klinik
✨Kicau ManiA🐦⬛ untuk hidup lebih SAKSES 🤩 karena kita generasi FOMO 🤙🏻
Fakta Mengkhawatirkan: 1 Anak Meninggal Setiap 39 Detik karena Pneumonia
- Kimia Farma Laboratorium & Klinik
Nyatanya puluhan anak di seluruh dunia telah kehilangan nyawa mereka akibat pneumonia. Menurut data UNICEF mencatat bahwa satu anak meninggal setiap 39 detik akibat penyakit ini. Angka tersebut bukan sekadar statistik yang tercantu dalam laporan kesehatan, melainkan membahas mengenai jumlah anak yang berjuang melawan sesak napas,demam tinggi, atau infeksi paru yang dapat mengancam nyawa dan berjuang keras untuk berkerja. Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang diakibatkan oleh infeksi akut pada saluran pernapasan. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, dan jamur. Pada balita, gejalanya ditandai dengan batuk, pilek, demam, kesulitan bernapas, Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas, yang merupakan tanda bahwa paru-paru sedang bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Pneumonia dikenal sebagai penyakit yang paling pandai untuk berpura-pura. Di balik gejala yang tampak sepele seperti batuk, demam ringan, dan sedikit sesak, bakteri dapat berkembang biak dan diam-diam menggerogoti jaringan paru-paru, hingga kondisi tiba-tiba memburuk drastis tanpa sempat ditangani. Di negara berkembang termasuk Indonesia, 60% kasus pneumonia disebabkan oleh bakteri, sementara di negara maju, virus lebih sering menjadi penyebab penyakit ini. Menyadari besarnya ancaman ini, Pemerintah Indonesia melalui Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Pneumonia dan Diare (RAN PPD) 2023–2030 berkomitmen mendukung tujuan Sustainable Development Goals SDGs dengan menargetkan penurunan angka kematian balita secara nasional. Pneumonia berdasarkan data kesehatan Beerbagai lembaga kesehatan juga turut memberikan gambaran yang tidak bisa dianggap sepele dari penyakit ini:
Pneumonia merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati, terutama apabila dikenali sejak dini. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau sesak napas, segera lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Kimia Farma Diagnostika menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan yang didukung oleh jaringan laboratorium dan klinik yang tersebar luas di berbagai wilayah. Dengan tenaga medis profesional dan fasilitas yang terstandar, Anda dapat memperoleh layanan yang akurat, nyaman, dan terpercaya. Jangan abaikan gejala yang terlihat “biasa” berkembang menjadi ancaman serius. Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau lakukan reservasi untuk deteksi dini dan penanganan yang optimal
- Data UNICEF melaporkan lebih dari 800.000 balita meninggal akibat pneumonia setiap tahun, dengan sebagian besar terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun.
- Data WHO (2021) mencatat 740.000 kematian akibat pneumonia pada anak di bawah 5 tahun, setara dengan 14% dari total kematian balita di seluruh dunia.
- Data Kemenkes RI melaporkan 416.345 kasus pneumonia pada balita sepanjang tahun 2023. Dengan prevalensi pneumonia 10,8% pada seluruh kelompok umur, sedangkan pada balita mencapai 15,0%.
- Bakteri: bakteri paling umum adalah Streptococcus pneumoniae dan Mycoplasma Pneumoniae
- Virus: termasuk virus RSV, influenza, Covid-19
- Jamur (fungal) : jarang pasien yang terjangkit jamur namun biasanya terjadi dengan pasien imunokompromais
- Demam: panas naik turun dengan pola yang tidak dapat diprediksi
- Napas cepat atau sesak
- Batuk berdahak : batuk berwarna putih, kuning, atau kehijauan
- Menggigil dan kelelahan
- Pemberian antibiotik oral sesuai rekomendasi dokter
- Obat penurun demam
- Obat pengencer dahak atau lendir
- Istirahat cukup
- Asupan cairan dan nutrisi adekuat
- Pemberian antibiotik intravena
- Terapi oksigen apabila kadar oksigen dalam darah menurun
- Pemberian terapi cairan
- Pemantauan saturasi oksigen.
- Pemberian antibiotik kombinasi spektrum luas sesuai indikasi
- Dukungan ventilasi mekanis jika terjadi gagal napas
- Terapi untuk mengatasi syok sepsis atau gangguan lainnya
- Monitoring intensif terhadap kondisi pasien
| Mitos | Fakta |
| Pneumonia hanya menyerang anak-anak, orang dewasa aman | Pneumonia menyerang semua kalangan usia. Kasus Pneumonia yang terjadi pada lansia (>65 tahun) mencapai 20 kasus per 1.000 0rang per tahunnya. |
| Pneumonia merupakan penyakit batuk biasa dan dapat sembuh dengan sendirinya. | Pneumonia merupakan penyakit yang serius. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat dapat menyebabkan kematian hanya dalam hitungan hari |
| Jika sudah membaik dan tidak menunjukan gejala Pneumonia, antibiotik boleh dihentikan. | Antibiotik Pneumonia harus dihabiskan. Berhenti di tengah jalan hanya akan memicu resistensi dan kesembuhan dari penyakit yang sudah ingin hilang namun dengan antibiotik yang dihentikan penyakit tersebut dapat berkembang biak kembali. |
Referensi
- Natasya, F. A. (2022). Tatalaksana pneumonia. Jurnal Medika Hutama, 3(2), 2392-2399.,.
- Aprilia, R., Faisal, F., Irwandi, Suharni, & Efriza. (2024). Tinjauan literatur: Faktor risiko dan epidemiologi pneumonia pada balita. Scientific Journal (SCIENA), 3(3), 166-173.,.
- Zahra, M., & Rosfadilla, P. (2025). Pneumonia. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum, 3(2), 147-153. https://doi.org/10.57213/jrikuf.v3i2.635.
- Sam, N. A., Sumarni, Sabir, M., & Syamsi, N. (n.d.). Pneumonia: Laporan kasus. Medical Profession Journal (Medpro).
- Unairnews. (2024, Desember 31). Dokter Unair tv kupas waspada bahaya paru-paru basah. https://unair.ac.id/dokter-unair-tv-kupas-waspada-bahaya-paru-paru-basah/
- Unicef. (2019, November 12). Lembaga kesehatan dan anak memeringatkan satu anak meninggal akibat pneumonia setiap 39 detik. https://www.unicef.org/indonesia/id/siaran-pers/lembaga-kesehatan-dan-anak-memeringatkan-satu-anak-meninggal-akibat-pneumonia-setiap-39
- Kemenkes (2023, November 9). Pemerintah berkomitmen turunkan kasus akibat oneumonia https://kemkes.go.id/eng/pemerintah-berkomitmen-turunkan-kasus-kematian-akibat-pneumonia
- Kemenkes (2024, November 18). Pneumonia terus ancam anak-anak. https://kemkes.go.id/id/pneumonia-terus-ancam-anak-anak#:~:text=Data%20WHO%20tahun%202021%20menunjukkan,%2C%E2%80%9D%20tutur%20dr.%20Yudhi
- Kemenkes (2023, Desember 21) Mengenal Pneumonia pada Anak. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3039/mengenal-pneumonia-pada-anak
- Data Indonesia.id (2024, November 28) Data Sebaran Jumlah Kasus Pneumonia pada Balita di Indonesia Menurut Provinsi pada 2023. https://dataindonesia.id/kesehatan/detail/data-sebaran-jumlah-kasus-pneumonia-pada-balita-di-indonesia-menurut-provinsi-pada-2023?utm_source=chatgpt.com
- Kemenkes BKPK (2023) Hasil Utama SKI 2023 https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/daftar-frequently-asked-%20question-seputar-hasil-utama-ski-2023/hasil-utama-ski-2023/?utm_source=chatgpt.com
- Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.01.07/MENKES/2147/2023. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksanan Pneumonia pada Dewasa


